Siapa Sangka, Ternyata Beberapa Ramalan Ini Benar Terjadi

Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, bahkan ada manusia yang telah dibekali Tuhan kelebihan untuk memiliki wawasan tentang masa depan. Mungkin itu bukanlah hal yang mengejutkan karena pada saat ini, banyak manusia yang telah mengaku bisa melihat dan meramalkaan segala sesuatu yang belum terjadi dengan tepat.

Jika hanya mengaku-ngaku saja mungkin semua orang bisa melakukannya, akan tetapi yang lebih mengejutkan jika apa yang mereka ramalakan itu benar terjadi. Seperti yang terjadi pada tahun 2015, seorang pria yang bernama Horacia Villegas, yang mengaku ahli nujum dan berhasil meramalkan Donald Trump akan naik menjabat Presiden Amerika Serikat.

Tak hanya itu saja ada seorang fisikawan asal Prancis bernama Michel de Nostredame atau dikenal sebagai Nostradamus yang hidup pada 1503 – 1566. Semasa hidupnya, Nostradamus telah mencetuskan sejumlah ramalan tentang masa depan dan beberapa di antaranya dianggap menjadi kenyataan, seperti Kebakaran Besar London tahun 1666 hingga serangan teror 11 September 2001.

Selain Villegas dan Nostradamus, ternyata masih banyak tokoh lain yang sudah berhasil meramalkan kejadian di masa depan, jauh sebelum peristiwa itu terjadi. Berikut ini mimin telah merangkum ramalan seseorang yang benar terjadi:

Bom Atom

Bermula dari seorang penulis terkenal yang bernama HG. Wellls, dilaporkan telah mempresiksikan peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki 31 tahun lebih awal dari kejadian yang sesungguhnya. Ia menyebutkan hal tersebut dalam karyanya yang berjudul War of the Worlds.

Di dalam salah satu karya novelnya yang berjudul The World Set Free yang ditulis pada 1913 dan terbit pada 1914, Wells telah mengimajinasikan adanya sebuah alat peledak berbasis uranium yang mampu meledak secara luar biasa.

Jika dilihat bahwa ia sendiri ternyata tak memiliki latar belakang pengetahuan di bidang persenjataan nuklir maupun bidang radioaktif. Ia bahkan tak memiliki informasi yang mumpuni untuk mampu memprediksi radioaktif dapat dimanfaatkan sebagai senjata pemusnah massal di kemudian hari. Proyek pertama yang memulai pembuatan bom atom dimulai 28 tahun setelah buku Wells dipublikasikan.

Tenggelamnya Kapal Titanic

Morgan Robertson adalah seorang penulis asal Amerika Serikat yang telah menerbitkan sebuah novel yang berjudul Futility atau The Wreck of the Titan pada tahun 1898. Isi dalam novel tersebut nampak ia telah meramalkan bencana tenggelamnya RMS Titanic.

Ia menceritakan sebuah kisah fiksi tentang sebuah kapal laut bernama SS Titan, yang tenggelam di Samudera Atlantik Utara setelah menabrak gunung es. Namun, apa yang telah ia tulis tersebut terjadi benaran pada tahun 1912 tepat empat belas tahun setelah buku tersebut terbit. Kejadiannya serupa yang ditandai dengan tenggelamnya Titanic yang menewaskan 1503 orang.

Uniknya adalah adanya sejumlah kesamaan antara SS Titan dengan RMS Titanic. Misalnya, ukuran dan kecepatan yang sama, keduanya diklaim ‘tidak dapat tenggelam’, sama-sama mempunyai jumlah sekoci yang minim, tenggelam di bulan yang sama yakni April dan kedua kapal kehilangan hampir separuh awak serta penumpang kapal saat tenggelam. Tak hanya itu saja bahkan nama kapalnyapun terdengar serupa yaitu Titan dan Titanic.

Banyak orang yang menduga bahwa dirinya seorang cenayang, akan tetapi ia menyangkal dengan semua dugaan tersebut. Robertson berdalih bahwa kemiripan antara Titan dan Titanic tersebut terjadi karena sebatas kebetulan semata dan akibat kegemarannya dalam dunia perkapalan. Akan tetapi tetap saja hal tersebut mampu mengejutkan banyak orang.

Internet

Jauh sebelum kemunculan internet tepatnya 90 tahun sebelum Tim Berners Lee meluncurkan World Wide Web, ternyata tokoh literatur Amerika Serikat yang bernama Mark Twain telah meramalkan kemunculan fenomena internet. Ia menuliskan sebuah fiksi ilmiah singkat berjudul ‘From the London Times in 1904’.

Di dalam karya literaturnya, Twain mengimajinasikan sebuah alat bernama Telectroscope pada tahun 1898.

Alat imajiner itu merupakan sebuah benda yang terhubung dengan sistem telepon dunia dan membuat seluruh aktivitas manusia mampu terlihat oleh manusia lain. Dan, pada 1994, masyarakat global mengenal internet dengan dasar operasi yang serupa seperti Telectroscope untuk pertama kalinya.

Pendaratan di Bulan

Tak sampai situ saja ada satu lagi penulis fiksi lain yang telah meluncurkan karyanya menjadi kenyataan, ia adalah Jules Verne. Ia merupakan seorang novelis Prancis yang terkenal dengan karyanya yang berjudul ‘Around the World in Eighty Days’.

Pada 1865, Verne menulis sebuah cerita pendek sains-fiksi berjudul ‘From the Earth to the Moon’ yang menggambarkan perjalanan pertama manusia ke Bulan.

Setelah seabad “From the Earth to the Moon” terbit, kisah dalam cerpennya itu menjadi nyata, yang ditandai langkah pertama Neil Armstrong di Bulan. Selain itu, ‘From the Earth to the Moon’ juga menyajikan sejumlah informasi yang serupa dengan proses persiapan dan perjalanan misi pendaratan pertama di Bulan yang dilakukan oleh Neil Armstrong, dkk. Kesamaan itu antara lain, jumlah astronot dan tempat peluncuran yang serupa.

Ditambah lagi prediksi Verne dalam ‘From the Earth to the Moon’ yang menggambarkan gravitasi angkasa luar dengan akurasi yang cukup mumpuni. Prediksi itu telah lebih dulu ada sebelum antariksawan mengetahuinya secara konkret.

Julia Perez Meninggal

Kalau yang ada diatas tadi adalah ramalan dari luar negeri, kini datang dari Indonesia. Ada seorang peramal asal Indonesia ia adalah Mbah Mijan. Ia telah meramalkan bahwa ada seorang artis terkenal dari Indonesia akan meninggal dunia. Artis tersebut adalah Julia Perez

Mbah Mijan menuliskannya di sosial media twiter “Tahun 2016, panggung hiburan akan di tinggal salah satu artis wanita Indonesia yang namanya cukup terkenal, inisial JP”, sontak hal tersebut membuat fans Julia Perez meradang dan menghujat Mbah Mijan. Namun setelah itu Mbah Mijan meminta maaf kepada semua pihak dari cuitan di Twiternya “Oiya, untuk “JP” semoga ramalan itu salah dan jangan sampai terjadi. Mungkin saya yang sedang ngelantur sendiri, kurang kerjaan”.

Namun, apa yang telah diramalkan oleh Mbah Mijan ternyata benar walaupun tahun meninggal Jupe saja yang berbeda, jika Mbah Mijan meramalkan Jupe meninggal di tahun 2016 akan tetapi hal itu malah terjadi di tahun 2017. Bagaimana bisa yaa? Entah itu hanya kebetulan saja atau memang mereka memiliki kelebihan, hanya Tuhan yang tahu.