Inilah Presiden Terkorup di Dunia, Indonesia Masuk Lho

Presiden merupakan kepala negara yang bertanggung jawab penuh atas negara yang ia pimpin, tugasnyapun bukan perkara yang mudah. Bukan hanya harus berorientasi pada rakyatnya, namun juga harus mampu menjaga stabilitas negara baik stabilitas ekonomi maupun keamanan negara yang ia pimpin.

Presiden memiliki kekusaan tertinggi di suatu negara, untuk itulah dengan jabatan paling strategis tersebut tentu saja kesempatan untuk melakukan penyimpangan memang sangat terbuka lebar. Terutama kesempatan untuk korupsi. Makanya gak hanya satu atau dua presiden di dunia ini yang terlibat kasus tersebut.

Nah kali ini mimin bakal ngerangkum prsiden-presiden dunia yang pernah melakukan korupsi, termasuki presiden Indonesia.

Joseph Estrada – Filipina

Joseph Ejercito Estrada Presiden negara Filipina yang ke-13 ini lahir di Manila 19 April 1937. Beliau merupakan aktor terkenal yang kemudian mencalonkan diri menjadi seorang Presiden Filipina yang ke-13 dan siapa yang menyangka walau banyak isu negatif yang menyangkut dirinya, akan tetapi mampu menarik perhatian warga negara Filipina dan ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut. Mungkin karena janjinya yang akan mengurangi jumlah kemiskinan yang ada di negara tersebut, makanya banyak rakyat yang memilihnya dengan berharap demikian. Iapun menjabat sebagai presiden sejak 30 Juni 1998 hingga lengser pada tahun 20 Januari 2001.

Namun sayangnya setelah menjabat sebagai Presiden Filipina, Estrada bukannya menyejahterakan rakyatnya. Ia malah terlibat kasus korupsi dengan nilai USD (United States Dollar) 78-80 yang menjadikannya sebagai salah satu presiden terkorup di dunia.

Arnoldo Aleman – Nikaragua

Presiden yang tersangkut kasus korupsi selanjutnya adalah presiden dari Nikaragua. Arnoldo Aleman lahir di Managua, 23 Januari 1946, ia mengikuti jejak ayahnya yang terjun kedalam profesi hukum, di tahun 1979 ia adalah seorang pengacara di Managua. Sebelum menjadi seorang presiden ia menjadi walikota terlebih dahulu.

Dia populer karena pembaharuan proyek-proyek perkotaannya yang membantu merapikan kota, rusak parah dan tidak pernah dibangun kembali setelah gempa 1972. Dia dikenal sebagai “El Gordo” (“The Fat Man”).

Pada tahun 1996 ia berkampanye untuk menjadi presiden sebagai kandidat Aliansi Liberal di bawah platform anti-Sandinista yang kuat. Dikabarkan bahwa orang tak dikenal berusaha untuk menembak Alemán, menewaskan salah satu pengawalnya dalam proses.

Ia mengalahkan Daniel Ortega, pemimpin Sandinista dengan 48% suara untuk 40% milik Ortega. Banyak orang mengaku kecurangan pemilu secara luas dan Ortega menolak untuk mengakui. Iapun menjabat sejak 10 Januari 1997 hingga 10 Januari 2002. Pada akhir masa kepresidenannya, informasi publik tentang dugaan korupsi dilakukan di bawah pemerintahannya dipublikasikan.

Arnoldo Alemán melakukan tindakan korupsi selama menjabat sebagai Presiden Nikaragua. Ia sudah merugikan negara hingga 100 juta USD (US Dollar).

Pada tanggal 16 Januari 2009, Mahkamah Agung Nikaragua membatalkan hukuman 20 tahun korupsi terhadap mantan Presiden Arnoldo Alemán. Keputusan itu menghasilkan beberapa kontroversi: “anggota parlemen oposisi terkejut langsung menduga kesepakatan rahasia antara Alemán, yang menempati peringkat satu sebagai 10 pemimpin dunia paling korup yang pernah oleh Transparency International dan Daniel Ortega, Presiden Nikaragua dan pemimpin Partai Sandinista, yang memegang pengaruh cukup besar dan kontrol atas pengadilan. “Dia menyerahkan Majelis Nasional dalam pertukaran untuk kebebasan pribadinya,” kata anggota Kongres Enrique Saen, Alemán, yang menyangkal tuduhan itu mengatakan, “Keadilan akhirnya telah dilayani.”

Jean-Claude Duvalier – Haiti

Jean-Claude Duvalier atau yang diberi julukan sebagai Baby Doc ini lahir pada tanggal 3 Juli 1951 dan wafat pada 4 Oktober 2014 lalu. Ia merupakan Presiden Haiti ke-41 dengan masa jabatan sejak 22 April 1971 hingga 7 Februari 1986. Duvalier terbukti sudah menyalahgunakan jabatannya demi melakukan tindakan korupsi dengan mengakibatkan kerugian negara sebesar 300-800 USD yang dilakukan dari tahun 1971 hingga 1986.

Sani Abacha – Nigeria

Sani Abacha adalah presiden Nigeria yang ke-10, beliau lahir di Kano, 20 September 1943 dan wafat pada tanggal 8 Juni 1998. Ia menjabat sejak 17 November 1994 hingga lengser pada 8 Juni 1998.

Sebelum bertugas sebagai tentara militer, ia mengikuti pelatihan militer di Nigerian Military Training College, Kaduna dan ditugaskan di Mons Defence Officers, Training College in Aldershot, Inggris sebagai kadet pada tahun 1963. Bermula dari militer sipil, pria yang akrab disapa Abacha ini mulai menapaki karir. Ia adalah seorang tokoh yang terlibat dalam kudeta coup d’etats yang kemudian berhasil meruntuhkan kepemimpinan Mayor Jenderal Muhammadu Buhari.

Pada tahun 1990, Abacha naik pangkat dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Tiga tahun setelahnya, Ibrahim Babangida mengundurkan diri sebagai presiden karena adanya tekanan terhadap pola kepemimpinannya yang diharapkan sebagai pola politik yang demokratis. Babangida kemudian menunjuk seorang konglomerat dan pengusaha besar di Nigeria sebagai presiden sementara yang menggantikannya sampai pemilu tiba, Ernest Shonaken.

Belum genap tiga bulan masa kepemimpinan Ernest Shonaken sebagai presiden sementara, ia berhasil dikudeta oleh Abacha yang saat itu menjabat sebagai Jenderal militer. Sedangkan pada pemilu yang diadakan tahun 1993 yang dimenangkan oleh Moshood Kahimawo Olawale Abiola dianulir oleh mantan presiden Ibrahim Babangida. Hal ini disebabkan oleh persekongkolan yang dibentuk antara Babangida dan Abacha yang menginginkan Nigeria berada di bawah kepemimpinan militer. Akibat peristiwa ini, terjadi kerusuhan besar yang menyebabkan banyak kerugian yang harus ditanggung rakyat Nigeria.

Menjabat sebagai presiden kesepuluh Nigeria, Abacha banyak melakukan penindasan terhadap rakyatnya. Ia bahkan tidak segan melakukan pembunuhan bagi siapa saja yang menentangnya, seperti yang dilakukan kepada seorang aktivis Ogoni yang melarang dirinya untuk mengeksploitasi tambang minyak yang dapat merugikan rakyat. Abacha membunuh satu diantara empat orang yang dianggap sebagai provokator dan memenjarakan sisanya.

Tak hanya melakukan penindasan terhadap rakyatnya, Abacha juga melakukan tindak korupsi. Ia dinyatakan telah memperkaya diri sendiri dan keluarga dengan membawa uang negara sebesar $5 milyar. Kenyataan yang banyak menampar banyak orang itu diketahui setelah pemerintahan transisional, Abdulsalam Abubakar melaporkan sejumlah rincian dan transaksi palsu yang dilakukan oleh penasehat Keamanan Nasional, Alhaji Ismaila Gwarzo.

Pada tahun 1998, Abacha mengumumkan pemilu diadakan pada tanggal 1 Agustus 1998. Namun, sebelum pemilu berlangsung, Abacha ditemukan meninggal di sebuah villa presiden pada tanggal 8 Juni 1998. Diduga, ada kandidat calon presiden yang menambahkan racun pada gelas minuman Abacha. Secara serentak, Abacha diumumkan oleh berbagai media meninggal karena mengalami serangan jantung.

Mobutu Sese Seko – Zaire (Sekarang Republik Demokratik Kongo)

Mobutu Sese Seko Kuku Ngbendu Wa Za Banga ini lahir pada 14 Oktober 1930 dan wafat di tanggal 7 September 1997. Beliau menjabat sebagai Presiden Zaire dengan rentang waktu yang sangat lama yaitu 32 tahun terhitung dengan masa jabatan sejak 24 November 1965 hingga 17 Mei 1997. Cara yang digunakan oleh Seko dalam hal korupsi uang negara senilai 5 miliar USD ini memang belum jelas diketahui. Tentunya dalam melakukan penyelewengan uang negara selama puluhan tahun dibutuhkan akal yang cerdik demi mengelabui hukum di negara tersebut.

Ferdinand Marcos – Filipina

Ferdinand Edralin Marcos lahir pada 11 September 1917 dan wafat pada 28 September 1989. Marcos merupakan presiden ke-10 negara Filipina dengan masa jabatan sejak 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986. Presiden yang juga pernah turun tangan di Perang Dunia II ini dianggap sebagai salah satu presiden terkorup dengan total penyelewengan uang negara sejumlah 5-10 miliar USD.

Soeharto – Indonesia

Kali ini datang dari negara kita TERCINTA Indonesia, bukan gak main presiden yang satu ini bisa dibilang sebagai presiden terkorup yang paling besar jumlahnya, yaitu presiden Soeharto. Beliau adalah presiden kedua dan merupakan presiden yang memiliki tahun jabatan paling lama yaitu 31 tahun. Ia lahir di Yogyakarta 8 Juni 1921 dan wafat pada 27 Januari 2008. Beliau menjabat sejak 12 Maret 1967 hingga 21 Mei 1998. ia banyak menempatkan keluarganya dalam posisi-posisi strategis pemerintahan. Entah  harus bangga atau malu, Soeharto dianggap menjadi presiden terkorup di dunia dengan total penyelewengan uang negara bernilai fantastis yaitu 15-35 miliar USD. Piye, masih enak zamanku toh?

Gimana, siapa lagi nih kira-kira the nextnya? Semoga aja bekurang ya guys!