Ingin Membuat Tato? Sebaiknya Ketahui Dulu Resikonya Ini

Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa ‘Tato’ adalah seni lukis tubuh yang banyak dilakukan sebagai bentuk pernyataan diri. Akan tetapi jika kalian ingin membuat tato di tubuh, banyak pertimbangan yang harus kalian pikirkan. Jangan membuat tato hanya demi gaya-gayaan semata.

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membuat Tato

Apa itu Tato?

Tato atau Tattoo ternyata berasal dari bahasa Tahiti “tatu” yang konon artinya tanda. Sejarah mencatat tato ditemukan oleh bangsa eropa saat menjelajah ke benua Amerika pada abad 18 masehi, namun sebenarnya sejarah tato jauh lebih tua dari pada itu.

Sumber sejarah yang lainnya menyebutkan bahwa tato sudah dikenal sejak 50 juta tahun sebelum masehi, dengan ditemukannya manusia es di pegunungan Alpen dengan sekujur tubuh penuh dengan gambar dan titik-titik. Banyak kebudayaan yang mengenal tato seperti Jepang, suku dayak (Kalimantan), Cina, Tahiti, Polinesia, Rusia dan Mesir. Sedangkan pada masyarakat Jawa, pengenalan tato sudah ada semenjak jaman sebelum kolonial

Tujuan Tato

Bukan sekedar oret-oretan pada kulit saja, tato juga memiliki tujuan dan fungsi yang beragam namun dapat dikatakan tato digunakan untuk memberikan tanda bagi si pengguna. Dalam masyarakat Jepang, tato difungsikan sebagai suatu bentuk ritual dan kemudian beralih fungsi menjadi sebuah tanda keluarga (jaman shogun tokugawa), tato pada masyarakat Jepang terletak di wajah.

Pada masyarakat polinesia, tato difungsikan sebagai tanda kedewasaan diperuntukkan bagi laki-laki (dibawah pinggang menyerupai celana pendek) dan perempuan (dipergelangan tangan dan kaki). Pada masyarakat mesir, tato difungsikan sebagai suatu tanda bangsawan dan kecantikan (di alis dan pergelangan tangan). Sedangkan pada masyarakat dayak purba, tato difungsikan sebagai tanda bangsawan (pergelangan tangan dan kaki) serta ritual keagamaan yang diperuntukkan bagi pemangku adat serta dukun (sekujur tubuh).

Berubahnya Fungsi Tato

Seiring perkembangan jaman penjajahan, tato mulai digunakan sebagai tanda pengenal bagi tentara, pelaut dan penjahat. di Indonesia, pada jaman kolonial tato difungsikan sebagai tanda penjahat dengan cara memberikan cap ditubuh yang mudah terlihat dengan besi panas yang dibentuk. Pada jaman era perang dunia, tato menjadi tanda pengenal bagi tentara dan pelaut, sedangkan pada masa kini tato mulai memiliki fungsi sebagai karya seni.

Tato Pada Masyarakat Indonesia

Mungkin masyarakat sudah lama mengenal dan mengetahui tato, akan tetapi tato masih menjadi hal yang sangat tabu karena adanya unsur agama dan fungsi tato sebelumnya yang digunakan sebagai simbol bagi seorang penjahat. Pada tahun 1960an, para penjahat ditandai dengan tato yang kemudian muncul sebuah istilah tato penjara.

Joshua Barker adalah salah satu peneliti yang pernah meneliti tato di Indonesia, Barker menemukan bahwa dalam masyarakat modern Indonesia, tato masih menjadi sebuah hal yang tabu karena memiliki kesan erat dengan kriminalitas. Pada era abad 21 ini, masyarakat Indonesia sudah dapat menerima tato sebagai suatu bentuk seni meskipun tetap ada kesan negatif bagi pengguna tato. Dengan semua uraian diatas mari kita kumandangkan tatoo is not crime.

Jika kalian sudah mencinta karya seni lukis tubuh ini dan memiliki keinginan untuk membuat tato ditubuh, alangkah sebaiknya kalian mempertimbangkannya terlebih dahulu agar tidak menyesal di akhir. Karena senilukis ini adalah permanen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru memperbarui panduannya mengenai tato dan mempertanyakan keamanannya. Dalam catatannya, FDA menerima 364 laporan dari efek buruk tato pada periode 2004-2016. Popularitas tato memang terus meningkat, namun FDA mengingatkan akan bahayanya.

Beberapa Hal yang Sebaiknya menjadi Pertimbangan Sebelum Membuat Tato:

Infeksi

Anda mungkin sudah mengetahui pentingnya membuat tato di tempat yang bersih dan terpercaya, serta wajib menggunakan alat-alat yang steril. Walau begitu, menurut FDA kita juga bisa terkena infeksi dari tinta yang terkontaminasi bakteri atau jamur.

Penggunaan air yang tidak steril untuk mengencerkan pigmen (bahan yang ditambahkan dalam warna) adalah penyebab utama infeksi pada tinta, walau bukan satu-satunya. Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui apakah tinta yang dipakai bebas kontaminasi atau tidak.

Kandungan Dalam Tinta

Seperti yang kita ketahui, mentato tubuh harus menggunakan tinta. Akan tetapi yang harus kalian ketahui adalah bahwa dalam sebuah penelitian di Inggris telah ditemukan adanya senyawa beracun yang ditemukan dalam banyak tinta tato saat ini akibat masuknya tinta murah dari China, yang tidak diatur standar keamanannya. Bahkan, ada juga studio tato yang menggunakan tinta printer atau cat mobil. Gilee yaa

Reaksi Alergi

Bila kita terkena infeksi, akan muncul ruam kemerahan di sekitar area tato. Reaksi alergi juga memiliki gejala yang sama, radang dan gatal. Karena tato permanen, maka reaksi alerginya juga.

Jangan Lakukan Sendiri

Ketika ingin menato tubuh, sebaiknya jangan pernah melakukannya sendiri. Hal utamanya karena risikonya bisa mengakibatkan terkena infeksi dan alergi. Walaupun tidak semua orang yang melakukan hal tersebut bisa terkena bahaya tersebut. Akan tetapi biar lebih menjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang tidak menyenangkan. Karena lebih baik mencegah ketimbang mengobati.

Jika ingin melakukan seni lukis tubuh ini, sebaiknya pikiri dulu baikbaik yaa gaes ?