Dari Banyaknya Jenis Pisang, Manakah Yang Lebih Baik Untuk Kesehatan?

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk sumber daya hayati. Berbagai tumbuhan dapat kita temukan di negara kita ini. Hal ini disebabkan iklim tropis yang membuat tanaman serta tumbuhan dapat berbuah dengan subur. Tak terkecuali untuk buah yang akan dibahas di dalam artikel kali ini, yaitu pisang.

Yah, seperti yang kita tahu bahwa pisang merupakan buah lumrah yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain menjadi buah favorit, pisang juga tersedia dalam berbagai jenis. Setiap pisang pasti juga memiliki berbagai macam kandungan nutrisi sehingga buah ini memiliki manfaat yang begitu banyak bagi manusia, mulai dari buah hingga kulit luarnya. Tuh, jadi gak heran deh kalau buah ini memang menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia. Nah, dari sekian banyaknya jenis pisang, tahukah Anda mana yang lebih baik untuk kesehatan? Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Buah Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat)dan mineral, terutama kalium.

Perlu disadari, istilah “pisang” juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Buah pisang mempunyai karakter yang berbeda dengan jenis buah lain. Kalau di lihat jenis buah lain yaitu berbentuk bulat dan lonjong, sedangkan buah pisang melengkung panjang. Apa sih yang membuat orang menyukai buah yang satu ini? Nah, salah satu alasannya adalah karena rasanya yang manis dan enak. Pisang seringkali disajikan setelah selesai makan atau biasa disebut dengan makanan penutup. Bahkan tidak hanya menjadi makanan penutup, pisang juga dimanfaatkan untuk dijadikan makanan tambahan berupa (camilan).

Deskripsi

Tanaman pisang merupakan tanaman berbunga herba terbesar. Semua bagian di atas dari tanaman pisang tumbuh dari struktur yang biasa disebut “corm”. Tanaman biasanya tinggi dan cukup kokoh dan sering keliru untuk pepohonan, tapi yang nampak seperti batang sebenarnya adalah “batang palsu”atau pseudostem. Pisang tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan tanahnya sedalam 60 cm, memiliki drainase yang baik dan tidak dipadatkan.

Daun tanaman pisang terdiri dari “tangkai” (tangkai daun) dan pisau (lamina). Dasar tangkai melebar membentuk selubung; selubung yang dikemas rapat membentuk pseudostem, itulah yang mendukung tanaman tersebut. Tepi selubung bertemu saat pertama kali diproduksi, membuatnya berbentuk tabung. Sebagai pertumbuhan baru terjadi di tengah pseudostem ujung-ujungnya dipaksa terpisah.

Tanaman pisang yang dibudidayakan bervariasi tingginya tergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya. Sebagian besar berukuran sekitar 5 m (16 kaki), dengan kisaran tanaman ‘Dwarf Cavendish’ sekitar 3 m (10 kaki) ke ‘Gros Michel’ pada ketinggian 7 m (23 kaki) atau lebih. Daun disusun secara spiral dan bisa tumbuh sepanjang 2,7 meter (8,9 kaki) dan lebar 60 cm (2,0 kaki). Mereka mudah robek oleh angin, sehingga terlihat familier.

Bila tanaman pisang sudah matang, cormanya berhenti menghasilkan daun baru dan mulai membentuk lonjakan bunga atau perbungaan. Batang tumbuh yang tumbuh di dalam pseudostem, membawa perbungaan yang tidak dewasa sampai akhirnya muncul di puncak. Setiap pseudostem biasanya menghasilkan perbungaan tunggal, juga dikenal sebagai “jantung pisang”. 

Setelah berbuah, pseudostem mati, tapi cabang biasanya akan berkembang dari pangkalan, sehingga tanaman secara keseluruhan abadi. Dalam sistem budidaya tanaman perkebunan, hanya satu cabang saja yang boleh dikembangkan untuk mempertahankan jarak tanam. Perbungaan mengandung banyak bracts (kadang-kadang salah disebut sebagai kelopak bunga) antara deretan bunga. Bunga betina (yang bisa berkembang menjadi buah) muncul dalam barisan di atas batang (lebih dekat ke daun) dari deretan bunga jantan. Ovarium itu inferior, artinya kelopak mungil dan bagian bunga lainnya muncul di ujung ovarium.

Buah pisang berkembang dari hati pisang, di sebuah cluster gantung besar, terdiri dari tingkatan disebut “tangan”, dengan sampai 20 buah ke tingkat. Gugus gantung ini dikenal sebagai sekelompok, terdiri dari 3-20 tier, atau secara komersial sebagai “tangkai pisang” dan beratnya bisa mencapai 50-50 kilogram (66-110 lb). Buah pisang perorangan (umumnya dikenal sebagai pisang atau “jari”) rata-rata 125 gram (0,276 lb), dimana sekitar 75% adalah air dan 25% bahan kering (tabel nutrisi, kanan bawah).

Buah telah digambarkan sebagai “kulit berry”. Ada lapisan luar pelindung (kulit atau kulit) dengan banyak senar tipis dan tipis (bundel floem), yang membentang di antara kulit dan bagian dalam yang dapat dimakan. Bagian dalam dari berbagai makanan penutup kuning umum dapat dibagi memanjang menjadi tiga bagian yang sesuai dengan bagian dalam dari ketiga bahan bakar dengan mengubah secara manual buah yang belum dibuka. Pada varietas yang diolah, benihnya hampir tidak ada; sisa-sisa mereka adalah bintik hitam kecil di bagian dalam buah.

Pisang secara alami sedikit radioaktif, lebih banyak daripada kebanyakan buah lainnya, karena kandungan potassium dan jumlah kecil isotop potasium-40 yang ditemukan pada kalium alami. Dosis radiasi setara pisang terkadang digunakan dalam komunikasi nuklir untuk membandingkan tingkat radiasi dan eksposur.

Jenis Pisang dan Manfaatnya

Ada banyak sekali jenis buah pisang yang bisa ditemukan di indonesia sekarang. Tentu penting bagi Anda untuk mengetahui kaitan antara jenis pisang dan manfaatnya supaya Anda kemudian bisa mendapatkan efek yang mujarab sesuai dengan niatan awal Anda mengkonsumsi buah pisang, misalnya untuk menghilangkan penyakit tertentu semacam penyakit susah buang air besar. Manfaat yang satu ini bisa didapatkan dari berbagai jenis yang ada.

Sementara itu, ada juga beberapa jenis pisang yang memiliki fungsi khusus, misalnya buah pisang merah yang bisa digunakan sebagai bahan diet. Kandungan khusus yang dimiliki pisang ini juga membuatnya memang sedikit berbeda. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis pisang beserta manfaatnya:

  • Pisang Nangka

Pisang ini kulit buahnya tetap berwarna hijau walaupun sudah matang. Kulit buah ini agak tebal. Buahnya berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 28 cm. Bentuk buah melengkung. Walaupun berukuran agak besar, pisang yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Pisang ini hanya memiliki berat sekitar 150-180 g per buah. Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis sedikit asam dan aroma harum.

Buahnya merupakan produk utama pisang. Pisang dimanfaatkan baik dalam keadaan mentah, maupun dimasak, atau diolah menurut cara-cara tertentu. Pisang dapat diproses menjadi tepung, kripik, ‘puree’,bir (Afrika), cuka, atau didehidrasi. Daun pisang digunakan untuk menggosok lantai, sebagai alas ‘kastrol’ tempat membuat nasi ‘liwet’ dan sebagai pembungkus berbagai makanan. Serat untuk membuat kain dapat diperoleh dari batang semunya. Bagian-bagian vegetatif beserta buah-buah yang tidak termanfaatkan digunakan sebagai pakan ternak; bagian-bagian vegetatif itu khusus dimanfaatkan jika pakan ternak dan air sulit diperoleh (batang semu itu banyak mengandung air).

Tanaman pisang (atau daun dan buahnya) juga memegang peranan dalam upacara-upacara adat, misalnya di Indonesia, untuk upacara pernikahan, ketika mendirikan rumah dan upacara keagamaan setempat. Dalam pengobatan, daun pisang yang masih tergulung digunakan sebagai obat sakit dada dan sebagai tapal dingin untuk kulit yang bengkak atau lecet. Air yang keluar dari pangkal batang yang ditusuk digunakan untuk disuntikkan ke dalam saluran kencing untuk mengobati penyakit raja singa, disentri dan diare, air ini juga digunakan untuk menyetop rontoknya rambut dan merangsang pertumbuhan rambut.

Cairan yang keluar dari akar bersifat anti-demam dan memiliki daya pemulihan kembali. Dalam bentuk tepung, pisang digunakan dalam kasus anemia dan casa letih pada umumnya, serta untuk yang kekurangan gizi. Buah yang belum matang merupakan sebagian dari diet bagi orang yang menderita penyakit batuk darah (haemoptysis) dan kencing manis. Dalam keadaan kering, pisang bersifat antisariawan usus. Buah yang matang sempurna merupakan makanan mewah jika dimakan pagi-pagi sekali. Tepung yang dibuat dari pisang digunakan untuk gangguan pencernaan yang disertai perut kembung dan kelebihan asam.

  • Pisang Tanduk

Jenis yang kedua adalah pisang tanduk. Tahukah Anda bahwa pisang tanduk memiliki nama panggilan yang berbeda-beda di negara ASEAN? Ya, pisang ini di negara Thailand dipanggil dengan sebutan Kluai Nga Chang, akan tetapi di Philiphina, pisang ini biasa disebut dengan nama Tindok.

Pisang tanduk mempunyai ukuran panjang hingga 25-35 cm dan berdiameter 6-7 cm. Pada tiap sikatnya terdiri dari 10-15 buah mencapai berat hingga 7-10 kg. Jenis pisang tanduk ini kurang nikmat jika dinikmati langsung. Akan tetapi akan lebih enak jika dimakan setelah diolah.

  • Pisang Susu

Pisang susu banyak manfaatnya seperti pisang-pisang yang lain. Salah satunya sebagai penambah asam folat. Asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangannya di dalam rahim. Pisang susu mengandung asam folat sehingga sangat bagus dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena pisang juga mengandung kalori yang cukup tinggi jadi berhati hatilah jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi pisang agar manfaat pisang yang didapatkan oleh ibu hamil akan maksimal. satu butir pisang bisa mempunyai kalori 80-100 kalori.

Anda harus perhatikan berapa jumlah kalori perhari yg harus konsumsi. Jumlah kebutuhan kalori ibu hamil tiap bulan berbeda, sesuai dengan usia kehamilan. Selain itu pisang juga bisa untuk mengatasi rasa mual pada perut karena mabuk, milkshake pisang dicampur dengan madu. Manfaat pisang disini untuk menenangkan perut yang mual, dan madu untuk meningkatkan kadar gula darah.

  • Pisang Kepok

Bentuk buah pisang kepok agak gepeng dan bersegi. Karena bentuknya gepeng, ada yang menyebutnya pisang gepeng. Ukuran buahnya kecil, panjangnya 10-12 cm dan beratnya 80-120 g. Kulit buahnya sangat tebal dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda cokelat.

Ada dua jenis pisang kepok, yaitu pisang kepok kuning dan pisang kepok putih. Secara kasat mata dari luar bentuk pisangnya hampir sama. Hanya nanti saat daging buahnya diiris, baru terlihat kalau kepok kuning berwarna kekuningan, sedangkan kepok putih lebih pucat. Rasa kepok kuning lebih manis, sedangkan yang kepok putih lebih asam. Itu kenapa orang enggan mengkonsumsi pisang kepok putih dan menjadikannya makanan burung. Padahal nilai gizi yang terkandung sama saja dengan keluarganya yang kuning itu.

Berbeda dengan pisang ambon dan pisang raja yang sering dijadikan buah meja, maka pisang kepok kuning enak dikonsumsi setelah diolah. Daging buahnya manis. Bahkan buahnya yang masih mengkel, belum terlalu masak, sudah enak kalau dikukus.

Buah yang belum terlalu matang bagus untuk diet penderita penyakit batuk darah (haemoptysis) dan kencing manis. Dalam keadaan kering, pisang bersifat antisariawan usus. Buah yang matang sempurna merupakan makanan mewah jika dimakan pagi-pagi sekali karena kandungan gizinya. Tepung yang dibuat dari pisang digunakan untuk gangguan pencernaan yang disertai perut kembung dan kelebihan asam.

Kandungan protein dan lemak pisang sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin B6 (piridoxin).

  • Pisang Raja Sereh

Pisang Raja Sereh memiliki ciri fisik dari buah ini yaitu warna kuning kecoklatan namun jika sudah matang akan berbintik cokelat gelap. Daging berwarna putih dengan tekstur lunak dan rasa sedikit asam.

Meskipun buah pisang ini sedikit asam, ada banyak kandunganan yang apabila kita konsumsi dapat menyehatkan tubuh. Apa sajakah itu? Setiap satu buah pisang sereh mengandung energi sebesar 110 kkal, protein 1,2 gr, karbohidrat 31,1 gr, lemak 0,2 gr, kalsium 7 mg dan fosfor 29 mg. Selain itu pisang raja serah juga mengandung aneka vitamin diataranya vitamin A, B10 dan C.

  • Pisang Ambon

Pisang ambon (buah) pisang yang dagingnya tebal, berwarna putih kekuning-kuningan, kulitnya kehijau-hijauan sampai kuning. Siapa yang tidak mengenal pisang satu ini. Rasanya yang manis yang banyak digemari masyarakat. Buah ini berasal dari Indonesia, namun merupakan salah satu produk andalan di negeri Belanda. Saat ini pisang ambong sudah di budidayakan dengan cara modern dan beberapa varian yang bisa menjadi pilihan bagi Anda. Namun pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai khasiat dari pisang ambon.

Pisang ambon biasanya digunakan sebagai pencuci mulut atau diolah menjadi berbagai cemilan lainnya. Pisang ambon ada beberapa macam seperti pisang ambon kuning yang memiliki ukuran buah cenderung lebih besar dibanding pisang lainnya, kulitnya berwarna kuning sedangkan dagingnya jika sudah matang berwarna putih kemerahan; pisang ambon lumut, kulitnya berwarna hijau muda meskipun sudah ranum, warna dagingnya lebih putih dibandingkan pisang ambon kuning; dan pisang ambon putih,kulitnya berwarna kuning dengan daging buah berwarna putih, rasanya agak asam namun memiliki wangi yang khas.

Pisang ambon dikenal khasiatnya dapat membuat kulit tampak lebih putih. Selain itu pisang ambon memiliki beberapa kandungan yang baik untuk kesehatan seperti karbohidrat, protein, zat besi, lemak, serat, mineral dan vitamin.

Pisang Manakah Yang Lebih Baik?

Ada beberapa jenis pisang yang memiliki khasiat lebih optimal dan mengandung senyawa khusus untuk melawan sel-sel kanker. Wah, pisang yang seperti apa sih? Pisang pada umumnya mengandung vitamin A, C dan B6 yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Flavonoid di dalam buah pisang juga bisa menjadi salah satu antioksidan yang mencegah terjadinya oksidasi dan pembentukan sel kanker.

Namun, menurut sebuah penelitian dari Japanese Scientific Research, pisang dengan permukaan kulit kekuningan yang mengalami banyak bercak dan bintik hitam, memiliki substansi TNF (Tumor Necrosis Factor) yaitu sebuah senyawa yang mampu melawan sel abnormal dalam tubuh. Konon, semakin banyak bintik hitam di permukaan kulit, maka semakin besar kemampuan imunitas yang diberikan oleh pisang tersebut. Pisang jenis ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melawan pembentukan sel kanker dibanding pisang yang lainnya.

Beberapa pro dan kontra mengikuti penemuan ini. Dilansir dari yourtruefitnesshome.com, meski sesungguhnya pisang yang berkulit mulus dan tanpa bercak memiliki rasa yang lebih enak dan seharusnya mengandung kualitas yang lebih bagus, namun pisang bertotol tetap mampu memberikan dampak yang menyehatkan. Salah satunya adalah menghasilkan serotonin dan dopamin sehingga membantu pembentukan TNF tersebut dan meningkatkan kekebalan tubuh kita.

Well, lebih suka pisang yang kuning bersih atau pisang yang berbintik, tergantung selera. Namun bila Anda suka, pilihlah pisang dengan kulit berbintik yang memberikan khasiat maksimal dalam mencegah kanker.