Mitos Angker Dibalik Keindahan Pulau Gunung Wayang

Sepatutnya kita bangga karena sudah menjadi warga negara Indonesia, Negara yang memiliki banyak destinasi wisata indah, salah satu tempat wisata terkenal di Indonesia adalah Lombok. Daerah yang satu ini juga termasuk salah satu destinasi wisata yang menjadi incaran para traveler. Hamparan pulau-pulau dengan warna yang cantik ini membuat Lombok sangat menarik hati dan juga memukau.

Namun Baru-baru ini Pulau Gunung Wayang di lombok mendapat sorotan beberapa media berita online di Indonesia. Konon siapa saja yang berkunjung ke pulau tersebut akan mati, entah berita tersebut benar-benar kisah nyata atau pun sekedar dibesar-besarkan sebagai usaha menarik para pembaca semata yang jelas keberadaan pulau wayang tergolong sangat Indah dan alami.

Nah, berikut ini kisah mistis yang dipercaya oleh masyarakat setempat mengenai pulau menakutkan tersebut.

Keangkeran Pulau Gunung Wayang

Pulau Gunung Wayang yang mendapat julukan sebagai pulau keramat ini berada di seberang Pantai Selong Belanak. Kalau kamu sedang berada di Pantai Selong Belanak terlihat sebuah pulau kecil berbentuk segitiga di hadapanmu. Pulau ini oleh warga setempat diberi nama Pulau Gunung Wayang yang merujuk pada bentuknya yang seperti gunung berbentuk segitiga persis seperti gunungan yang ada di pementasan wayang kulit.

Pulau yang sekilas terlihat seperti gunung karena berbentuk segitiga ini menjadi salah satu pulau keramat di Lombok. Kita hanya bisa menyaksikan keindahan pulau ini dari kejauhan. Bila memang ingin melihat pulau ini lebih dekat, maka diwajibkan untuk meminta ijin kepada juru adat di Lombok. Jika tidak, maka jangan harap bisa kembali dengan selamat. Keangkeran pulau ini terbukti dengan banyaknya korban jiwa yang ditemukan meninggal karena melanggar hal tersebut sehingga tidak sembarangan orang yang bisa berkunjung ke pulau ini. Keangkerannya juga dipercaya oleh suku Sasak sebagai suku asli Lombok.

Mitos selanjutnya tentang pulau keramat ini adalah konon merupakan tempat tinggalnya para makhluk halus yang menjaga pulau tersebut. Oleh karena itu, banyak para wisatawan yang meninggal di pulau ini tanpa alasan yang jelas. Bahkan, keangkeran tempat ini terbukti dengan adanya korban yang merupakan turis asing. Turis tersebut diketahui sebagai seorang perselancar. Rasa keingintahuannya tentang pulau ini membuat ia datang mendekati pulau tersebut meskipun ia sempat dilarang oleh warga setempat. Naas, turis asing tersebut meninggal tanpa sebab yang jelas. Hal ini semakin memperkuat mitos tentang keangkeran dari Pulau Gunung Wayang ini.

Ada pula sebagian orang menganggap bahwa pulau wayang menjadi sebuah pemukiman tempat berkumpul nya para lelembut penguasa pantai selong belalak. Makanya jika ada orang yang meninggal di tempat itu banyak pula yang mengait-ngaitkan dengan ulah makhluk gaib tak kasap mata.

Jika kita logika tentang suatu tempat tak berpenghuni tentu bukan hal yang heboh jika di wilayah tersebut banyak terdapat makhluk halus. Pasalnya makhluk halus juka termasuk Ciptaan Tuhan yang butuh tempat untuk bermukim layaknya manusia. Hanya saja kita sebagai orang awam tidak dapat melihat maupun mengetahui keberadaan mereka dengan pasti.

Sementara ini sebagian orang suku sasak juga ada yang mempercayai bahwa Pulau itu menjadi sebuah kerajaan gaib dan dihuni oleh seorang ratu penguasa serta lengkap dengan bala tentaranya. Cerita tentang keangkeran gunung wayang ini memang telah ada di tengah-tengah masyarakat sasak sejak para leluhur mereka dahulu.

Keangkeran tentang pulau yang sudah mendarah daging bagi warga setempat ini juga dituturkan oleh seorang pemandu wisata bernama Bobby Anafi. Saat dirinya memandu beberapa wisatawan, ia menuturkan bahwa Pulau Gunung Wayang ini memang dianggap keramat meskipun ia tidak tahu pasti apa penyebab wisatawan yang berkunjung ke pulau ini bisa bernasib naas. Namun, tidak sedikit korban jiwa yang bernasib naas saat mendekati pulau ini. Bahkan, penduduk lokal juga nggak ada yang berani melanggar aturan tersebut.

Percaya atau tidak tentang mitos di pulau ini, ada baiknya kita tidak melanggar kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat lokal. Mitos yang beredar juga merupakan bentuk dari kearifan lokal yang harus kita sikapi dengan bijaksana. Nah sebagai pengunjung ada baiknya kita bersikap sopan dan mengahargai kepercayaan masyarakat setempat dengan cara mematuhi aturannya.