Inilah Penyebab Kenapa di Tahun 2016 Sulit Untuk Mencari Pekerjaan

Mungkin bagi kebanyakan orang di Indonesia yang mencari pekerjaan di tahun 2016 akan merasakan kesulitan. Ya, bisa dibilang tahun 2016 adalah tahun yang kurang bersahabat bagi para pengangguran yang ingin mencari pekerjaan. Mungkin banyak yang menganggap hal tersebut disebabkan oleh faktor lapangan pekerjaan yang minim. Namun bukan hanya karna lapangan pekerjaan saja yang menyebabkan banyak masyarakat Indonesia sulit mendapatkan pekerjaan. Berikut ini adalah beberapa faktornya:

Usia yang sudah tak lagi muda

Seiring bertambahnya usia, tentunya jadi masalah pelik bagi para job seeker. Masalahnya, cukup banyak lowongan pekerjaan yang membatasi umur calon pelamarnya. Makanya bagi yang berusia rawan dan belum mendapatkan pekerjaan, tahun ini akan makin menyusahkan mereka. Beberapa perusahaan sangat mementingkan kriteria umur ini. Alasannya beragam, mulai dari kesehatan dan kebugaran fisik sampai masalah pribadi seperti menikah.

Inilah tantangan bagi para pencari kerja di tahun 2016. Sama sekali tak mudah kalah dilihat dari banyaknya fakta yang ada. Namun demikian, jangan pernah berputus asa dalam menggapai pekerjaan impian. Akan selalu banyak jalan asal kita punya kemampuan. Sikapi saja dengan legowo dan positive thinking. Misalnya MEA, ini bisa jadi kabar gembira juga buat kita karena makin luas daerah yang bisa kita jelajahi untuk mencari kerja.

Kemampuan dan pengalaman

Kemampuan seseorang juga termasuk faktor penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan. Jika Anda tidak memiliki kemampuan yang diminta oleh perusahaan ditambah dengan pendidikan Anda yang masih di bawah standar perusahaan, maka Anda harus berpikir dua kali untuk melamar ke perusahaan tersebut.

Selain itu pengalaman juga merupakan faktor sulitnyamendapatkan pekerjaan. Banyaknya perusahan yang memilih pekerja baru dengan melihat kualitas dan pengalaman kerja. Dalam hal tersebut pengalaman juga menentukan apakah Anda layak bekerja untuk perusahaan tersebut atau tidak. Orang yang berpengalaman adalah orang yang terbiasa dengan dunia kerja dan memahami kemampuan yang dia miliki.

Sekarang banyak perusahaan yang membutuhkan kandidat yang sudah berpengalaman sebagai pegawainya. Dengan begitu, kesempatan mendapatkan pekerjaan untuk para fresh graduate semakin menipis.

Mudah putus asa

Mudahnya timbul rasa putus asa merupakan penyebab utama bagi para pencari kerja untuk menemukan pekerjaannya. Misalnya karena latar belakang pendidikan yang belum memenuhi standar perusahaan, seorang pencari kerja lantas memutuskan untuk menyerah pada keadaan.Ada pepatah yang berbunyi, “Orang yang sukses adalah orang yang tak kenal menyerah.”

MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tengah digodok beberapa waktu lalu akhirnya diberlakukan per 1 Januari 2016. MEA sendiri ditaksir akan mampu membuka lebih luas peluang ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Tak hanya membuka peluang bisnis, MEA memungkinkan kita atau masyarakat Asia Tenggara lain untuk bebas bekerja di negara-negara yang terlibat. Artinya saingan kita tak lagi lokal namun sudah Internasional.

Banyaknya lulusan baru

Seperti biasanya, setiap tahun akan terus ada lulusan baru yang hadir dan untuk kalian yang sudah lama lulus maka harus siap-siap bersaing dengan lulusan baru. Hal ini juga jadi alasan kenapa di tahun 2016 mencari kerja akan lebih susah dari sebelum-sebelumnya, ditambah dengan MEA dan juga regulasi pemerintah tadi.

Kebijakan di tahun 2015 yang berlanjut

Setiap tahunnya di Indonesia angka pengangguran terus menerus  bertambah sampai di tahun 2015, hal tersebut disebabkan kelesuan ekonomi nasional yang membuat banyak sekali perusahaan bangkrut dan gulung tikar. Tak hanya itu, faktor regulasi pemerintah juga turut memengaruhinya. Salah satunya adalah beban pungutan perusahaan yang besar kepada pemerintah.

Gara-gara hal itu setidaknya 200an perusahaan tutup. Alhasil, sekitar 5000an orang lebih otomatis kehilangan pekerjaan mereka. Di tahun 2016, jika pemerintah masih menetapkan regulasi yang sama, maka makin banyak lagi perusahaan yang bangkrut. Makin sedikit jumlah perusahaan, maka persaingan untuk bisa memasukinya akan lebih berat.

Sulitnya membuka lapangan pekerjaan

Kebanyakan orang mungkin fokus menjadi pegawai, namun beberapa yang lain ingin mendirikan usaha sendiri. Mendirikan usaha sih gampang-gampang susah. Gampang mimpinya, susah ‘wujudinnya’. Ada banyak tantangannya, selain modal juga adalah surat izin usahanya.

Indonesia dikenal ribet kalau mau bikin surat usaha seperti ini. Setidaknya butuh berhari-hari mulai dari tahap awal sampai jadi. Itupun kadang masing kena pungli yang besar, entah di Kelurahan lebih-lebih kecamatan. Bahkan bisa sampai ratusan ribu. Di beberapa negara seperti Selandia Baru dan Singapura, membuat surat izin seperti ini hanya butuh sehari saja. Gunanya surat ini banyak, selain sebagai legalitas, juga jadi berkas yang harus ada ketika mencari modal. Sayangnya, pemerintah sendiri kurang pro masalah seperti ini. Kalau di tahun 2016 masih saja begini sepertinya akan makin banyak para calon wirausahawan potensial yang gugur sebelum mengembang.

Rasa malas

Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain. Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Nah, jika kamu merasakan dampak bahwa sulitnya mencari pekerjaan di tahun 2016, inilah yang menjadi faktornya.