Waspada, Instagram Ternyata Medsos Terburuk Untuk Kesehatan Mental

Di era modern seperti ini tentunya kalian semua pasti mainin sosial media dong? Bohong banget kalau enggak, jika kalian pengguna sosial media yang aktif, kepo dong sosial media apa sih yang paling sering kalian mainkan? Facebook, Instagram, Twiter atau Snapchat nih?

Apa jangan-jangan semuanya kalian mainkan ya? Enggak apa-apa juga kok, paling penting yang harus kalian ketahui adalah bahwa salah satu sosial media yang tadi mimin sebutin itu bisa mengakibatkan hal yang buruk bagi kesehatan mental dan kesejahteraan kalian lho guys. Kok bisa? Penasaran? yuk baca, kali ini artikel mimin bakalan ngebahas tentang Medsos terburuk bagi kesehatan mental.

Inilah Medsos yang Mengakibatkan Buruknya Kesehatan Mental Penggunanya:

Belakangan ini ada hasil dari beberapa survei yang telah dilakukan kepada hampir sekitar 1.500 remaja dan dewasa. Ternyata instagram berdampak pada buruknya kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan bagi si penggunanya.

Platform yang ada tersebut juga disebut terkait dengan tingkat kecemasan, depresi, bullying dan Fear of Missing Out (FOMO), ketakutan bahwa orang lain sedang mengalami kejadian menyenangkan, di mana ia tidak merasa terlibat di dalamnya.

Survei dari #StatusOfMind yang akan dipublikasi oleh Royal Society for Public Health Inggris, terdapat lima media sosial yang masuk ke dalam survei. Ternyata jika diurutkan dari yang paling terburuk, medsos tersebut adalah Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter dan You Tube.

Studi sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa anak muda yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di situs media sosial, lebih cenderung mengalami tekanan psikologis.

“Melihat teman-teman terus-menerus berlibur atau menikmati malam luar bisa membuat anak muda merasa kehilangan saat yang lain menikmati hidup,” laporan #StatusOfMind menyatakan. “Perasaan ini bisa meningkatkan sikap membandingkan dan putus asa.”

Seperti yang telah dikutip dari Time, Minggu (11/6/2017), postingan di media sosial juga bisa menetapkan harapan yang tidak realistis dan menciptakan perasaan tidak mampu dan rendah diri.

Dengan kata lain perempuan dan wanita merasa seolah-olah tubuh mereka tidak cukup baik karena orang menambahkan filter dan mengedit gambar mereka agar mereka terlihat ‘sempurna’.

Penelitian lain telah menemukan bahwa semakin banyak media sosial yang dimiliki kaum dewasa muda, semakin besar pulalah kemungkinan mereka merasa depresi dan cemas.

Untuk mengurangi dampak berbahaya media sosial pada anak-anak dan orang dewasa awal, Royal Society meminta perusahaan media sosial melakukan perubahan. Kemudian Laporan tersebut merekomendasikan adanya peringatan berupa pop-up yang bertuliskan ‘penggunaan berat’ di dalam aplikasi, sekitar 71 persen responden survei mengatakan bahwa mereka akan mendukungnya.

Mereka juga merekomendasikan agar perusahaan yang menemukan cara untuk menyoroti saat foto seseorang telah dimanipulasi secara digital, serta mengidentifikasi dan menawarkan bantuan kepada pengguna yang dapat menderita masalah kesehatan mental.

Ternyata pemerintah juga dapat berperan dengan mengajarkan para penggunaan media sosial yang aman di sekolah-sekolah. Bagi para profesional yang bekerja dengan pemuda, dapat dilatih dalam penggunaan media digital dan sosial untuk penelitian lebih lanjut mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental.

Royal Society berharap dapat memberdayakan orang dewasa agar pada saat menggunakan jejaring sosial dengan cara yang dapat melindungi dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri.

Meski memiliki medsos dampak yang terbilang negatif, ternyata banyak juga manfaat yang didapatkan dari media sosial, sontohnya seperti menampilkan identitas dan ekspresi diri, serta membangun komunitas dan dukungan emosional seseorang.

Tak hanya itu saja, Ini juga menjadi Dampak Negatif yang di dapat dari Menggunakan Instagram

Dampak negatif adanya instagram merupakan suatu masalah sosial. Remaja akan lebih keasyikan dengan instagram dari pada berinteraksi dengan orang lain. Remaja akan lebih suka mengabadikan moment atau kejadian yang ada dalam hidupnya. Sehingga remaja akan sering berselfie bersama temannya dari pada berdiskusi membicarakan persoalan kampus atau tugas- tugas sekolah.

Tidak hanya itu, dengan adanya online shop juga akan lebih meningkatkan pengeluaran. Para penikmat online shop hanya duduk dan menggunakan smartphonenya serta menunggu kiriman barang pesanannya datang. Dengan gaya hidup seperti itu membuat orang malas. Tetapi semuanya hanya tergantung dari diri sendiri seseorang dalam menyikapi persoalan kemajuan teknologi yang ada. Jika kita hanya sebagai penikmat saja tanpa memilah- milah kemajuan yang ada maka kita akan sangat mudah terpengaruh dan terkena dampak negatif dari kemajuan yang ada tersebut.

Itulah dampak yang kita dapat jika kita tidak bijak dalam menggunakan media sosial terutama instagram, jadi sekarang kalian harus bijak-bijak menggunakannya.