Sering Jadi Bahan Tambahan Makanan, Biji Ini Ternyata Ilegal

Tonka Bean atau Biji Tonka, mungkin hanya dikenal oleh juru masak saja ya. Meskipun ada orang awam yang mengetahui tentang biji ini, mungkin hanya segelintir saja. Mengapa hanya dikenal di kalangan juru masak atau chef saja? Sebab, biji ini termasuk kedalam penambahan aroma pada makanan. Ya, sudah pasti yang mengetahui banyak tentang biji ini adalah chef atau juru masak bukannya tukang bangunan, hehe.

Namun biji-bijian ini termasuk ilegal, oleh sebab itu tidak semua juru masak bisa menyajikan hidangan mereka dengan biji ini. Kalaupun ada, hal itu adalah perbuatan ilegal. Nah, kira-kira kenapa biji ini ilegal ya guys? Berikut penjelasannya.

Biji Tonka

Rasanya yang khas membuat para juru masak gemar menggunakan biji ini sebagai bahan tambahan ke dalam makanan. Namun dibalik itu semua ternyata penggunaan Biji Tonka di Amerika Serikat tergolong ilegal lho guys! Ilegalnya biji ini sudah sejak 1954. Bahkan jika ketahuan menggunakan biji ini, bisa-bisa digrebek oleh aparat penegakan hukum. Adapun juru masak disana yang menggunakan biji ini, kemungkinan besar mereka membelinya secara ilegal.

Biji Tonka sendiri adalah biji-bijian yang tumbuh di dalam hutan Amazon. Biji ini tergolong ilegal mungkin karena Biji Tonka mengandung zat kimia yang jika digunakan dalam dosis besar bisa membunuh. Banyaknya juru masak yang menyukai biji ini, sebab ketika diparut di atas makanan penutup atau dimasukkan ke sirup, Biji Tonka memberikan rasa yang begitu unik dan disebut sebagai bahan masakan paling nikmat yang tak pernah kamu ketahui sebelumnya.

Pada saat mencium aroma dari biji ini, maka sekilas kita akan merasakan bau seperti dari umput segar yang bercampur dengan vanila, licorice, karamel dan cengkeh, ditutup dengan rasa hangat dan sedikit aroma magnolia.

Kandungan yang terdapat dalam Biji Tonka yakni zat kimia coumarin dalam jumlah yang sangat tinggi dan inilah yang memunculkan rasa khas dari biji ini, akan tetapi tak hanya terdapat pada tonka saja, ternyata zat tersebut sudah banyak ditemukan pada ratusan jenis tanaman, seperti rumput, lavender dan ceri. Bahkan jika Anda tak pernah melihat Biji Tonka seumur hidup Anda, ada peluang Anda sudah mengetahui baunya tanpa Anda sadari.

Coumarin pertama kali diperoleh dari Biji Tonka pada 1820, nama itu berasal dari istilah Karibia untuk pohon Tonka, ‘coumarou’ dan kemudian ahli farmasi Inggris yang lebih dikenal sebagai pencipta bahan sintetis celup mencari cara untuk membuat coumarin buatan di laboratorium.

Pada 1940an, coumarin buatan menjadi populer. Sebagai salah satu bahan tambahan sintetis pertama, coumarin buatan sangat murah. Bahan ini dipakai secara luas sebagai pengganti vanilla alami, ditambahkan ke cokelat, permen dan campuran cocktail, esens vanilla sampai minuman ringan. Coumarin menjadi salah satu bahan utama dalam tembakau dan aromanya yang kompleks juga banyak ditemukan di industri parfum.

Namun ada masalah, penelitian yang dilakukan pada anjing dan tikus mendapati bahwa coumarin tergolong beracun, dengan kadar yang rendah bisa menimbulkan kerusakan pada liver hanya dalam beberapa minggu. Pada domba hanya 5gr (sekitar dua sendok teh) sudah cukup mematikan. Tonka maupun coumarin pun dilarang.

Bentuk Biji Tonka

Biji ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan kurma, struktur permukaannya yang berkerut dan memiliki warna hitam. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Di dalam kacang Tonka ada bagian yang pahit bernama kumarin. Kumarin inilah yang menyebabkan Tonka Bean memiliki aroma manis dan hangat.

Aroma yang dihasilkan oleh Tonka mengingatkan kita kepada wangi vanila, kayu manis, almond dan cengkeh. Sebuah web menyebut aromanya seperti vanila ditambah karamel; seperti permen buah dan manis. Bahkan Biji Tonka kerap digunakan dalam industri parfum untuk menggantikan atau menambah ekstrak vanila.

Ketika kita mencium Tonka Bean maka akan meninggalkan efek seperti bedak manis yang hangat, intensif dan memabukkan. Seperti vanila, aroma Tonka Bean juga bersifat memikat lawan jenis. Selain sering di jadikan sebagai tambahan parfum, Biji Tonka juga bisa digunakan sebagai aromaterapi untuk mengurangi stres dan depresi serta menenangkan.

Efek Samping :

Selain sangat bermanfaat untuk penambahan aroma, ternyata Biji Tonka ini memiliki efek samping yang sangat berbahaya lho, misalnya seperti mual, muntah, diare, pusing,  sulit tidur dan masalah hati. Khususnya bagi wanita hamil dan penggunaan biji ini bisa mengaakibatkan kerusakan hati.

Meski ilegal pemakaian Biji Tonka ini ternyata masih banyak digunakan, sebab masih banyak penjualan-penjualan Biji Tonka yang ilegal.