Lain Negara Lain Gaya, Inilah Perbedaan Vampir Cina dan Eropa

Genre film horor merupakan film yang masih menjadi favorit bagi semua orang yang hobi nonton film, baik film horor ataupun fantasi, jika menonton film dengan genre horor tentu sudah banyak nama-nama hantu yang kita ketahui dan salah satu hantu yang paling terkenal dan paling sering di jadikan sebagai film adalah Vampir.

Ihh serem yaa, pastinya kalian sudah tak asing lagi dengan sosok vampir yang sering di jadikan sebuah film. Si wajah pucat penghisap darah yang menjadi populer sejak munculnya novel berseri Twillight serta filmnya. Sosoknya di Twilight justru terlihat tampan dan cantik sama seperti manusia pada umumnya. Bagi kalian yang sudah nonton filmnya, pasti tahu keluarga Cullen. Bahkan ada jenis yang vegetarian alias nggak makan darah.

Tak hanya twilight yang pernah booming, mungkin dulu di tahun 2000-an pasti kalian sering menonton fim Cina tentang makhluk penghisap darah yang diputar di televisi nasional. Diceritakan makhluk ini yang tiba-tiba bangkit dari tidur abadinya dan memburu orang-orang. Di akhir cerita, makhluk ini akhirnya dapat ditidurkan kembali dengan jimat. Bagi yang suka nonton filmnya, apa kalian tahu apa bedanya vampir Eropa dan Cina? Buat yang mau tahu dan penasaran. Kali ini mimin akan rangkum dalam artikel ini, so kita simak yuk!

Perbedaan Vampir Cina Dan Eropa

Memang mereka sama-sama vampir, akan tetapi dari segi penampilan mereka itu berbeda.

Penamapilan vampir Cina

Vampir dari Cina, memiliki penampilan yang sangat tradisional dengan menggunakan pakaian resmi pegawai pemerintahan zaman Dinasti Qing. Pakaian khas ini dinamakan changshan. Pada abad ke-17, gaya berpakaian ini diwajibkan oleh bangsa Manchuria kepada pejabat-pejabat bangsa Han. Changshan biasanya digunakan dalam pernikahan, pemotretan, dan acara-acara formal Tiongkok lainnya. Pakaian ini juga digunakan sebagai pakaian untuk jenazah yang akan dikubur. Maka itu biasanya para jiangshi terlihat mengenakan pakaian ini.

  • Kekuatan dan Kelemahan

Vampir di Cina juga identik dengan kertas kuning, bukan kertas kuning biasa lho ya! Kalau di film-film, kertas jimat kuning inilah yang menjaga agar si jiangshi tetap diam tidak bergerak. Ketika kertas itu dicabut atau terlepas, maka jiangshi akan terbangun. Di beberapa plot film, memasangkan kertas ini ke dahi jiangshi tidak serta merta membuatnya diam. Ada ritual-ritual yang harus dijalani terlebih dahulu. Ya, setidaknya untuk membuat filmnya lebih seru.

Mungkin karena mereka juga mayat, jiangshi biasanya kaku akibat rigor mortis yang dialami orang-orang yang sudah mati. Rigor mortis adalah keadaan kaku yang menandakan kematian, disebabkan oleh perubahan kimiawi pada otot. Karena kekakuan ini, jiangshi tidak bisa menekuk kaki, tangan, maupun sendi-sendi lainnya. Maka itu biasanya tangan para vampir Tiongkok ini terentang lurus ke depan, atau lurus ke bawah. Kakinya juga tidak bisa ditekuk, jadi ia harus melompat-lompat untuk bergerak. Mirip pocong Indonesia ya.

Jiangshi mendeteksi keberadaan manusia melalui napasnya. Karena itulah biasanya ada adegan tahan-tahan napas di film-film vampir Tiongkok. Klisenya, di antara beberapa orang yang menahan napas, pasti ada yang tidak tahan lalu bernapas; atau kentut. Anak-anak 90-an mungkin mengalami masa-masa ketika film ini menjadi salah satu inspirasi permainan kejar-tangkap mereka. Beberapa menyebutnya permainan vampir-vampiran.

Jadi, seperti tak jongkok atau tak patung, ada yang mengejar dan ada yang dikejar. Yang terpilih jadi vampir akan mengejar sisanya yang menjadi manusia. Dalam posisi terpojok, yang jadi manusia bisa tutup hidung lalu kabur. Yang jadi vampir harus mengabaikan keberadaan manusia yang sedang tutup hidung dan membiarkannya kabur. Biasanya ada batasan waktu maksimal sih untuk tahan napasnya. Kalau tidak, kasihan yang jadi vampirnya.

Penampilan Vampir Barat

Secara penampilan, vampir Eropa tampak lebih necis. Mereka memiliki wajah cantik dan tampan dengan tampilan yang cukup fashionable. Dia hidup membaur dan menyembunyikan identitasnya dari manusia. Hanya saja mereka memiliki wajah yang lebih pucat dibanding manusia normal.

  • Kekuatan dan Kelemahan

Kalau vampir bule ini kekuatannya nggak penghancur, dia masih bisa memikirkan gimana caranya biar dapat menggigit leher korban. Vampir bule juga bisa ngomong lancar ala manusia biasa, jalannya juga kayak manusia biasa, bisa terbang dan juga menghindar dari air suci.

Baik dari Eropa maupun Cina, keduanya sama-sama bisa menyerang manusia. Makhluk penghisap darah dari Eropa memiliki kekuatan dapat bergerak cepat dan dapat terbang untuk memangsa korbannya. Vampir Eropa akan menggigit korbannya untuk menghisap darah. Keduanya sama-sama akan mati jika terpapar sinar matahari. Vampir Eropa juga dapat dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kalau vampir bule ini cara mengusirnya dengan air suci. Air suci bisa didapatkan dari gereja yang sudah didoakan oleh pendeta. Kamu bisa sedikit mencipratkan air suci ke arah vampir biar dia pergi.

Ada lagi cara lainnya, yaitu kamu harus memakai kalung bawang putih di leher. Biar si vampir nggak bisa menggigit leher kamu karena rasa bawang putih yang bau dan nggak enak dimakan. Ada lagi senjata untuk mengusir vampir bule ini, yaitu senjata peluru, tombak, panah dan senjata lainnya yang sudah dilapisi perak dengan disiram air suci

Itulah perbedaan vampir Eropa dan vampir Cina berdasarkan film atau cerita-cerita yang populer. Kamu pilih ketemu vampir Cina yang seram tapi bisa dihadapi dengan menahan nafas atau ketemu vampir Eropa ganteng tapi kamu harus siap-siap dihisap darahnya?