Sadis, 300 Warga Afrika Akui Telah Makan Daging Manusia

Mungkin jika mendengar cerita tentang kanibalisme pastinya akan membuat bulu kuduk merinding. Gimana nggak meringding, arti kanibal sendiri adalah satu makhluk hidup yang akan memakan makhluk sejenis lainnya. Misalnya anjing memakan anjing juga dan manusia memakan manusia dan teman makan teman, eitss kok jadi baper! Oke lanjut.

Kalau ada binatang yang kanibal sih wajar, sebab mereka nggak punya yang namanya naluri. Nah, kalau manusia yang kanibal baru nggak wajar dan bisa dibilang punya gangguan kejiwaan. Seperti yang pernah terjadi Indonesia, yakni Sumanto, masih pada ingat nggak? Dia makan daging nenek-nenek tetangganya, bahkan dia juga makan alat kelaminnya, iuhh banget! Konon, katanya sih karena dia nuntut ilmu hitam.

So, lupain Sumanto sekarang kita ngebahas tentang perkampungan di Afrika Selatan yang ratusan warganya mengaku telah memakan sesama manusia, berikut ulasannya:

Sudah Ada Sejak Zaman Dulu

Sebanarnya kanibalisme ini sudah ada sejak zaman dulu, sekitar 50 ribu tahun yang lalu. Dalam riset yang dilakukan Oleh Spanish National Research Council di Madrid, Spanyol, telah menyimpulkan pada masa lalu kanibalisme terjadi pada kerabat manusia, Neanderthal dan manusia awal ketika zaman Pleistosen.

Pada zaman dalu mereka menggunakan kekuatan untuk mematikan satu sama lain” Ucap Jose Gomez, salah satu peneliti Spanish National Research Council. Menurutnya, satu dari 50 kematian Neanderthal, puluhan ribu tahun lalu adalah akibat dibunuh. Bentuknya itu berujung kanibalisme, eksekusi, pembunuhan bayi dan pembunuhan karena perang.

Akan tetapi kita sebagai manusia modren sudah sangat beruntung karena tidak mengadopsi lagi sistem pembantaian sesama lagi karena faktor-faktor tersebut. Walaupun naluri untuk membunuh pada panusia masih saja ada, akan tetapai tak sebanyak zaman nenek moyang kita dulu. Mungkin saat ini kanibalisme lebih sering terjadi kepada hewan mamalia, para peneliti menyimpulkan ada 2 faktor yang memungkinkan hewan mamalia melakukan kanibalisme. Faktor tersebut bisa berupa soal sosialisasi dan teritorial. Maka dari itu penelitian menyimpulkan bahwa tingkat kanibalisme atau membunuh sesama jenis itu paling banyak ditemukan pada hewan mamalia  yang mencapai 40 persen.

300 Warga Telah Memakan Daging Manusia

Tercatat ada tiga ratus warga Afrika Selatan yang mengakui telah menjadi kanibal, dimana mereka memakan daging manusia yang diberikan oleh dukun kanibal. Hal tersebut diketahui oleh kepolisian setempat, setelah tersangka menyerahkan diri ke polisi dengan membawa sepotong lengan dan kaki manusia dan mengatakan bahwa ia sudah bosan memakan daging manusia.

Sontak saja dengan pengakuan dan barang bukti yang dibawah oleh para tersangka tersebut membuat polisi terkejut. Tersangka tersebut terdiri dari empat orang dan nama-nama mereka adalah Nino Mbatha 32, Lindokhule Masondo, 32, Sthembiso Sithole, 31 dan Lungisani Magubane, 30.

Setelah menyerahkan diri ke kantor polisi, Mbatha sang dukun kanibal mengajak para petugas polisi ke sebuah rumah di Midlands KwaZulu Natal, di mana banyak jenazah manusia ditemukan. Salah satunya adalah penemuan wanita yang diduga bahwa tersangka telah memperkosa, membunuh dan memotong tubuh wanita tersebut yang kemudian mereka konsumsi.

Dari penemuan tersebut, polisi pun melakukan sebuah pertemuan yang diadakan di desa Esigodlweni. Sontak saja karena adanya penangkapan tersebut, penduduk desa langsung berkumpul di aula. Anggota Dewan Ward Mthembeni Majola yang melakukan pertemuan di aula Esigodlweni pada hari Senin pagi mengatakan bahwa ada sekitar 300 penduduk telah mengaku mengunjungi dukun kanibal tersebut dan secara tidak sadar makan daging manusia yang diberikan kepada mereka.

Majola mengatakan pada News24 bahwa “hal ini telah terjadi di masyarakat kita, keluarga, orang yang kita kenal dan yang masih hidup sekarang telah mengaku makan (daging) wanita ini”. Menurut laporan News24, Mbatha sempat melarikan diri setelah dukun lainnya diserang masyarakat setempat. Dia menambahkan bahwa ada anggota masyarakat yang mengaku telah menggali kuburan di bawah perintah Nino Mbatha dan memberinya tulang. Dukun tersebut juga mengatakan pada mereka yang menggali makam akan membuat mereka kuat dan melindungi mereka dari bahaya dan membawa kekayaan di masa depan.

Majola menambahkan bahwa pihak berwenang khawatir kelompok tersebut telah membunuh lebih banyak korban. “Ketika polisi mengikuti masalah ini lebih lanjut, mereka menemukan delapan potongan telinga. Itu berarti ada lebih dari satu korban. Juru bicara polisi Kapten Charmaine Struwig mengatakan: “Tiga tersangka menghadapi tuduhan pembunuhan dan tuduhan berkaitan dengan kepemilikan organ dan jaringan manusia dan sekarang keempat tersangka yang kini ditahan polisi dijadwalkan menghadiri persidangan lagi pada tanggal 28 Agustus 2017.

Duh, sadis banget ya guys!