Faktor, Dampak dan Solusi Bagi Anak Remaja Yang Hamil di Luar Nikah

Seakan kini norma dan agama sudah tak lagi penting, sehingga banyak anak-anak remaja jaman sekarang seakan tak takut Tuhan dan hukuman Tuhannya. Melangkah dengan bebas, berbuat sesuka hati, kini sudah menjadi kebiasaan banyak anak muda. Mulai dari terjun ke pergaulan bebas, seperti seks bebas, penyalagunaan narkoba dan yang lainnya.

Bahkan banyak anak remaja yang masih berstatus sekolah akan tetapi menjalani sebuah hubungan dengan lawan jenisnya bagaikan sepasang suami istri, tak hanya berbagi kemesraan di depan umum. Bahkan mereka juga berani untuk melakukan hubungan seks pranikah.

Hal tersebut membuat sekitar 64% anak remaja dari mulai SMP-SMA sudah tidak perawan lagi. Bahkan bukan hanya tidak perawan lagi, ternyata banyak anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, pernah mengalami hamil di luar nikah.

Tentu kejadian seperti itu disebabkan oleh perbuatan seks diluar nikah yang banyak dilakukan oleh anak remaja saat ini dan berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya anak remaja yang masih sekolah hamil di luar nikah:

Rasa Penasaran Remaja

Berada di usia transisi, antara remaja menjadi dewasa membuat mereka memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap hal-hal baru, ingin mencoba semua hal yang di anggap tabu. Apa aku boleh mencoba? Bagaimana rasanya ya? Ini merupakan pertanyaan yang sering menjerumuskan anak-anak remaja pada hal-hal yang terlarang seperti melakukan hubungan seks di luar nikah.

Pergaulan Bebas

Pendidikan agama dan bimbingan dari otang tua yang sudah tak lagi kuat dan kokoh, sehingga membuat anak remaja jaman sekarang sering salah bergaul, perubahan sosial kadang juga bisa membuat remaja semakin merasa bebas.

Jika remaja jaman dulu tidak memiliki pacar, maka hal tersebut dianggap biasa saja. Namun saat ini malah akan menjadi bahan olokan teman-teman dan dianggap “kuper”. Remaja yang awalnya takut untuk melakukan hubungan seks, oleh karena diolok teman atau ikut-ikutan teman akhirnya mencoba dan bahkan menjadi ketagihan.

Maraknya Informasi Pornografi

Berkembangnya informasi secara cepat, membuat video porno dapat ditonton anak remaja dengan mudahnya. Beredarnya penjualan bebas video porno maupun akses internet yang mudah diperoleh di warnet-warnet semakin membanjiri anak-anak dengan informasi pornografi. Jika anak tidak mempunyai bekal kecerdasan emosional, maka akan semakin melancarkan aksi remaja yang memang memiliki hasrat besar untuk mencoba hal-hal yang baru, salah satunya hubungan seks di luar nikah.

Keluarga yang Tidak Harmonis

Kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam rumah tangga juga menjadi salah satu sebab terjerumusnya anak dalam seks di luar nikah. Anak remaja yang masih muda galau dan belum memiliki pegangan, jika tidak ditopang dengan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih, akan membuatnya mencari pelampiasan dengan melakukan perbuatan yang bertentangan, seperti melakukan hubungan intim sebelum nikah.

Banyak yang terjadi akibat melakukan hubungan seks sebelum nikah. Dalam masyarakat Indonesia, dianggap sebagai pelanggaran nilai dan norma, dan didalam ajaran agama dianggap sebagai zina yang harus mendapat hukuman berat. Demikian juga dalam hukum adat beberapa daerah.

Dampak dari Hamil di luar Nikah

a. Remaja tidak mau berbicara dengan orang-orang, tidak berani berjumpa dengan orang orang, berpikir yang negatif tentang diri sendiri dan tentang orang lain. Remaja menjadi pesimis kehilangan rasa percaya diri, semangat hidup.
b. Menyulitkan orang tua dan diri sendiri
c. Mendapat cemooh dari tetangga dan lingkungan
d. Dikucilkan oleh masyarakat dan merasa sedih
e. Mengalami Depresi
f. Merasa berdosa terhadap Tuhan dan menganggap kalau dirinya sudah terhina

Solusi Masalah Hamil di luar Nikah

Menghadapi masalah ini ini tidak boleh hanya dengan cara saling menyalahkan, diperlukan sikap yang bijaksana dari orang tua untuk menyikapi, berikut ini sikap yang bisa diambil orang tua jika memang anaknya mengalami hal seperti itu adalah:

1. Jangan emosi berlebihan
2. Berikan motivasi dan dukungan
3. Jangan pernah menyalahkannya secara berlebihan (jangan timpakan kesalahannya hanya pada dia)
4. Bimbinglah untuk mohon pengampunan
5. Jangan pernah mengucilkannya

Lebih baik mencegah daripada mengobati, sebaiknya sebelum terjadi hal seperti ini, ada baiknya jika peran orangtualah yang paling dibutuhkan disini. Karena dengan cara memperhatikan tumbuh kembang anak dan memberikan pendidikan seksual terhadap anak karena tujuannya adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.