Zermatt Swiss Telah Resmikan Jembatan Gantung Terpanjang Bagi Pejalan Kaki

Setiap negara pastinya memiliki jembatan baik untuk menyeberang jalan, sungai ataupun laut. Jembatan juga memiliki dua tipe, jembatan yang dibangun untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan. Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam aliran perjalanan (traffic flows). Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan, karena sebagai penentu beban maksimum kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut.

Mungkin biasanya kita melihat jembatan yang di buat untuk pejalan kaki, hanyalah beberapa meter saja, tapi apa jadinya jika jembatan untuk pejalan kaki dibuat sepanjang mungkin dan bahkan sampai hampir 500 meter, duh nggak kebayang deh pegal banget pasti ngelewatinya. Nah kira-kira dimana jembatan ini berada ya? Yuk kita simak sama-sama di artikel ini:

Sejarah Jembatan

Jembatan pertama yang dibuat dengan titian kayu untuk menyeberangi sungai. Ada juga orang yang menggunakan dua utas tali atau rotan, yang diikat pada bebatuan di tepi sungai. Seterusnya, batu digunakan, tetapi cuma sebagai rangka. Jembatan gerbang berbentuk melengkung yang pertama dibuat semasa zaman Emperor Roma dan masih banyak jembatan dan saluran air orang Roma yang terkenal hingga hari ini.

Orang-orang Roma juga mempunyai pengetahuan, yang mengurangkan perbedaan kekuatan batu yang berbeda. Jembatan bata dan mortar dibuat pada zaman kaisar Romawi, karena sesudah zaman tersebut, teknologi pengetahuan telah hilang. Pada Zaman Pertengahan, tiang-tiang jembatan batu biasanya lebih besar sehingga menyebabkan kesulitan kepada kapal-kapal yang lalu-lalang di sungai tersebut.

Pada abad ke-18, mulai banyak pembaruan dalam pembuatan jembatan kayu oleh Hans Ulrich, Johannes Grubenmann dan lain-lain. Dengan kedatangan Revolusi Industri pada abad ke-19, sistem rangka (truss system) menggunakan besi untuk memajukan pembuatan jembatan yang lebih besar, tetapi besi tidak mempunyai kekuatan ketegangan (tensile strength) yang cukup untuk beban yang besar. Apabila mempunyai kekuatan ketegangan yang tinggi, jembatan yang lebih besar akan dibuat, kebanyakannya menggunakan idea Gustave Eiffel, yang pertama kali dipertunjukkan di Menara Eiffel di Paris, Perancis.

Yang sesuai digunakan untuk pembuatan jembatan yang panjang karena ia mempunyai kekuatan terhadap berat yang tinggi, tetapi konkrit pula mempunyai kos penjagaan yang lebih murah. Jadi, konkrit diperkuat (reinforced concrete) digunakan untuk kekuatan ketegangan konkrit yang lemah diisi oleh kabel tembaga yang ditanam di dalam konkrit itu.

Seperti yang kita ketahui bahwa jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Jembatan dibangun untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan. Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam aliran perjalanan (traffic flows). Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan, karena sebagai penentu beban maksimum kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut.

Jembatan Gantung Terpanjang Untuk Pejalan Kaki

Kota Zermatt Swiss kini telah meresmikan sebuah jembatan terpanjang untuk pejalan kaki yang diberi nama Europabrücke (Jembatan Eropa), jembatan yang tergantung 85 meter di atas jurang Grabengufer ini memiliki panjang 494 meter atau setara dengan 1.640 kaki. Bahkan jembatan ini telah disebut oleh Dewan Pariwisata Zermatt sebagai jembatan yang terpanjang di dunia.

Jembatan ini sengaja di buat untuk menggantikan jembatan yang sebelumnya telah rusak akibat terkena reruntuhan batu. Jembatan yang di sebut-sebut sebagai jembatan gantung terpanjang di dunia ini ternyata telah menandingi sebuah jembatan yang panjangnya 405 meter di Reutte, Austria. Kendati, jembatan Reutte ini menggantung lebih dari 110 meter di atas tanah.

Jembatan terpanjang di dunia ini terbuat dari seutas kabel yang memiliki berat sekitar delapan ton lho guys, berat juga yaa. Bahkan jembatan ini juga di lengkapi dengan sebuah sistem agar jembatan ini tidak bisa berayun-ayun. Jembatan ini berada di ujung rute pendakian yang memakan waktu sepanjang dua hari antara Zermatt dan Grächen, di bagian selatan Swiss dengan pemandangan gunung Matterhorn dan pepohonan yang menyejukan mata.

Nah untuk anda yang memiliki keberanian, bisa coba jalan di jembatan ini, tapi kalo yang punya trauma dengan ketinggian sih sebaiknya jangan ya guys! Selain untuk menguji adrenalin anda jembatan ini juga dapat menyegarkan dengan pemandangannya yang indah. So jika tertarik dan berani anda boleh coba. Semoga artikel diatas bisa menjadi sumber pengetahuan bagi Anda. Terima kasih.