Main di Pantai, Remaja Ini Digerogoti Kutu Laut

Menghilangkan rasa jenuh setelah lelah dengan aktivitas yang padat, pastinya kita memang membutuhkan yang namanya liburan. Dan tak sedikit orang yang memilih untuk berlibur ke pantai. Namun apa jadinya jika tempat favorit banyak orang untuk belibur ini malah membahayakan. Seperti yang dialami oleh seorang remaja Asutralia, Sam Kanizay, yang sedang bermain di pantai Brighton tiba-tiba kakinya berdarah-darah lantaran digerogoti oleh kutu laut.

Kabar mengerikan yang membuat banyak netizen dari berbagai negara takut untuk bermain-main di pantai Australia ini tersebar dengan cepat lewat media sosial dan pemberitaan media massa. Nah, kira-kira seperti apa kutu laut itu? Kok bisa sampai menggerogoti kaki mannusia sih? Yuk, simak penjelasan dalam artikel berikut ini:

Apa Itu Kutu laut?

Kutu laut adalah sekelompok spesies hewan copepoda dari ordo Siphonostomatoida dan masih famili Caligidae. Kutu laut sendiri memiliki sekitar 559 spesies di 37 genera, termasuk 162 spesies Lepeophtheirus dan 268 spesies Caligus. Kutu laut merupakan ektoparasit yang memakan lendir, jaringan epidermis dan darah dari ikan laut inangnya.

Salah satu spesiesnya yaitu Caligus rogercresseyi menjadi parasit utama di pembudidayaan salmon di Cile. Penelitian telah dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut dari interaksi antara parasit ini dengan inangnya. Bukti-bukti terkini menunjukkan bahwa L. Salmonis di Samudra Atlantik memiliki beberapa perbedaan genetik dibandingkan dengan L. Salmonis dari Samudra Pasifik, menunjukkan bahwa L. Salmonis Atlantik dan Pasifik kemungkinan secara independen berevolusi bersama salmon di Atlantik dan Pasifik.

Remaja Australia Digerogoti Kutu Laut

Remaja Australia bernama Sam Kanizay, 16 tahun mengalami pendarahan serius di kakinya, diduga karena diserang kutu laut. Peristiwa itu terjadi ketika Sam berendam di tepi Pantai Brighton, Melbourne, Australia, Sabtu malam, 5 Agustus 2017.

Banyak orang menyebut makhluk kecil ini sebagai kutu laut. Namun dilansir dari Sci-Tech Today, sebenarnya makhluk laut yang hampir tak kasat mata ini adalah hewan dalam famili lysianassid amphipod. Seorang ahli biologi kelautan, Dr Genefor Walker-Smith mengatakan bahwa makhluk tersebut merupakan binatang kecil, termasuk dalam krustacea atau arthropoda dari kelompok besar seperti kepiting, lobster, udang atau teritip.

Binatang yang disebut sebagai kutu laut ini ternyata kerjanya mencari makanan dari ikan-ikan mati atau burung laut. Akibat hewan ini Sam yang malang harus masuk rumah sakit dan menjalani perawatan khusus, namun Genefor mengatakan bahwa anak yang malang itu tetap aman untuk bermain di laut.

Soalnya hewan yang kini disebut-sebut sebagai kutu laut ini biasanya memang menggigit, tapi nggak bahaya sama sekali. Menurut Genefor, kamu mungkin bisa merasakan gigitan mereka, tapi kamu cuma akan mengusir mereka sama seperti saat dihinggapi lalat atau digigit nyamuk.

Jika kutu laut tidak berbahaya dan gigitannya tidak terasa sakit, namun mengapa Sam terluka parah? Memang gigitan kutu laut tidak menyakitkan, namun pada saat itu Sam hanya berdiri di pantai dengan kaki terendam air laut. Kondisi air yang dingin membuat kaki Sam kebas atau mati rasa. Otomatis, kaki Sam nggak bergerak dalam waktu cukup lama. Sampai akhirnya, Sam yang ‘mematung’ dengan kaki terendam memberikan waktu yang cukup banyak buat para kutu laut untuk menggerogotinya, jelas Genefor. Sebenarnya kutu laut tidak menyerang manusia, namun apa yang terjadi pada Sam adalah kondisi yang nggak begitu beruntung,” tambah Genefor.

Nah, untuk kalian yang takut terkena kutu laut sama seperti yang di alami oleh Sam, berikut ini cara menghindari kutu laut:

Cara Yang Harus Dilakukan

  1. Berenanglah pada waktu siang hari karena biasanya sea fleas lebih aktif di waktu senja dan malam hari untuk menghindari predator.
  2. Perhatikan tempat kita menginjakkan kaki. Sea fleas ingin memakan ikan mati bukan kaki kita. Apabila kita menginjakkan kaki tepat di atas ikan yang mati, sea fleas akan akan bingung dan akan memakan kaki kita sebagai gantinya.
  3. Perhatikan tempat kita berjalan dan berenang, terutama apabila airnya dingin sehingga tidak bisa merasakan kulit kita sendiri.
  4. Terus bergerak. Sea fleas tidak bisa menempel di bagian tubuh kita jika kita terus bergerak. Jadi jangan berdiam diri terlalu lama di satu tempat.
  5. Jangan mengeluarkan darah di air. Darah di air dapat menarik predator atau apapun yang memakan darah sehingga jangan pergi ke air jika mempunyai luka yang terbuka.

“Sebenarnya makhluk yang kecil ini sama sekali tidak berbahaya, hanya saja kejadian yang di alami oleh Sam itu adalah kasus karena Sam berada di tempat yang salah dan pada waktu yang salah pula,” kata Genefor.

Selain itu kutu laut juga sangat beguna bagi lingkungan laut, bayangkan saja jika di laut tidak terdapat kutu laut maka kondisi laut akan di penuhi oleh ikan mati yang membusuk.

Nah, itulah penjelasan mengenai kutu laut dan cara mengatasi agar kita terhindar dengan kutu laut. Semoga bermanfaat.