Inilah Negara Yang Melarang Keras Penggunaan Media Sosial

Saat ini mungkin bisa dibilang, bahwa manusia dan media sosial adalah hal yang saling berdampingan. Tak hanya kaum muda saja yang menggunakan media sosial. Bahkan hampir semua orang di dunia ini menggunakan media sosial, akan tetapi yang menjadi hal yang mustahil adalah adanya larangan dari beberapa negara untuk warganya agar tidak menggunakan media sosial.

Bagaimana bisa suatu negara membuat sebuah larangan untuk tidak mengakses media sosial, disaat semua orang di dunia terhubung dengan internet. Bahkan anehnya mereka malah melarang warganya untuk menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan lain sebagainya. Hampir semua pengguna internet di dunia, mempunyai akun media sosial untuk berinteraksi dengan sesama. Bahkan penelitian mengatakan rata-rata orang menggunakan internet untuk bersosial media.

Namun kejadian ini memang benar adanya, bahkan tak sedikit. Ternyata ada banyak negara yang melarang warganya untuk tidak menggunakan media sosial. Memang media sosial mempunyai kelebihan dan juga kekurangan.

Berikut ini beberapa negara yang memblokir situs media sosial dan melarang warganya untuk menggunakan media sosial:

  • Saudi Arabia

Negara dengan mayoritas warganya yang beragama muslim ini, ternyata tidak hanya melarang namun juga menentang kehadiran sebuah media sosial di negaranya. Bahkan pemerintah Arab Saudi telah meblokir jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Viber, Skype, dan lain sebagainya. Bahkan dikabarkan Arab Saudi juga melarang warganya menggunakan aplikasi mendunia layaknya Whatsaap dan BBM. Wihh berarti cuma main smsan doang donk! Atau jangan jangan kirim surat lewat burung.

  • Korea Utara

Memang semua negara di dunia ini tau bahwa, negara pecahan Korea Selatan ini merupakan negara yang sangat tertutup. Tak hanya tertutup dari negara yang lain, ternyata negara ini juga melarang seluruh warganya untuk menggunakan jejaring sosial. Tidak hanya itu, negara dengan kepemimpinan model dinasti ini membatasi penggunaan internet. Artinya penduduk tidak serta merta dapat menggunakan akses internet secara bebas. Diduga ini adalah cara Korut untuk menutupi kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia.

Mereka juga dilarang melihat siaran berita televisi asing. Menurut sumber, bahkan kini ponsel para pekerja Korut diperiksa secara rutin. Tak hanya memblokir media sosial, negara komunis ini juga membatasi secara ketat penggunaan internet di negara tersebut.

  • Vietnam

Vietnam adalah salah satu negara yang melarang penggunaan media sosial di negaranya. Media sosial dianggap dapat mengganggu keseimbangan pemerintahan, karena banyak isu–isu dan propaganda terkait pemerintahan dapat ditemukan di media sosial. Pada tahun 2013 negara ini bahkan mengesahkan undang – undang tentang larangan sosial media. Pihak pemerintah pun tidak segan untuk menahan atau menangkap pihak – pihak yang menggunakan media sosial sebagai bahan untuk menentang pemerintah.

Negara ini melarang warga negaranya untuk berbagi berita melalui jejaring sosial. Vietnam dilaporkan juga akan segera melarang semua layanan aplikasi chatting yang mendunia, seperti Line dan WhatsApp di negaranya.

  • Turki

Negara yang mayoritas penduduknya muslim ini juga merupakan negara yang cukup serius menanggapi masalah media sosial. Media sosial dianggap media yang banyak mengandung konten SARA dan melecehkan agama, sehingga mereka memutuskan untuk memblokir beberapa sosial media.

Berita pemblokiran situs terbaru adalah Turki. Pada tanggal 27 Maret 2014 Turki akhirnya memblokir YouTube secara legal. Awalnya Turki meminta Google untuk tidak menayangkan video-video menganggu negara mereka. permintaan ini di tolak oleh Google yang membuat pemerintah memblokir situs streaming terbesar pada saat ini.

Pemblokiran ini hanya berlangsung beberapa jam saja setelah kemunculan video pembicaraan Kepaal Intelijen Turki dengan Menteri Luar Negeri yang membahas kemungkinan operasi militer di negara tetangganya, Suriah. Satu minggu sebelumnya, melalui Twitter tersebar rekaman pembicaraan yang mengaitkan Perdana Menteri Recep Teyed Erdogan dalam kasus korupsi. Secepat kilat pemerintah Turki langsung memblokir Twitter untuk beberapa jam hingga rekaman tersebut dibersihkan.

  • Bangladesh & Pakistan

Dua negara islam ini juga menjadi negara yang melarang salah satu jejaring sosial paling besar saat ini yaitu Facebook. Pelarangan jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini merupakan protes Bangladesh atas terunggahnya foto karikatur Nabi Muhammad di halaman jejaring sosial tersebut.

  • Tajikistan

Republik Tajikistan adalah sebuah negara sempalan Uni Soviet di Asia Tengah yang berbatasan dengan Afganistan di bagian selatan. Dikabarkan, Departemen Telekomunikasi Tajikistan telah memblokir jejaring sosial Facebook. Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu juga mendata telah kehilangan sebanyak 41.000 penggunanya di Tajikistan.

  • China

Sejak tahun 2009, negara terbesar yang ada di Asia ini juga memblokir dan melarang warganya untuk tidak menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube dan lainnya, hal ini dilakukan lantaran pemerintah China ingin warganya menggunakan aplikasi media sosial lokal seperti Webo dan Tencent.

Hanya di daerah perdagangan bebas di Shanghai Zone saja orang bisa mengakses situs media sosial secara bebas, namun di sebagian besar wilayah lain masih diblokir oleh pemerintah. Terbukti, dengan adanya pemblokiran seperti ini rata-rata warga di China hanya menggunakan dua media sosial lokal tersebut.

Negara-negara yang juga pernah memblokir akses jejaring sosial yaitu:
Libia, Brasil, Thailand dan Turmenistan juga pernah memblokir YouTube, facebook dan Twitter karena masalah politik dan pemerintahan.

Itulah beberapa negara yang memblokir akses media sosial bahkan internet juga. Mungkin ini akan sulit jika diterapkan di Indonesia, karena seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai jaminan Undang-Undang Dasar yang menyebutkan setiap warga negara mempunyai hak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi. So, hal ini mustahil jika terjadi di Indonesia