Sering Salah Duga, Ternyata Inilah Fakta Tentang Wanita Yakuza

Yakuza, siapa yang tak mengenal Organisasi mafia terkenal yang ada di Jepang ini? Jika mungkin selama ini yang kita tahu bahwa yang ada di dalam kelompok mafia ini adalah segrombolan para pria saja, ternyata juga ada wanitanya lho guys! Mungkin wanita Yakuza yang paling terkenal sepanjang sejarah adalah Shoko Tendo, seorang anak dari bos Yakuza yang pernah menulis buku “Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster’s Daughter.”

Dia merupakan wanita pertama di Jepang yang mengungkapkan betapa mengerikannya kehidupan wanita Yakuza di negara tersebut. Berikut ini adalah beberapa fakta mengerikan mengenai wanita yang ada di Yakuza:

1. Tidak Ada Pemimpin Yakuza Wanita

Mungkin jika melihat film-film Yakuza, ada yang disebut dengan onna-oyabuns (pemimpin Yakuza wanita), namun ternyata hal itu hanya ada di film saja, karena di kehidupan nyata Yakuza sebenarnya tidak ada pemimpin wanita.

Akan tetapi menurut sejarah, pada masa sebelum dan sesudah Perang Dunia II, di area Yokohama dan Tokyo memang terdapat beberapa pemimpin Yakuza wanita. Namun saat ini sudah tidak ada lagi.

Para wanita yang memimpin Yakuza tersebut, biasanya tidak resmi diangkat sebagai pemimpin. Melainkan hanya menggantikan sementara posisi suaminya yang sudah meninggal. Akan tetapi menurut info dari Japan Sub Culture, saat ini sudah tidak pernah ada lagi onna-oyabuns.

Menurut sejarah, pada masa sebelum dan sesudah Perang Dunia II, di area Yokohama dan Tokyo memang terdapat beberapa pemimpin Yakuza wanita. Namun saat ini sudah tidak ada lagi.

2. Wanita Yakuza Biasanya berasal dari Keluarga Broken Home

Mafia Yakuza itu umumnya hidup di dunia yang penuh dengan kekerasan. Namun bagaimana bisa seorang wanita mau menikah dengan mereka? Akan tetapi ternyata kebanyakan wanita yang menikah dengan Yakuza merupakan gadis-gadis muda yang berasal dari keluarga broken home.

Kemungkinan besar gadis-gadis muda tersebut bertemu dengan pria Yakuza yang memiliki latar belakang keluarga yang sama. Kemudian mereka merasakan ikatan yang kuat berdasarkan kesamaan masalah. Jadi karena kesamaan latar belakanglah yang membuat kebanyakan para gadis mau menikahi Yakuza.

3. Wanita Malam dan Wanita Geng Motor Rentan tergoda Yakuza

Jika melihat ada wanita yang bisa masuk kedalam lingkaran Yakuza, hal tersebut mungkin disebabkan oleh kedua pola yang paling umum yaitu yang Pertama, wanita pekerja malam seperti wanita bar atau diskotik jatuh cinta kepada Yakuza kaya langgananannya yang terlihat royal dan banyak uang.

Dan yang kedua, wanita yang bergabung dengan geng motor (bosozoku gangs) lalu jatuh cinta kepada pria geng motor lain yang ternyata bergabung dalam salah satu kelompok Yakuza.

4. Tak Bisa Ikut Campur Urusan Suaminya

Wanita Yakuza tidak bisa ikut campur urusan suaminya. Para wanita Yakuza biasanya bukan member aktif dalam organisasi, melainkan hanyalah istri-istri dari para Yakuza. So, wanita Yakuza bukan berarti Yakuza wanita. Bisa di bilang jika para wanita Yakuza biasanya hanyalah menjadi semacam “ibu rumah tangga yang baik” yang mengurus segala urusan rumah tangga dan mengasuh anak-anak. Semua “pekerjaan” Yakuza dilakukan oleh laki-laki.

5. Tidak Punya Wewenang dalam Organisasi

Memang wanita Yakuza tidak memiliki wewenang apapun terhadap organisasi mafia tersebut, akan tetapi perintahnya absolut terhadap anak buah suami. Menurut tesis dari Rie Alkemade, seorang Yakuza baru benar-benar menjadi anggota organisasi jika Oyabun (Bos Yakuza) mengenali mereka secara resmi. Jika tidak, maka tidak bisa disebut sebagai anggota Yakuza. Meskipun para Istri Yakuza tidak dianggap anggota organisasi dan tidak memiliki wewenang apapun terhadap organisasi, istri Yakuza yang jabatannya tinggi tetap punya perintah absolut terhadap anak buah suaminya.

6. Wanita adalah Prioritas Terakhir Seorang Yakuza

Harta – Tahta – Wanita, ya urutan ini mungkin benar-benar pas bagi kehidupan Yakuza. Dimana wanita merupakan prioritas terakhir bagi mereka. Tidak ada kesetaraan gender didalam dunia Yakuza. Oleh karenanya setiap istri Yakuza tidak akan bisa berbuat apa-apa meski sering menemui suaminya main wanita lain di luar atau membawa pulang wanita lain ke rumah. Bahkan jika si wanita berbuat salah, maka suminya bebas melakukan apapun terhadap istrinya bahkan sang istripun tak punya hak untuk melawannya.

7. Mencari Uang untuk Keluarganya

Biasanya wanita Yakuzalah yang justru bekerja mencari uang untuk keluarga. Untuk para yakuza yang jabatannya rendah atau hanya sekedar bawahan, biasanya justru istri-istri mereka yang bekerja mencari uang. Sementara sang suami hanya sibuk dengan organisasinya. Namun saat sang suami sudah mulai mendapatkan posisi yang lebih tinggi di dalam organisasi, dan si istri sudah dipanggil anesan, maka dirinya mulai mendapatkan uang dari suaminya.

8. Tidak Ada Wanita dalam Organisasi Yakuza

Jika banyaknya jumlah lelaki di dalam organisasi mafia ini memang benar adanya, karena dunia Yakuza adalah dunia laki-laki. Nyaris tidak ada wanita dalam susunan organisasi Yakuza. Biasanya wanita yakuza hanyalah istri-istri Yakuza yang punya pengawal dan perintah absolut terhadap anak buah suaminya.

9. Seluruh Tubuhnya Ditattoo

Sudah tak mengejutkan lagi jika seorang yang bergabung dalam organisasi mafia ini diwajibkan untuk menattoo seluruh tubuhnya hingga pergelangan tangan dan leher dan hal itu merupakan suatu keharusan.

Tidak terkecuali bagi wanita. Seluruh tubuhnya termasuk bagian dada dan sekitaran itunya pun harus rela berselimutkan tattoo. Tattoo tersebut mungkin terlihat seperti karya seni biasa. Namun sebenarnya setiap tattoo menceritakan sejarah tertentu dari si pemakainya.

Itulah beberapa fakta sebenarnya tentang wanita Yakuza. Namun, prosentase jumlah wanita yang bergabung dalam organisasi Yakuza hampir mendekati 0%.