Anak Rantauan Pasti Pernah Merasakan Semua Ini

Merantaulah maka kau akan tau arti rindu yang sesungguhnya, mungkin kata-kata seperti ini sering diungkapkan oleh orang yang sedang berjuang di tanah orang. Tak hanya untuk bekerja saja, bahkan ada juga yang ingin melanjutkan pendidikannya. Jika ditanya alasan mengapa mereka memilih negara atau kota orang untuk berjuang, pasti ada segudang jawabanya, mulai dari yang ingin belajar mandiri sampai yang ingin mencari pengalaman dan masih banyak jawaban lainnya.

Tinggal di tempat yang jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat untuk waktu yang lama, bukanlah hal yang mudah, nahan rindu itu pasti sulit. Harus mengahadapi semuanya sendiri tanpa bantuan orangtua pastinya bersatu, namun karena tekad yang sudah bulat untuk berjuang di tanah orang maka anak perantau sudah kebal dengan rasa rindu.

Untuk itu bisa dibilang hampir rata-rata orang yang merantau itu bisa sukses. Sebab mereka mau berjuang mati-matian. Pasalnya dihati anak rantau sudah tertanam mental baja ”pantang pulang sebelum sukses”. Selain itu juga mereka akan malu jika pulang dengan tangan hampa. Untuk kamu yang ingin baru mau merantau, siapkan mental kamu untuk menghadapi beberapa persoalan seperti ini:

Hari pertama adalah hari yang berat

Tidak hanya satu atau dua anak rantau saja yang akan merasakan hal seperti ini bisa dibilang bahwa semuanya akan merasakan hal seperti ini. Hari-hari pertama adalah hari yang sangat berat, pasalnya disaat itu kehidupan kamu akan berubah. Biasanya kamu akan selalu bertemu dengan orangtua atau tidur masih dengan kakak, abang atau adik kamu. Namun ketika merantau maka semua itu akan hilang dan tidak bisa kamu rasakan lagi.

Perubahan tersebut pasti sangat menyakitkan buatmu. Merasa kesepian pastinya! Apalagi saat hari sudah mulai gelap, jika biasa dirumah kamu nonton tv dengan keluarga, tapi saat menjadi anak rantau kamu hanya bisa diam sendiri di kamar kos, hanya ada kamu dan kesunyian. Tidak apa-apa namanya juga hari pertama. Lambat laun pasti semua akan terasa biasa.

Harus bisa memanage uang

Jika biasanya kamu butuh uang, kamu bisa minta kepada orangtua dan jika habis kamu juga dengan mudah memintanya kembali. Namun saat sedang menjadi anak rantauan, jangan harap kamu bisa melakukan hal seperti ini. Pasalnya saat menjadi anak rantau, kamu juga harus bisa memanage keuangan kamu. Misalnya jika kamu masih pelajar dan uang jajan masih dikirim oleh orangtua. Sebaiknya jangan poya-poyakan uang tersebut, sebab kamu juga harus perihatin dengan orangtua kamu yang berjuang mati-matian untuk membiayai sekolah kamu.

Namun jika kamu merantau untuk bekerja, sebaiknya kamu bisa mengatur pendapatan kamu dengan pengeluaran kamu dan jangan lupa juga sisihkan untuk mengirim ke kampung. Sebab jika kamu tak pandai-pandai memanage keuangan, maka kamu tidak akan mendapatkan kesuksesan.

Kenalan dengan banyak orang tapi tetap harus waspada

Memiliki banyak teman di rantauan juga hal yang baik, pasalnya jika kamu kesepian karena jauh dari orangtua, kamu bisa jadikan teman-teman baru kamu sebagai keluarga kedua sehingga kamu nggak kesepian. Memang manusia tidak bisa hidup sendiri, maka ketika kamu sudah menemukan teman-teman yang baik, jaga dan sayangi mereka seperti keluarga. Akan tiba masanya kalian berpisah dan menentukan jalan sendiri-sendiri. Sebelum waktu itu tiba, bangun pertemanan sekuat mungkin, siapa tahu kamu akan bertemu lagi ketika sudah sukses nanti.

Namun dalam memilih teman kamu juga nggak boleh sembarangan, pasalnya kamu bisa saja terjerumus dengan teman-teman yang pergaulannya sangat bebas. Pasalnya orang yang paling cepat memberikan pengaruh buruk adalah teman, so kamu harus hati-hati dalam memilih teman. Jika sudah mengetahui bahwa teman kamu tidak baik maka jauhi secara perlahan dan hindari segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Hidup memang bebas tapi juga harus tau batasan

Selain belajar mandiri, tak jarang juga anak-anak perantau menginginkan hidup bebas. Pasalnya jika kita merantau otomatis akan jauh dari orangtua maupun keluarga. Namun dengan kebebasan yang dimiliki oleh anak rantau sudah semestinya mereka tau batasannya. Jika hidup serba bebas dan tidak tau batasan maka bisa dipastikan bahwa kamu akan rusak dan nggak bisa mencapai kesuksesan. Nggak masalah kalau kamu mau main-main sampai larut malam, asal nggak merugikan diri sendiri. Masa muda memang saatnya mencoba segala hal baru. Tapi nggak semua hal patut untuk dicoba. Kamu sudah dewasa dan sudah bisa menentukan mana yang bisa dicoba untuk mengembangkan diri, mana yang akan menjerumuskan dirimu ke lubang gelap.

Harus tau diri

Jika kamu merantau untuk melanjutkan sekolah dan masih dibiayai oleh orangtua, maka sebaiknya kamu jangan kebanyakan gaya. Sekolah dan belajarlah dengan baik agar dapat membalas lelahnya kerja keras orangtuamu. Memang sih kadang kita akan merasa jenuh untuk belajar, namun pada saat kamu merasa jenuh cobalah untuk mengingat perjuangan orangtuamu dalam mencari rezeki demi menyekolahkanmu. Jadi kamu harus lebih tau diri!

Luangkan waktu untuk pulang

Bukan hanya kamu saja yang merindukan orangtua dan keluarga, bahkan orangtua dan keluarga kamu juga merasakan hal yang sama, maka sesibuk apapun kegiatan atau pekerjaan kamu di rantauan cobalah untuk sesekali pulang kampung dan lihat keadaan orantua dan orang terdekat kamu untuk melepas rindu.

Merantaulah dan tahan rasa rindumu, maka semua akan terbayar dengan kesuksesan, hehe.