Maori Tezuka, Bintang Jav Tertua

Miyabi? Pacar lo gak kenal dengan Miyabi buruan nikahin wkwk, kata-kata itu sering dijadikan sebagai meme di sosial media. Nama kontrofersial itu sangat terkenal di berbagai kalangan, pemain film esek-esek asal Jepang ini tidak hanya terkenal di negaranya saja, bahkan dia juga pernah main film di Indonesia, upss bukan film orang miskin ya guys, judul film yang ia mainkan di Indonesia adalah Film Menculik Miyabi dan Film Hantu Tanah Kusir.

Ternyata tak hanya Miyabi saja yang menjadi terkenal sebagai bintang film esek-esek. Kali ini ada satu bintang film orang miskin yang terkenal karna usianya yang tak lagi muda, namanya adalah Maori Tezuka, siapa yang menyangka bahwa nenek-nenek yang berusia 80 tahun ini masih aktif dalam dunia film esek-esek.

Tak kalah dengan wanita muda

Wanita ini cukup dikenal di Jepang sebagai artis porno terpanas. Biarpun usianya sudah udzur alias bau tanah namun wanita ini tak kala dari bintang film ese-esek yang masih muda, hal itu terbukti pada saat ia mengumumkan bahwa dia akan pensiun dari profesinya itu, tapi ia menyatakan bahwa hal ini bukan berarti akhir dari perjalanan karirnya melainkan ia masih mau menerima tawaran pekerjaan jika menurutnya proyek tersebut dapat membuatnya merasa nyaman dan yakin.

Dengan kabar yang beredar tersebut membuat para produser sangat menyayangi keputusannya untuk pensiun, namun hal tersebut justru membuatnya menerima banyak tawaran untuk meneruskan perannya. Hal ini membuktikan bahwa dia tidak kalah dari bintang porno yang masih muda. Bussyyet udah tua juga :v

Usia bukan halangan untuk menjadi sukses

Banyaknya pepatah yang mengatakan bahwa “Tidak ada kata terlambat untuk menjadi sukses”, hal tersebut dapat di gambarkan dari bakat terpendamnya pada usia 20an, Desainer Vera Wang yang baru memulai belajar menjahit di usia 39 tahun dan begitu juga dengan Maori Tezuka yang baru menemukan kesuksesannya di usia yang tak lagi muda yaitu di usia 70 tahun.

Tidak ada kata terlambat untuk sukses. Einstein saja baru menemukan bakat terpendamnya di pertengahan usia dua puluhan. Desainer Vera Wang baru belajar menjahit di usia 39. Maori Tezuka pun baru menemukan passionnya di usia 70 tahun. Eh busyett nenek gw aja meninggal di usia 65, gile bener ni nenek-nenek.

Awal karir Maori Tezuka

Maori pertama kali masuk kedunia film semi berkat seorang temannya yang bekerja di salah satu industri film porno di Jepang. Namun sebelum terjun sebagai bintang esek-esek, ternyata Maori memiliki karir di bidang seni dengan suara indah yang ia miliki. Maori adalah seorang penyanyi opera, hal itulah yang membuatnya menjadi cukup luwes apabila berhadapan dengan kamera. Ia sudah terbiasa tampil di depan orang banyak.

Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang bintang porno itu terpaksa melakukan pekerjaannya hanya karna jumlah bayaran yang didapat sangatlah besar, ternyata anggapan banyak orang itu salah, Maori yang berprofesi sebagai bintang esek-esek ini mengaku bahwa dirinya melakukan pekerjaan tersebut sama sekali tidak dengan keterpaksaan, melainkan murni hanya untuk menghibur penonton. Ia juga sama sekali tidak pernah memperhitungkan bayaran yang akan ia dapatkan.

Jika kamu mengira bahwa wanita lansia ini adalah wanita yang lemah, hellaww kamu salah! Karena ternyata Maori dapat menyaingi perempuan muda yang masih fit dan berkulit kencang. Saat memainkan perannya sebagai bintang esek-esek, Maori masih bisa terlihat cantik, menarik dan seksi seperti perempuan muda yang berusia dua puluhan lohh. Wanita yang lincah di ranjang ini sangat total dalam melakukan aksinya sehingga membuat lawannya kewalahan. Ebusyet,,, warbiasa ni eyang-eyang.

Kelincahannya saat berada di ranjang membuatnya dinobatkan sebagai ratu porno. Dengan kata lain, hal itulah yang membuatnya memutuskan untuk berhenti dari dunia film biru tersebut. Ia merasa bahwa tidak ada lawan bermain yang dapat mengimbanginnya.

Ternyata Maori bukanlah satu-satunya bintang film biru yang lansia di Jepang. Banyak dari mereka yang mengaku menjalani profesi ini hanya untuk mengisi waktu luang selepas pensiun dari pekerjaan mereka yang biasa mereka lakukan pas masih muda. Ternyata pasar untuk film porno kakek nenek ini cukup luas lho. Penjualannya tidak kalah dengan film porno biasa. Warbizaa sekaleee..