Inilah Kisah 3 Wanita Cantik Yang Menikah Dengan Suku Pedalaman

Jatuh cinta itu kayak misteri, bahkan kita nggak bakalan tau dengan siapa kita akan jatuh cinta. Mungkin ungkapan orang bahwa cinta itu buta cocok untuk beberapa pasangan ini. Mengapa ungkapan ini cocok untuk mereka? Karena beberapa wanita cantik ini memilih menikahi pria suku pedalaman. Nah daripada penasaran yuk kita bahas di artikel ini, kira-kira wanita mana ya yang menikah dengan laki-laki suku pedalaman:

1. Wyn Sargent

Wyn Sargen, wanita asal Amerika Serikat ini sempat menggemparkan masyarakat tanah air dengan kabar bahwa pada tahun 1973 ia menikah dengan kepala suku Dani yang ada di hutan Papua. Wyn adalah jurnalis yang sebenarnya ingin melakukan penelitian terhadap suku Dani yang sangat melegenda seantero dunia. Upaya Wyn mendekati suku Dani dengan membawa peralatan kesehatan ternyata tak membuahkan hasil, ia di tolak oleh kepala suku Dani.

Sejak masuknya Wyn ke suku Dani, hal itu membuat keadaan di suku Dani memanas bahkan sempat terjadi pertikaian diantara mereka, hingga akhirnya Wyn memutuskan untuk hidup menjadi bagian suku Dani. Wyn menawarkan diri untuk menikah dengan Obahorok dan hal tersebut pun langsung disambut gembira.

Setelah menikah kontroversi pun mulai terjadi meski saat itu suku Dani sendiri sempat menggelar pesta yang sangat mewah. Sejumlah orang mengklaim jika pernikahan Wyn hanyalah simbolis, tapi ada pula yang mengatakan jika Wyn dan kepala suku Dani hidup layaknya suami istri pada umumnya. Tapi sepertinya hal yang dilakukan Wyn itu ternyata memiliki niat yang terselubung dalam pernikahannya dan terbukti setelah dikabarkan menghilang dari tanah Papua, setahun kemudian jusnalis yang bernama Wyn ini merilis sebuah buku yang berjudul ‘People of the Valley’ yang mengangkat kehidupan suku Dani.

2. Cheryl Mason

Mungkin jika Wyn menikahi kepala suku Dani hanya demi memuluskan rencana penelitian tentang suku Dani saja, akan tetapi berbeda dengan Wyn. Cheryl Mason yang merupakan wanita asal Inggris ini memang benar-benar menikah dengan seorang suku pedalaman karena alasan cinta. Bahkan wanita asal Inggris ini rela cerai dari suami sebelumnya dan memilih untuk hidup bersama suami dari suku pedalaman.

Kronologi pernikahan ini terjadi, berawal dari sebuah liburan yang dijalani oleh Cheryl Mason di Kenya, dalam perjalanannya ia bertemu dengan suku Maasai. Saat itu Cheryl pun memutuskan untuk mengenal lebih jauh mengenai kehidupan suku Maasai hingga akhirnya ia jatuh cinta dengan seorang prajurit suku Maasai yang bernama Lekimenju, bahkan prajurit tersebut 10 tahun lebih muda dari dirinya. Pernikahan pun akhirnya terjadi tapi pernikahan keduanya dianggap ilegal oleh pemerintah Inggris, bahkan saat Cheryl dan Lekimenju datang ke Inggris Lekimenju justru dideportasi.

Cinta mereka yang kuat ternyata membuat Cheryl berusaha untuk mendapatkan visa bagi suaminya. Usahanyapun berhasil dan Cheryl hidup bersama Lekimenju di Isle of Wight, Inggris.

Seiring berjalannya waktu Cheryl pun hamil bahkan ditengah kehamilan cintanya dengan Lekimenju justru diterpa prahara. Cheryl mengaku jika suaminya tidak dapat membangun hubungan baik dengan ketiga anak dari suami sebelumnya, bahkan suaminya pun cenderung egois. Akhirnya tahun 2000 Cheryl dan Lekimenju cerai, bersama 4 anaknya Cheryl pindah ke kota lain sementara Lekimenju tetap di Isle of Wight.

3. Sarah Begum

Sarah Begum merupakan salah satu wanita cantik yang menikah dengan suku pedalaman, ia memutuskan menikah dengan kepala suku Huaorani. Suku ini merupakan suku pedalaman yang paling terkenal di hutan Amazon Ekuador. Suku pedalaman ini menggantungkan hidupnya dari hasil berburu dan memetik buah yang ada di dalam hutan dan menyusuri sungai untuk minum. Suku ini juga terkenal tak pernah menggunakan busana dan selalu membawa sumpit beracun dengan panjang hampir dua meter.

Cerita tentang sarah yang menikah dengan kepala suku Huaorani ini bermula ketika ia pergi kehutan Amazon untuk liburan, membuat film dekumenter tentang suku Huaorani dan ia juga ingin menguji ketahanan dirinya untuk tinggal di hutan belantara.

Ia pun memutuskan untuk tinggal 2 minggu di hutan dan menjalani kehidupan layaknya suku Huaorani. Sampai akhirnya ia dekat dengan ksatria di suku itu yang bernama Ginkto yang memiliki usia jauh darinya dan kemudian Sarahpun menikah. Menurut kisahnya, suatu malam Sarah diundang untuk bertemu dengan para sesepuh. Dalam perbincangannya Sarah diminta untuk melepas semua pakaiannya jika ia benar-benar ingin hidup seperti suku Huaorani.

Awalnya Sarah menolak tapi pada akhirnya Sarah menerima permintaan tersebut. Dimalam itu Sarah juga langsung dimahkotai dengan gelar kehormatan dari suku Huaorani dan dinikahkan dengan seorang ksatria bernama Ginkto. Namun dikabarkan Sarah sering mondar-mandir London – Hutan Amazon, akan tetapi sampai sekarang belum ada yang tau apakah pernikahan mereka masih bertahan atau malah sudah bercerai.

Itulah 3 wanita yang mampu membuktikan bahwa cinta sejati itu ada, akan tetapi yang dilakukan oleh Wyn bukan lah hal yang patut di contoh, karena pernikahan yang ia lakukan hanyalah untuk kepentingannya sendiri. So guys yang bisa diambil dari kisah ini adalah bahwa ungkapan cinta itu buta benar adanya.