Unyeng-Unyeng, Pusaran Pada Rambut Yang Fungsi Keberadaannya Masih Dipertanyakan

Unyeng-unyeng atau yang lebih akrab disapa pusaran kepala ini merupakan salah satu misteri yang keberadaannya pada rambut masih saja selalu di pertanyakan. Setiap orang yang lahir tentu memiliki tanda putaran rambut di kepala tersebut. Nah, menurut orang Jawa tanda tersebut sangat berhubungan erat dengan kelakuan si anak ke depannya lho. Pernah dengar nggak, ada orang tua yang menyebut anak bandel dengan mengungkit-ungkit unyeng-unyengnya? Lantas, seperti apa sebenarnya mitos dan makna di balik “unyeng-unyeng” tersebut?

Salah satu misteri yang ada pada tubuh kita adalah fungsi dari unyeng-unyeng atau pusaran rambut kita. Kebanyakan orang menganggap unyeng-unyeng ini sebagai penanda bagaimana kita menyisir rambut. Selain itu ada juga mitos yang menyebutkan bahwa pemilik unyeng-unyeng dua cenderung lebih nakal. Namun apakah tidak ada fungsi lain dari unyeng-unyeng ini? Nah, untuk mengetahuinya lebih jelas, simak penjelesan di bawah ini.

Unyeng-unyeng dalam bahasa Jawa berarti pusaran rambut di kepala. Sebagian bahkan mengatakan jika unyeng-unyeng tersebut merupakan pusat nyawa manusia. Lantas, ada yang percaya? Tentu ada. Namun tentu saja tidak ada hal yang bisa digunakan untuk membuktikan kebenarannya.

Orang Jawa berpendapat jika anak yang memiliki pusar kepala dua, cenderung memiliki tenaga dua kali lipat dari anak yang memiliki pusar kepala satu. Keterampilan dan juga ketahanan fisiknya dipercaya lebih kuat daripada teman-teman lainnya. Mungkin zaman kita kecil dulu, anak-anak berunyeng-unyeng dobel akan berperan sebagai leader atau bahkan perusuh atau pembuat onar. Nah, dari sinilah poin anak yang memiliki pusar kepala dua selalu dikaitkan dengan bandel.

Posisi pitak sendiri juga bervariasi, ada yang di ubun-ubun, ada yang sedikit ke pinggir. Bahkan ada yang berada tepat di depan. Untuk yang memiliki pitak di depan kepala, ia haruslah berhati-hati, sebab orang dulu mengatakan jika unyeng-unyeng tersebut rawan sambaran petir. Mungkin mitos satu ini bisa dikatagorikan tanpa bukti alias ngawur.

Akan teteapi lain halnya dengan pakar kesehatan menyebutkan bahwa tak hanya pada manusia, hewan juga bisa memiliki unyeng-unyeng. Yang menarik adalah, unyeng-unyeng ini bisa berputar searah dengan jarum jam atau berlawanan dengan arah jarum jam. Ilmuwan Dr Amar Klar menyebutkan bahwa ada kaitan genetik antara kecenderungan tangan mana yang aktif dengan putaran arah unyeng-unyeng. Menurut Klar, 8,4 persen orang yang aktif tangan kanannya dan 45 persen orang kidal memiliki unyeng-unyeng dengan putaran berlawanan dengan jarum jam. Hanya saja, pendapat Klar ini masih menjadi perdebatan bagi pakar kesehatan lainnya.

Klar ternyata juga mengungkapkan penemuan menarik tentang unyeng-unyeng ini, yakni kemungkinannya terkait dengan kecenderungan apakah seseorang tertarik dengan sesama jenis atau tidak. Dalam penelitian yang dilakukan di National Cancer Institute yang ada di Frederick, Maryland, Amerika Serikat dan hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Genetics pada tahun 2004 lalu, Klar mengecek kondisi unyeng-unyeng dari 272 pria yang hampir semuanya adalah pecinta sesama jenis. Ia menemukan bahwa 29,8 persen diantaranya ternyata memiliki unyeng-unyeng dengan putaran berlawanan dengan jarum jam. Hal ini sangatlah kontras jika dibandingkan dengan hanya 8,4 persen pemilik unyeng-unyeng berlawanan dengan jarum jam pada orang-orang dengan orientasi seksual biasa.

Bisakah tingkah laku aktif anak berunyeng-unyeng dua berubah? Menjadi hal yang wajar jika anak kecil memang bandel. Namun, orang Jawa kerap menghubung-hubungkan kebandelan tersebut dengan adanya dua unyeng-unyeng di kepala. Pandangan tersebut rupanya bukan hasil ngawur seperti sebelumnya. Banyak orang tua yang masih khawatir dengan kelakuan anak berunyeng-unyeng dua kedepannya. Mereka takut jika kelak kenakalan tersebut lebih menjadi-jadi. Padahal karakter anak yang hiperaktif di masa kecil bisa berubah seiring dengan proses pendidikan yang ia terima.

Terlebih, seaktif apapaun anak kecil, jangan sampai menjadge mereka dengan kata “anak bandel” atau sejenisnya. Tudingan tersebut yang justru akan direkam oleh alam bawah sadar mereka dan itu yang membuat mereka mengenali diri sebagai anak bandel.

Benarkah anak berunyeng-unyeng satu lebih kalem dari berunyeng-unyeng dua? Kebalikan dari anak-anak yang memiliki dua unyeng-unyeng, anak yang memiliki satu pitak di kepala kerap dianggap kalem. Mungkin hal itu memang berlaku bagi beberapa anak. Namun ada pula pengecualian yang bisa dibuktikan bahwa tak selamanya anak berpitak satu punya kepribadian yang lebih baik. Sama sekali tidak. Hal tersebut berkaitan dengan fakta sebuah penelitian psikologi dengan 1000 responden. Mereka masing-masing dipetakan berdasarkan kenakalan anak-anak berpitak satu dan ternyata jumlah kenakalan responden anak berpitak satu juga lumayan.
Alhasil, sepertinya kita memang nggak bisa menjudge seseorang berdasarkan unyeng-unyeng yang ia miliki. Toh, kelakuan anak lebih bersumber dari pengaruh lingkungan luar dirinya. Jadi semua bukanlah salah unyeng-unyeng.

Meskipun memang belum jelas fungsinya apa, setidaknya kita mengetahui bahwa ada hal yang bisa kita pelajari dari unyeng-unyeng yang muncul pada rambut kita ini. Jadi seperti apa unyeng-unyeng pada rambut anda? Apakah jumlahnya lebih dari satu?