Tak Hanya di Indonesia, Nyatanya Jengkol Juga Jadi Menu Favorit di Negara Ini

Bukan orang Indonesia namanya jika tak tau jengkol, jenis bahan pangan yang termasuk dalam suku polong-polongan ini biasanya kita santap setelah diolah menjadi makanan lezat seperti semur, rendang serta sambal balado jengkol dan masih banyak yang lainya.

Ternyata sibundar yang memiliki bau yang kurang sedap ini tak hanya populer di Indonesia aja lho! bahkan ada banyak negara-negara lain yang juga memfavoritkan bahan makanan yang satu ini. Nah biar lebih jelas yuk kita simak:

Buah Jengkol

Bagi sebagian besar orang, makan jengkol mungkin merupakan sesuatu hal yang memalukan. Makanan yang satu ini memang sangat kontroversial. Meskipun tanpa bau saat memakannya, orang-orang di sekeliling sudah terlebih dahulu menutup hidung.

Tanaman jengkol sudah sejak lama ditanam di Indonesia. Tanaman ini juga banyak ditemukan di Malaysia dan Thailand. Namun, asal-usul tanaman jengkol tidak diketahui dengan pasti. Di Sumatera, Jawa Barat dan Jawa Tengah, tanaman jengkol banyak ditanam di kebun atau pekarangan secara sederhana.

Di Indonesia, jengkol disebut dengan banyak nama, yaitu jengkol (Jawa), jaring (Sumatera), jaawi (Lampung), kicaang (Sunda), lubi (Sulawesi Utara) dan blandingan (Bali). Dalam dunia tumbuhan, tanaman jengkol diklasifikasikan dalam keluarga Leguminosae (Mimosaceae), marga Pithecellobium dan jenis Pithecellobium lobatum Tanaman jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter.

Buah jengkol berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji.Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap. Biji ini, terutama yang sudah tua, merupakan bagian tanaman yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Cara Memasaknya

Biasanya sebelum di masak, harus direbus terlebih dahulu. Selain untuk melunakkan daging buahnya, proses perebusan tersebut juga dapat mengurangi bau yang menyengat. Selain itu untuk lebih melunakkan daging, biasanya sebelum dimasak harus dipipihkan dengan cara ditumbuk terlebih dahulu.

Tak hanya terkenal di Indonesia

Di Malaysia

Selain di Indonesia, ternyata bahan pangan ini juga dikenal di Malaysia. Di Malaysia, dikenal dengan nama buah Jering. Buah jering di Malaysia dikenal sebagai buah yang memiliki banyak khasiat. Misalnya untuk penyakit kencing manis, darah tinggi, melancarkan pencernaan dan menambah nafsu makan.

Selain itu, jering juga dikenal sebagai makanan vegetarian. Masakan yang sering dibuat dengan buah tersebut adalah sambal jering. Hampir sama dengan semur jengkol di Indonesia, sambal jering dimasak dengan cabai dan ditambah dengan semacam ikan teri.

Di Myanmar

Selain di Malaysia, jenis buah-buahan ini juga dikenal di Myanmar. Di sana, jengkol justru menjadi hidangan yang istimewa dan sering disajikan sebagai hidangan utama, terutama di Rohingnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa banyak orang Myanmar yang terkena gagal ginjal karena mereka terlalu sering mengkonsumsi olahannya.

Di Thailand

Selain di kedua negara tetangga tersebut, bahan pangan ini juga digemari di Thailand. Di Thailand ada beberapa sebutan lain, yaitu Cha Niang atau Khang Daeng. Bahkan di wilayah Langsua, ia dimakan seperti camilan. Jengkol tersebut direbus dan dimakan dengan dicelup gula cair. Di wilayah tersebut, makanan ini banyak dijual dengan gerobak di pinggir jalan dengan harga yang cukup terjangkau.

Mungkin karena Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Thailand memiliki wilayah yang berdekatan sehingga jengkol sama-sama dikenal sebagai makanan yang digemari di negara-negara tersebut. Terlebih jengkol memang tumbuhan yang bisa tumbuh subur di wilayah Asia Tenggara.

Cara Hilangkan Bau

Bau jengkol mungkin hanya bisa disaingi oleh bau petai. Tidak seperti durian yang mengeluarkan aroma saat dikonsumsi, bau jengkol baru terasa beberapa saat setelah mengonsumsinya. Bau yang ditimbulkan dari jengkol itu cukup mengganggu terutama bagi orang lain yang tidak ikut mengonsumsi.

Bagi yang memakannya, meskipun bau setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan jengkol. Bagi orang lain yang tidak ikut merasakan, tetapi cuma kebagian baunya, tentu akan terasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol buang air kecil dan kurang sempurna membilasnya, bau tidak sedapnya akan menyebar kemana-mana, sehingga mengganggu kenyamanan orang lain.

Penyebab bau tak sedap itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Asam amino didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (belerang). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino akan menghasilkan berbagai komponen aroma yang sangat bau akibat pengaruh sulfur tersebut.

Bau jengkol dapat dikurangi melalui proses perendaman dan perebusan. Dengan demikian kedua proses tersebut selain bermanfaat untuk melunakkan biji jengkol, juga berperan dalam mengurani bau tak sedap.

Jengkol umumnys dihidangkan dengan cara disemur setelah dibelah menjadi dua bagian dan ditumbuk-tumbuk hingga lebih pipih. Walaupun saat dikonsumsi tidak berbau, aromanya akan muncul lagi saat buang air seni.

Bau jengkol memang menjadi ciri khas. Konsumsi jengkol sebaiknya memperhatikan tempat dan situasi. Selain itu, setelah mengonsumsi jengkol hendaknya tidak membuang air seni di sembarang tempat.

Dapat Membuat Keracunan

Memang makanan yang satu ini sangat lezat, sehingga membuat para penggemarnya selalu ketagihan untuk memakannya, akan tetapi tahukah kamu jika terlalu banyak memakannya akan membuta keracunan. Gejala keracunan jengkol adalah nyeri pada perut dan kadang-kadang muntah, serangan kolik dan nyeri waktu buang air kecil, urin berdarah, pengeluaran urin sedikit dan terdapat titik-titik putih seperti tepung, bahkan urin tidak bisa keluar sama sekali.

Gimana? Apa kamu termasuk pecinta jengkol juga? Jika iya, sebaiknya jangan terlalu banyak dimakan ya guys! karena bisa menyebabkan keracunan juga lho! jadi makanlah secukupnya, karna segala sesuatu yang berlebihan akan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik, eeaakk.