Apa Yang Terjadi Jika Memakan Daging Manusia? Ini Jawabannya

Mungkin jika mendengar apa lagi melihat seseorang memakan daging manusia, pasti yang terlintas di pikiran kita pasti jijik, tapi praktik makan daging manusia atau yang disebut dengan kanibalisme ini sering terjadi pada zaman purba, dimana mereka akan memakan makanan yang mereka temui.

Bahkan ketika perut lapar, mereka tak lagi membedakan mana daging hewan ataupun daging manusia, yang terpenting perut mereka kenyang dan bisa bertahan hidup. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, hal seperti itu sudah tak diperbolehkan lagi, bahkan jika ketahuan melakukan kanibalisme seperti itu maka akan dijatuhi hukuman yang berat.

Terlepas dari masalah moral dan legalitas hukum dalam melakukan kanibalisme, apakah jika memakan daging manusia itu berbahaya? Dan apa yang bakalan terjadi jika kamu benar-benar memakan daging manusia? Nah jika penasaran dengan jawabannya, yuk kita simak sama-sama di artikel ini!

Apa itu Kanibal?

Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya. Misalkan anjing yang memakan anjing atau manusia yang memakan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos, “manusia” dan phagein, “makan”). Secara etimologis kata “kanibal” merupakan kata pungutan dari Bahasa Belanda yang pada gilirannya memungut dari Bahasa Spanyol; “canibal” yang berarti orang dari Karibia. Di daerah ini oleh penjelajah ditemukan fenomena seperti ini.

Dulu juga di Indonesia sempat digemparkan dengan pemberitaan kanibalisme yang dilakukan oleh Sumanto, seorang warga asal Purbalingga, Jawa Tengah. Kala itu dia memakan tetangganya sendiri dan menyajikan masakan tersebut pada keluarganya sendiri tanpa mereka tahu itu daging apa. Ia dipidana dan dibebaskan pada tahun 2006. Para keluarganya mengatakan bahwa rasanya seperti daging ayam, namun kira-kira efek medis seperti apa ya yang mereka terima setelah memakan daging manusia?

Sering terjadi Dalam Ekosistem dari Lingkup Terkecil

Umumnya kanibalisme sering terjadi dalam sebuah ekosistem mulai dari ruang lingkup yang terkecil, bahkan proses memakan keluarga atau pasangan kawinnya sendiri. Hal ini akan terjadi mulai dari kehidupan yang kecil. Ketika kita melihat kanibalisme versi serangga, itu terjadi lebih sering dari pada yang kita sangka. Misalnya saja laba-laba kepiting akan memproduksi telur-telur yang belum difertilisasi untuk dimakan bayi-bayinya. Ketika mereka selesai menyantap telur-telur tersebut, makanan bagi bayi laba-laba tersebut adalah induk mereka sendiri. Proses ini disebut sebagai matriphagy.

Bahkan Mamalia juga pernah melakukan Kanibalisme

Walaupun mamalia secara alami gak menganut kanibalisme, tapi bukan berarti gak pernah terjadi lho, bahkan pada hewan herbivora seperti kelinci. Ikan, siput dan amfibi juga gak khawatir untuk memakan sesamanya dalam rangka merasakan santapan yang lezat.

Mungkin yang kita ketahui bersama bahwa mamalia tidak menganut kanibalisme secara alami, namun hal ini bukan berarti tak akan pernah terjadi. Contohnya saja, kelinci akan memakan anaknya sendiri dalam kondisi stres, manusia masa kuno juga melakukan hal yang sama. Para ilmuwan menemukan bukti tulang belulang manusia masa lampau yang memakan lidah, otak, daging dan organ satu sama lain.

Abad ke-20 Bagian Tubuh Manusia dijadikan sebagi Obat

Tepat pada abad ke 20 Eropa telah menjadikan bagian tubuh manusia sebagi obat bagi manusia lain, contohnya saja darah manusia. Seperti yang telah di paparkan oleh para peneliti dari AsapSCIENCE lewat video terbaru mereka. Di dalam video tersebut di jelaskan, bahwa pada abad ke 20

Seperti yang dijelaskan di videonya, bahwa di abad ke-20 Eropa kamu bisa menemukan darah manusia di rak makanan, walaupun para dokter menggunakannya sebagai obat, bukan minuman yang sekedar dinikmati.

Resiko akibat Memakan Daging Manusia, bahkan sangat Fatal

Memakan daging manusia lain akan memberikanmu banyak resiko kesehatan yang sangat fatal. Tentunya akan ada resiko jika kamu tiba-tiba ingin menjadi kanibal. Bahkan hal tersebut dipandang dari sisi biologis dan medisnya lho ya!

Secara umum saja, di dalam tubuh manusia banyak sekali terdapat virus dan bakteri. Selain itu, sekedar menyiapkan apalagi memakan mayat manusia bisa menularkan hepatitis, Ebola, E. coli maupun sumber penyakit lainnya yang banyak macamnya.

Mengandung Banyak Kalori

Kalori yang terkandung dari tubuh manusia sangatlah tinggi, dan hal tersebut sangatlah buruk bagi kesehatanmu, jika memakan daging manusia. Bahkan di bagian paha manusia saja bisa menghasilkan sekitar 10.000 kalori. Satu jantung manusia akan memberikanmu 700 kalori. Bukan hanya itu saja, kamu perlu ingat bahwa manusia punya banyak sekali lapisan lemak, jadi akan sangat gak nyaman mengunyahnya.

Yang nggak kalah penting dari ini semua dan wajib kamu ketahui adalah, jika kamu memakan tubuh manusia lain. Makan akan terjadi pronis yaitu sebuah partikel protein yang menyebabkan berbagai gangguan otak pada manusia. Untuk lebih jelasnya, yuk lihat video ini:

Jika sudah menyaksikan video ini mungkin kamu akan berfikir berkali-kali jika ingin menjadi kanibal dan kamu juga akan semakin yakin bahwa kanibalisme pada manusia dipenuhi kerugian untuk semua pihak.

Itulah beberapa resiko yang akan terjadi jika kita menyantap daging manusia alias menjadi seorang kanibal, duh gausah makan daging manusia deh, sup kambing, rendang sapi, sama ayam penyet jauh lebih enak kok!