Apotek di Amerika Serika Menjual Pizza Ganja Sebagai Obat

Mungkin jika di Indonesia orang yang menggunakan ganja atau marijuana akan dikenakan sanksi pidana karena tanaman ini tergolong jenis narkotika. Akan tetapi ada beberapa negara yang melegalkan tanaman ini, bahkan ada yang dalam bentuk makanan dan dijual bebas. Berikut ini ada pizza yang dihiasi dengan topping ganja, kira-kira gimana rasanya ya?

Apa itu Ganja?

Ganja atau marijuana adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Dikenal sebagi narkoba ternyata ganja banyak manfaat lho, bahkan di jadikan topping pizza juga

Pizaa Ganja

Dikenal sebagai obat terlarang namun di negara ini ganja di legalkan dan di jadikan makanan, tepatnya Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang melegalkan daun ini. Di negara Paman Sam ini, olahan tanaman ini legal dikonsumsi sebagai obat atau untuk kepentingan rekreasional. Tak heran jika di sana tanaman ini banyak diolah menjadi berbagai makanan seperti permen dan coklat. Dan baru-baru ini juga muncul kreasi baru, yaitu pizza ganja.

Amerika sebagai negara yang melegalkan ganja, kini menghadirkan menu baru dengan menambahkan tanaman psikotropika ini sebagai topping pizza yaitu pizza ganja. Meskipun olahan ini berbentuk makanan, akan tetapi pizza ini tidak dijual di restoran atau rumah makan yang bisa di temuai di mall atau di pinggir jalan. Melainkan makanan ini hanya bisa dibeli di toko obat Ermont Inc. di daerah Massachusetts, Amerika. Heran kenapa bisa dijual di toko obat?

Ini hanyalah sebuah trik yang ditujukan sebagai sebuah alternatif bentuk obat bagi orang yang sakit dan harus mengkonsumsi obat ganja. Manager Operasional toko obat ini mengatakan bahwa banyak pelanggan yang menginginkan agar terdapat olahan khusus dari ganja untuk obat. Mereka ingin mengkonsumsi obat dengan cara yang berbeda agar tidak terlihat seperti sedang mengkonsumsi obat terus menerus. Oleh karena itu, toko obat ini membuat inovasi baru dengan mengolahnya menjadi pizza.

Jika biasanya kita mengkonsumsi ganja dalam keadaan hangat, namun lain halnya dengan pizza yang satu ini. Ternyata pizza ganja ini tidak dijual dalam bentuk umum seperti biasanya. Namun dikemas dalam keadaan beku, sehingga pelanggan harus memanaskannya terlebih dahulu dalam microwave atau oven sebelum dimakan. Pizza yang berukuran kecil dengan diameter 15 cm ini dibanderol dengan harga 38 US Dollar atau setara dengan 507 ribu rupiah. Harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran pizza. Mengingat bahwa tujuan awal pizza ini dibuat untuk obat, maka harga fantastis tersebut tak jadi masalah

Keberadaan pizza itu pun menjadi populer. Biasanya, pasien seperti penderita penyakit litani, penyakit kronis akibat kecanduan opioid hingga efek samping kemoterapi memilih untuk konsumsi pizza tersebut. Takaran ganja di dalam pizza tersebut dikatakan berdosis sedang yang cukup untuk mengobati satu orang. Sejauh ini, dalam sehari terdapat sekitar 200 sampai 400 pasien yang membeli pizza tersebut.

Meski demikian, pizza tersebut tidak dijual bebas. Pasien harus memiliki kartu tanda bahaya medis yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai tanda jika dirinya mengonsumsi ganja sebagai pengobatan. Pasien dengan kartu tersebut akan diizinkan untuk membawa pizza berukuran kecil itu untuk dibawa pulang ke rumah.

Penjualan olahan ganja dalam bentuk pizza sendiri memang sedang marak di dunia sejak beberapa negara melegalkannya. Salah satunya adalah negara Kamboja yang sudah menjual pizza jenis ini sejak beberapa tahun lalu. Walaupun di Kamboja sendiri peredaran ganja masih ilegal, tapi banyak kafe yang menjual makanan olahan ini dengan menyebutnya happy pizza.

Amerika Melegalkan ganja dan mereka juga membuat pizza ganja dengan tujuan medis, jadi buat kalian yang tinggal di Indonesia jangan coba-coba buat ini dirumah ya! Bisa-bisa kalian di tangkap BNN.