Yuk Ketahui Apa Itu Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Pastinya tidak ada manusia di dunia ini yang menginginkan dirinya sakit, bahkan jika hanya terkena flu sekalipun. Apalagi jika harus terkena suatu penyakit aneh dan mengerikan, duh amit-amit deh.

Berbicara soal penyakit aneh dan mengerikan, berikut ini ada satu penyakit yang sangat aneh dan mengerikan yaitu penyakit sapi gila, duhhh dari namanya aja sudah aneh ya guys, kira-kira gimana ya penyakit sapi gila tersebut? Dari pada penasaran yuk mari kita lihat penjelasannya.

Apa itu Penyakit Sapi Gila?

Penyakit sapi gila atau penyakit kuru (mad cow disease) adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh infeksi prion (protein abnormal pada hewan ternak). Prion banyak ditemukan di beberapa bagian tubuh hewan ternak, seperti di otak, mata dan saraf tulang belakang. Jika sudah menyerang otak, prion akan berkembang dan merusak sistem saraf.

Dalam dunia kedokteran, penyakit sapi gila pada hewan ternak dikenal dengan nama bovine spongiform encephalopathy (BSE). Sedangkan pada manusia, penyakit ini dikenal dengan istilah penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) dan banyak ditemukan di Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.

Nah kalau di Indonesia penyakit ini sering di temukan di daerah Papua Nugini sekitar tahun 60-an dimana pada masa itu masyarakat banyak melakukan aksi kanibal dengan ritual yang aneh.

Penyakit kuru membuat penderitanya mengalami rasa sakit pada lengan dan kaki, sulit berjalan, sulit menelan dan tubuh gemetar akibat getaran otot. Penderitanya pun terus merasa kelaparan dan kekurangan gizi. Biasanya penyakit ini mengalami masa inkubasi sekitar 10–13 tahun bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 tahun.

Secara umum ada empat jenis penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD), yaitu:

  • Sporadic CJD. Merupakan jenis penyakit sapi gila yang paling sering ditemukan. Gangguan muncul sebagai perubahan protein otak menjadi protein abnormal, yang disebut dengan prion. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Kebanyakan penyakit jenis ini terjadi pada orang dewasa berusia 45-75 tahun. Gejala-gejalanya mulai berkembang pada usia 60-65 tahun.
  • Variant CJD (vCJD). Diakibatkan oleh konsumsi daging ternak yang positif terinfeksi penyakit sapi gila dan mengandung prion. Masa inkubasi jenis penyakit sapi gila ini sangat lama, bisa lebih dari 10 tahun.
  • Familial CJD. Merupakan jenis penyakit sapi gila yang paling jarang ditemukan. Seseorang menderita kelainan ini karena diturunkan dalam keluarga. Jenis ini menyerang setiap satu dari sembilan juta orang di dunia.
  • Iatrogenic CJD. Ditularkan secara tidak sengaja melalui prosedur medis seperti pengobatan dan operasi. Sejumlah peralatan medis yang tidak disterilkan bisa menjadi media penularan penyakit sapi gila.

PENYEBAB

Terjadi kerusakan jaringan otak oleh suatu organisme yang menyerupai virus (protein yang bisa ditularkan, yang disebut prion). Beberapa kasus terjadi pada dewasa yang menerima hormon pertumbuhan yang berasal dari kadaver (mayat yang diawetkan).

Agen penyebabnya (prion) diduga telah ditularkan melalui hormon pertumbuhan (yang berasal dari kelenjar hipofisa kadaver). Resiko terkena penyakit ini sedikit meningkat pada orang-orang yang menjalani pembedahan otak. Beberapa ahli patologi tertular oleh penyakit ini dari kadaver.

GEJALA

Beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terinfeksi, tidak timbul gejala. Secara perlahan, kerusakan otak bertambah dan penderita mengalami demensia (penurunan kemampuan intelektual).

Pada awalnya, gejalanya mirip demensia lainnya, yaitu tidak peduli akan kebersihan badannya, apatis, mudah marah, pelupa dan bingung. Beberapa penderita merasakan mudah lelah, mengantuk, tidak bisa tidur atau kelainan tidur lainnya. Kemudian gejala-gejalanya dipercepat, biasanya jauh lebih cepat dari pada penyakit Alzheimer, sampai penderita betul-betul pikun.

Kedutan/kejang pada otot biasanya muncul dalam 6 bulan pertama setelah gejala dimulai. Gemetar, gerakan tubuh yang janggal dan aneh juga bisa terjadi. Penglihatan juga bisa kabur atau suram.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan kemunduran fungsi mental yang terjadi dengan cepat atau disertai oleh kedutan otot. Pemeriksaan sistem saraf dan motorik menunjukkan kedutan otot dan kejang (mioklonus). Ketegangan otot meningkat atau bisa terjadi kelemahan dan penyusutan otot. Bisa terjadi refleksi abnormal atau peningkatan respon dari refleks yang normal.

Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan adanya daerah kebutaan yang mungkin tidak disadari oleh penderitanya. Terdapat gangguan koordinasi yang berhubungan dengan perubahan persepsi visual-spasial dan perubahan di dalam serebelum (bagian otak yang mengendalikan koordinasi).

Pemeriksaan EEG (rekaman aktivitas listrik otak) menunjukkan adanya perubahan yang khas untuk penyakit ini. Pemeriksaan khusus terhadap jaringan otak untuk memperkuat diagnosis, hanya dapat dilakukan jika penderita sudah meninggal dan diambil contoh otaknya untuk diperiksa.

PENGOBATAN

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan progresifitasnya tidak dapat diperlambat. Bisa diberikan obat-obatan untuk mengendalikan perilaku yang agresif (misalnya obat penenang, anti-psikosa).

Itulah beberapa hal mengenai penyakit sapi gila.