Menakjubkan, Inilah Wanita Berhijab Dengan Profesi Yang Berbahaya

Mungkin jika melihat wanita berhijab tentunya yang terlintas dibenak kita adalah seorang perempuan yang lembut, anggun, keibuan atau memiliki pekerjaan yang pastinya memancarkan kelembutan yang ada pada dirinya. Namun apa jadinya jika seorang wanita muslimah dengan paras anggun akan tetapi memiliki profesi yang menantang.

Pastinya kamu akan berdecak kagum dengan profesi yang dilakukan oleh beberapa wanita muslimah ini. Meskipun balutan hijab yang menutupi kekuatan yang dimiliki, mereka mampu bekerja profesional atas profesi yang mereka tekuni. Seperti menjadi pilot pesawat temput, penembak jitu, bahkan menjadi wasit sepakbola. Berikut ini admin sajikan delapan wanita berhiijab dengan pekerjaan menantang.

Berikut beberapa dari wanita muslimah berhijab yang memiliki profesi sangat menantang:

Ayesha Farooq, Pilot Pesawat Tempur

Tak hanya menjadi wanita pertama yang menjadi pilot pesawat tempur, ternyata ia juga merupakan perempuan pertama yang telah lulus ujian akhir dan memenuhi syarat untuk menerbangkan pesawat tempur di Angkatan Udara Pakistan. Dia adalah satu dari 19 perempuan yang mengabdi di Angkatan Udara Pakistan pada dekade terakhir. Tapi hanya dia yang boleh maju untuk bertempur.

Seperti yang kita ketahui bahwa pekerjaan ini adalah salah satu pekerjaan yang sangat bertaruh dengan nyawa, karna disetiap tugasnya akan selalu berhadapan dengan terorisme serta permasalahan geografis. Perjalanannya untuk menuju sebagai seorang pilot, awalnya ia sempat mendapat hambatan dari sang Ibu untuk melakoni profesi ini, namun dengan tekadnya yang kuat Ia berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu melakukan pekerjaan tersebut.

Ayesha memiliki motif kuat mengapa dirinya ingin menjadi pilot pesawat tempur. “Karena teroris dan lokasi geografis sangat penting bagi kami untuk mandiri,” kata Ayesha merujuk pada militan Taliban dan kekerasan sektarian yang meningkat tajam.

Hebatnya berkat dirinya kini sudah ada sekitar 4 ribu perempuan yang telah bergabung di militer Pakistan, ada sebagian besar yang bekerja di belakang meja dan ada juga di bagian pekerjaan medis. Di AU sendiri ada saat ini tercatat sudah ada sekitar 316 perempuan,

Jumlah ini sangat meningkat sampai 3 kali lipat dibanding pada saat 5 tahun yang lalu. Kini sudah ada 19 pilot perempuan di AU Pakistan selama 10 tahun terakhir, namun tetap nama Ayeshalah yang menjadi wanita pertama dengan profesi sebagai pilot pesawat tempur.

Kae Asima, Pemadam Kebakaran

Mungkin selama ini yang kita ketahui bahwa setiap pemadam kebakaran tentunya memiliki tubuh yang bagus, keberanian khusus dan bertanggung jawab, dimana rata-rata adalah seorang lelaki gagah. Namun ternyata itu semua salah, ternyata tak hanya laki-laki saja yang memiliki keberanian khusus untuk berkerja sebagai pemadam kebakaran.

Seorang wanita muslim berhijab dari Amerika Serikat yang satu ini ternyata berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Dia adalah Kae Asima, seorang ibu yang sudah memiliki dua orang anak ini ternyata merupakan seorang anggota pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Richmond, negara bagian Virginia, Amerika Serikat.

Ternyata wanita ini sudah melakoni profesinya bertahun-tahun dan ia juga mengaku sangat mencintai pekerjaannya ini, walau memiliki resiko yang cukup besar dan biasanya didominasi oleh para pria.

Asima dapat membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa di balik keanggunannya sebagai wanita muslimah yang wajib berhijab, juga tersimpan keberanian yang luar biasa untuk menyelamatkan nyawa orang dari ‘si jago merah’. Ia juga juga tak pernah merasa risih dengan hijabnya yang sering dipertanyakan orang-orang apa tidak mengganggunya ketika sedang melakukan tugasnya. Asima menjelaskan bahwa ketika bekerja dia memakai hijab bahan Nomex yang tahan api.

Sebagai satu satunya umat muslim, Asima adalah salah satu dari 36 perempuan yang menjadi petugas pemadam kebakaran di pemadam kebakaran Richmond. Tak jarang juga umat muslim mendapatkan penggambaran negatif media tentang Muslim. Namun hal tersebutlah yang membuat Asima makin bangga menampilkan pribadinya sebagai seorang muslim sambil mempertaruhkan hidupnya untuk orang lain dalam pekerjaannya.

Nina Octoviana, Penembak Jitu

Cantik, putih, tinggi merupakan dambaan setiap wanita dan mungkin jika memiliki semua kriteria tersebut, para wanita pasti lebih memilih menjadi seorang model ataupun profesi yang mencerminkan seorang wanita pada umumnya. Akan tetapi lain halnya dengan wanita yang satu ini

Nina Octoviana berusia 22 tahun, siapa yang menyangka jika profesi wanita yang berhijab ini adalah seorang penembak jitu. Bripda Nina Octoviana merupakan salah satu pasukan Wanteror Gegana Brimob Polda Aceh, Indonesia. Sejak awal kemunculannya Ia membuat Nitizen terpana, bukan hanya karena parasnya yang lembut, namun karena kepiawaiannya sebagai penembak jitu, sebuah pekerjaan yang dihindari oleh kaum perempuan.

Bribda Nina juga sudah bergabung dengan unit Brimob Polda Aceh sejak Juli 2014 lalu. Awalnya Nina sempat diragukan oleh komandan di kesatuannya tersebut mengingat parasnya yang ayu dan berhijab, pasti tak mungkin memiliki kemapuan untuk memegang senjata.

Namun siapa sangka, bahwa saat memegang sebuah senapan mesin, pistol, topi baja dan berkacamata gagah, Nina tampak begitu garang dan berhasil mematahkan keraguan mereka semua. Selain memiliki keahlihan menembak, ternyata Nina juga memiliki kelembutan tangan namun gesit dalam beraksi di lapangan.

Kulsoom Abdullah, Atlet Angkat Besi

 

Mungkin sudah memang kodratnya, bahwa wanita digambarkan sebagai seorang yang lemah dan lembut. Namun hal itu tak selamanya terjadi, apalagi melihat Kulsoom Abdullah ini pasti kamu serasa turun berok. Bagaimana tidak profesi yang dilakukan pekerjaan wanita asal Pakistan ini adalah sebagai Atlet Angkat Besi. Dan dia juga merupakan satu-satunya wanita asal Pakistan yang menggeluti pekerjaan aneh tersebut.

Ini adalah kali pertama ia mengenal hijab, kemudian saat ia mengikuti pertandingan angkat besi di World Championship pada tahun 2011 lalu. Sejak itulah timbul dalam hatinya untuk mengikuti anjuran agama, dengan sepenuh hati akhirnya membuat Kulsoom Abdullah memakai hijab seumur hidupnya.

Gimana? Apa kalian masih mau menganggap wanita itu adalah wanita yang lemah, pemalas dan cuek?