Bir Peletok, Bir Non-Alkohol Asli Betawi

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia telah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan bukan tidak mungkin jika ada budaya atau kebiasaan Belanda yang kita ikuti. Misalnya saja bir, jika Belanda minum bir dengan kandungan alkohol, namun lain dengan bir yang ada di Indonesia, yaitu bir peletok. Nah buat kalian yang bertanya-tanya apa bedanya bir peletok dengan bir yang lainnya. Yuk kita bahas di artikel ini:

Apa Itu Bir Peletok?

Bir pletok memang namanya saja yang bir akan tetapi minuman yang satu ini adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.

Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.

Sejarah Bir Peletok

Saat zaman Belanda ada masyarakat ikut-ikutan minum bir sama orang Belanda. Sedangkan, masyarakat Betawi yang semuanya beragama Islam tahu kalau bir itu memabukkan dan hukumnya haram. Sejak itulah masyarakat Betawi berinisiatif membuat bir, tapi bisa menyehatkan. Bahannya terdiri dari campuran beberapa rempah-rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi dan serai.

Agar warnanya lebih menarik, masyarakat Betawi menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Itu dibuat, sama-sama minum, sama-sama berkeringat, tapi orang Belanda pada mabuk, sedangkan masyarakat Betawi sehat. Namanya pun beda. Kalau orang Belanda beer, sedangkan masyarakat Betawi menyebutnya bir. Asal kata dari bi’run artinya abyar. Bir artinya sumber mata air dan dari situlah diangkat menjadi bir pletok,” kata Indra Sutisna selaku pakar masyarakat Betawi.

Indra Sutisna selaku pakar masyarakat Betawi mengatakan, arti pletok yang menjadi nama belakang minuman khas Betawi ini terdapat tiga versi. “Arti pletok itu ada beberapa versi, yaitu versi pertama dibuat dari bambu, tempatnya ditutup dan dituangkan bunyi pletok. Versi kedua ada juga diminum, taruh di teko, dicampur es, teko bahannya kan dari alumunium. Nah, terus dikocok dan bunyilah pletok. Sementara versi ketiga, ada buah secang, buahnya kalau tua warnanya hitam, dibuang bijinya dan dipukul sehingga menjadi bir pletok. Ini murni dari rempah-rempah,” ungkapnya.

Dalam mengolah bir pletok, Indra menjelaskan butuh waktu yang lama. Karena proses rempah-rempah harus dibuat dengan cara sederhana serta alami. “Proses pembuatannya itu satu hingga dua jam, karena prosesnya yang masih natural dan apa adanya,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya mengakui bila minuman bir pletok sudah merambah ke beberapa bagian daerah Betawi. Meskipun cara pengolahannya masih bersifat industri rumahan. “Kalau sekarang, bir pletok bisa didapatkan di mana saja, kalau dulu cuma di wilayah Betawi tengah saja,” ujarnya.

Meskipun sudah merambah ke beberapa ragam wilayah di Jakarta, perlahan minuman khas Betawi ini sudah mulai tergeser karena banyak ragam minuman kesehatan yang dijual di mana pun.

Khasiat Bir Peletok

Adapun khasiat jahe antara lain:

  • Mampu meredakan nyeri lambung dan memulihkan radang sendi.
  • Jahe terbukti berkhasiat sebagai karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu mengobati masuk angin.
  • Sifatnya yang menghangatkan tubuh juga dipercaya mengurangi rasa mual, batuk dan gejala flu ringan.
    Penelitian lain menyebutkan, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe berfungsi memecah protein dan lemak. Enzim inilah yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan napsu makan.
  • Jahe juga melindungi sistem pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung. Senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mampu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan. Manfaatnya, nyeri lambung bisa dikurangi dengan mengonsumsi jahe. Peradangan pada arthritis/radang sendi juga bisa ditanggulangi dengan banyak mengonsumsi jahe karena jahe menghambat produksi prostaglandin—hormon dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.
  • Merangsang pelepasan hormon adrenalin yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat, darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun.
  • Jahe Juga mengandung senyawa cineole dan arginine yang mampu mengatasi ejakulasi dini. Senyawa ini juga merangsang ereksi, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Tak salah jika orang pun menjulukinya sebagai aphrodisiac food atau makanan pendongkrak gairah seksual, istimewa bukan?
  • Pengobatan kanker indung telur, jahe merupakan salah satu senjata yang efektif dalam pengobatan kanker indung telur.
  • Mencegah kanker kolon, karena jahe juga bisa memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker kolorektal.
  • Penyembuhan mual akibat hamil, hasil pengamatan dari beberapa studi menunjukkan, jahe juga sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi mual yang dipicu oleh kehamilan.
  • Meredakan migraine, penelitian menemukan, jahe bisa meredakan rasa sakit migrain dengan cara menghentikan kerja prostaglandin, penyebab rasa sakit dan peradangan si pembuluh darah.
  • Meredakan kram, dalam sistem pengobatan China, jahe juga digunakan untuk mengatasi kram akibat menstruasi.

Itulah bir khas Indonesia yang menjadi minuman khas Betawi