Tidak Selalu Perut Nyeri Merupakan Gejala Maag, Bisa Jadi Itu Tukak Lambung

Selama ini banyak orang yang mengira kalau rasa nyeri pada perut diartikan sebagai gejala dari penyakit maag. Padahal tidak semua masalah nyeri perut selalu tentang sakit maag. Itu artinya ada penyebab lain yang menyebabkan perut bisa terasa amat nyeri, salah satunya adalah tukak lambung.

Sakit maag dan tukak lambung merupakan dua kondisi yang berbeda, meski memiliki beberapa gejala yang hampir sama. Lantas, adakah perbedaan antara sakit maag dengan tukak lambung? Ataukah sama saja antara kedua penyakit tersebut?

Nah, untuk mengetahui perbedaan antara keduanya, anda harus terlebih dulu mengetahui apa itu sebenarnya penyakit tukak lambung. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Tukak Lambung?

Tukak lambung (ulkus peptikum, peptic ulcer) adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus). Tukak lambung dapat menyebabkan rasa nyeri pada lambung atau bahkan perdarahan dalam kasus yang parah.

Bisul di perut dikenal sebagai tukak lambung sedangkan pada bagian pertama usus dikenal sebagai tukak duodenum. Gejala yang paling umum dari ulkus duodenum terbangun di malam hari dengan nyeri perut bagian atas atau sakit perut bagian atas yang membaik dengan makan. Tukak lambung biasanya ditandai dengan adanya rasa sakit yang terjadi akibat telat makan. Rasa sakit sering digambarkan sebagai rasa terbakar dan nyeri. Gejala lainnya termasuk bersendawa, muntah, penurunan berat badan atau nafsu makan yang buruk.

Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, pria usia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Tukak lambung sendiri dapat diobati hingga tuntas jika penyebab utama dapat diketahui. Tukak dapat terjadi di mana saja dalam organ usus anda. Jenis yang paling umum dari tukak adalah:

  1. Tukak lambung yaitu jenis umum dari tukak lambung yang berkembang di dalam perut anda.
  2. Tukak usus kecil yaitu kondisi ini terletak di awal dari usus kecil, kadang-kadang disebut usus kecil atau usus dua belas jari.
  3. Tukak kerongkongan yaitu kondisi ini terjadi di dalam kerongkongan, yaitu saluran yang membawa makanan dari tenggorokan ke perut anda.

Akan tetapi setiap orang dapat memiliki lebih dari satu jenis tukak lambung peptikum pada waktu yang sama. Tanpa perawatan yang tepat, tukak lambung bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan. Untungnya saja tukak lambung dapat diobati dengan mudah lho. Ada faktor-faktor dan perilaku yang dapat meningkatkan risiko mengalami sakit tukak lambung. Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi dari tukak lambung jika anda:

  • Merokok
  • Sering menggunakan steroid (seperti untuk mengobati asma)
  • Hiperkalsemia (kelebihan kalsium)
  • Riwayat keluarga tukak lambung
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan

Gejala Yang Biasanya Sering Muncul

Walaupun sejumlah gejala berikut terkait dengan tukak lambung, gejala-gejala ini mungkin muncul atau mungkin tidak muncul. Semakin parah lukanya maka akan semakin buruk gejala berikutnya yang akan mempengaruhi anda. Gejala yang paling umum untuk tukak lambung adalah panas dan nyeri perasaan di bagian atas atau tengah perut tergantung pada tempat tukak lambung. Rasa sakit dapat meningkat ketika perut anda kosong dan lebih baik setelah anda makan. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang:

  • Menyebar ke leher, pusar hingga punggung
  • Muncul pada malam hari
  • Terasa makin parah saat perut kosong
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika anda makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung
  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian

Di samping nyeri pada lambung, ada beberapa gejala lain yang mungkin anda alami, di antaranya adalah nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual serta gangguan pencernaan.

Jika anda merasakan gejala-gejala tersebut, periksakan diri anda ke dokter. Meski demikian, tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apa pun sampai akhirnya terjadi komplikasi.

Oleh sebab itu, anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat, terutama jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung.

Penyebabnya

Tukak lambung disebabkan oleh penipisan lapisan lendir di usus. Fungsi lendir ini adalah untuk melindungi dinding usus dari asam lambung. Dinding lambung biasanya dilapisi selaput (mukus) yang melindunginya dari asam lambung. Nah, ketika lendir tidak ada, dinding usus mungkin rusak karena asam. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung.

Berikut di bawah ini adaalah beberapa pemicu yang menyebabkan tukak lambung:

Infeksi

Infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya tukak lambung yaitu infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Jenis bakteri ini merupakan bakteri yang bersifat patogen dengan  bentuk spiral dan memiliki 4 sampai 6 cambuk. H. pylori merupakan jenis bakteri yang berkembang biak di dalam air minum serta makanan yang tidak higienis. Makanan yang tidak dimasak dengan benar juga berpotensi mengandung H. pylori. Penderita tukak lambung akibat infeksi H. pylori biasanya memperoleh infeksi sejak kecil. Meskipun demikian, gejalanya baru akan muncul beberapa tahun setelahnya. H. pylori dapat bertahan hidup di bagian perut seseorang selama orang tersebut masih hidup.

Mekanisme terjadinya tukak lambung yang disebabkan infeksi dari bakteri diawali dengan terjadinya infeksi H. pylori yang kemudian memperbanyak diri dan menghasilkan sitotoksin yang dapat memecah pertahanan mukus lalu menempel di sel epitel pada lambung. Setelah berada di lambung, bakteri H. pylori selanjutnya menghasilkan karbon dioksida, amonia, serta produk lain seperti katalase, protease, dan fosfolipase yang merupakan racun. Produk yang dihasilkan oleh bakteri tersebut selanjutnya akan terakumulasi dan merusak pertahanan mukosa lambung sehingga munculnya radang kronis dan berkembang menjadi tukak lambung.

Rokok

Rokok bisa memicu penyakit tukak lambung, hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari tembakau sebagai bahan dasar rokok serta zat yang terdapat pada rokok. Seseorang yang aktif merokok bisa saja memiliki tukak lambung, sehingga dengan begitu jumlah penderita tukak lambung dari perokok aktif cukup banyak.

Penggunaan NSAIDs

Penyebab tukak lambung lainnya adalah akibat penggunaan Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat anti inflamasi nonsteroid. NSAIDs merupakan salah satu jenis obat yang bermanfaat sebagai pengurang rasa nyeri, anti radang, sekaligus penurun panas. Beberapa contoh dari NSAIDs adalah meloxicam, piroxicam, aspirin, asam mefenamat, dan ibuprofen.

Penggunaan NSAIDs dapat memicu terjadinya tukak lambung dengan mengiritasi epitelium lambung secara langsung atau dengan menghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang berfungsi untuk melindungi fungsi fisiologis tubuh seperti fungsi mukosa lambung dan melindungi fungsi ginjal. Ketika produksi prostaglandin dalam lambung terhambat maka dampak perlindungan mukosa lambung akan berkurang. Hal ini mampu meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung dalam tubuh.

Stres

Stres sebenarnya bukan menjadi penyebab tukak lambung, namun stress bisa memicu kambuhnya tukak lambung. Ketika pikiran sedang stress atau pusing karena masalah tertentu, biasanya sakit pada perut akan terasa diakibatkan karena tukak lambung parah.

Di samping bakteri dan obat, faktor gaya hidup juga meningkatkan risiko menderita tukak lambung, seperti :

  • Mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung.
  • Mengalami stres yang tidak segera diatasi.
  • Merokok yang meningkatkan risiko mengalami tukak lambung bagi orang yang terinfeksi bakteri pylori.

Banyak yang menganggap makanan pedas atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tapi dapat memperparah gejalanya.

Bahaya dan Komplikasi Tukak Lambung

Salah satu bahaya tukak lambung adalah terjadinya komplikasi pada penderita. Hal ini memang jarang terjadi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang dapat mengalami komplikasi. Komplikasi biasa terjadi ketika tukak lambung yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dengan cara yang tepat seperti pengonsumsian obat anti inflamasi nonsteroid yang tidak sesuai.

Apabila tidak ditangani dengan segera dan cepat, tukak lambung akan menyebabkan komplikasi atau bahaya lainnya. Bahaya atau komplikasi tukak lambung yang memiliki potensi serius yaitu:

Peritonitis

Meskipun pada umumnya jarang terjadi, tetapi tukak lambung memiliki potensi melubangi dinding lambung atau usus, sehingga akan menyebabkan infeksi yang cukup serius di dalam rongga perut. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit, pasalnya jika dibiarkan akan berakibat fatal.

Pendarahan di Dalam Perut

Keadaan ini merupakan komplikasi yang paling umum terjadi akibat tukak lambung. Pendarahan yang terjadi bisa saja ringan maupun parah, sampai membutuhkan transfusi darah.

Pergerakan Dalam Sistem Pencernaan Terhalang

Tukak lambung bisa saja membengkak atau bahkan membentuk jaringan di dalam perut, sehingga akibatnya akan menyumbat atau menghalangi saluran pencernaan sehingga makanan yang masuk ke dalamnya tidak bisa lewat. Keadaan ini akan memicu seseorang cepat kenyang, berat badan menurun, dan muntah-muntah.

Usia pasien bisa mempengaruhi resiko seseorang mengalami komplikasi akibat tukak lambung. Dimana lansia berusia di atas 60 tahun merupakan orang yang memiliki resiko tertinggi. Selain itu, konsumsi obat anti inflamasi non-steroid juga bisa meningkatkan resiko komplikasi. Komplikasi jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala, sehingga dengan begitu sering tidak disadari atau tidak bisa diobati.

Bagaimana Cara Mengobati Tukak lambung?

Sakit tukak lambung mudah diobati dengan obat-obatan dan operasi. Sebagian besar kasus tukak lambung hanya diperlukan perawatan obat. Dalam kasus yang parah, operasi diperlukan untuk menghilangkan tukak lambung. Jika luka anda menghasilkan H. pylori, anda akan perlu menggunakan antibiotik.

Untuk tukak lambung ringan sampai sedang, dokter biasanya akan meresepkan obat berikut:

  1. Blocker H2, juga dikenal sebagai pengurang asam, akan mencegah tingkat asam dalam perut agar tidak terlalu tinggi untuk pasien dengan hyperacidity.
  2. Inhibitor pompa proton akan menghambat fungsi sel memproduksi asam.
  3. Penggunaan antasid pasaran untuk menyeimbangkan kadar asam dalam perut anda.
  4. Agen sitoprotektif, seperti Pepto-Bismol akan melindungi dinding lambung dan usus kecil.

Ingatlah untuk menggunakan obat anda secara menyeluruh bahkan setelah gejala anda menghilang. Hal ini sangat penting memastikan bahwa semua bakteri infeksi H. pylori hancur. Untuk pendarahan tukak lambung aktif, anda akan perlu dirawat di rumah sakit untuk perawatan ekstensif dan transmisi darah. Operasi akan dilakukan dengan memotong luka dan mengikat arteri yang mengalami perdarahan atau memotong saraf ke perut untuk mengurangi produksi asam lambung.

Selain pemberian obat-obatan, tindakan operasi juga terkadang diperlukan jika tukak lambung telah mengakibatkan adanya lubang pada dinding lambung atau jika terjadi perdarahan serius yang tidak bisa diatasi dengan tindakan lewat endoskopi.

Menangani penyebab tukak lambung dengan seksama akan menyembuhkan luka yang muncul sekaligus mencegah kekambuhannya. Untuk membantu proses penyembuhan serta menghindari gejala tukak lambung yang makin parah, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

  • Membatasi konsumsi minuman keras. Kandungan alkoholnya dapat menyebabkan iritasi pada bagian lambung yang mengalami peradangan.
  • Berhenti merokok. Rokok dapat menghambat penyembuhan sekaligus meningkatkan risiko tukak lambung.
  • Mengurangi konsumsi teh dan kopi karena keduanya dapat meningkatkan kadar asam lambung.
  • Mengurangi konsumsi susu. Terkadang, mengonsumsi susu dapat membantu meredakan rasa nyeri akibat tukak lambung. Namun setelahnya, susu akan meningkatkan kadar keasaman lambung sehingga lambung akan bertambah nyeri.
  • Mengonsumsi bahan makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, keju tua.
  • Menghindari konsumsi makanan pedas atau berlemak.
  • Menerapkan pola makan sehat dengan banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
  • Mengganti obat pereda nyeri yang biasa digunakan jika memungkinkan dan tanyakan pada dokter obat yang sesuai untuk anda.
  • Mengontrol stres dan beristirahat secara cukup.

Bagi pasien tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, sebaiknya menghindari atau mewaspadai penggunaan obat ini di kemudian hari. Jika kondisi kesehatan anda menuntut anda untuk tetap menggunakannya, diskusikanlah metode penerapan terbaik dengan dokter agar terhindari dari risiko tukak lambung.

Apa Bedanya Tukak Lambung dan Dengan Maag?

Penyakit maag dan tukak lambung sebenarnya adalah dua penyakit yang berbeda. Akan tetapi sebagian besar orang awam menganggap dua penyakit adalah penyakit yang sama. Jika dilihat dari gejalanya, keduanya memang menunjukkan gejala yang sama. Masalah utama penyakit maag dan tukak lambung sama-sama ada di lambung, tetapi akar masalahnya berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit maag dan juga tukak lambung, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sakit maag dalam bahasa medis disebut dengan gastritis yang berasal dari gaster dan itis. Gaster artinya lambung dan itis artinya peradangan. Gastritis adalah proses peradangan yang terbatas hanya pada lapisan mukosa dan submukosa di dinding lambung. Peradangan ini bisa disebabkan oleh sistem perlindungan mukosa lambung yang tidak maksimal akibat paparan zat yang merugikan secara terus-menerus.

Penyebab maag di antaranya adalah produksi asam lambung yang berlebihan akibat pola makan yang tidak teratur atau kondisi stress yang berlebihan. Lalu, konsumsi makanan tertentu yang bisa mengiritasi lambung, seperti makanan yang terlalu pedas, makanan berlemak dan juga makanan penghasil gas. Gejala maag di antaranya adalah mual, muntah, nyeri pada ulu hati, lambung serasa penuh, kembung, sering bersendawa, sering buang angin, cepat kenyang dan perut keroncongan. Penanganan untuk penyakit ini tidak sulit, gejala maag biasanya akan hilang ketika si penderita mengonsumsi obat lambung. Jika pola makan selalu terjaga, penyakit maag pun tidak akan kambuh.

Sementara itu, tukak lambung didefinisikan sebagai kerusakan pada mukosa lambung yang mengakibatkan adanya luka dan juga peradangan lokal. Disebut tukak apabila kerusakan tersebut berupa robekan dengan diameter 5 mm dari submukosa hingga ke otor mukosa dan dinding lambung. Dengan definisi lain, tukak lambung adalah hilangnya lapisan epitel pada permukaan dinding lambung sampai ke lapisan dalam dengan diameter kurang lebih 5 mm.

Penyebab tukak lambung hampir sama dengan maag, yaitu karena produksi asam lambung yang berlebih, infeksi bakteri, atau konsumsi obat-obatan terlarang. Hanya saja, tukak lambung adalah proses lebih lanjut dari penyakit maag. Dengan kata lain, tukak lambung adalah penyakit maag yang bersifat kronis karena tidak ditangani dengan baik. Gejala penyakit tukak lambung adalah mual, muntah darah, berat badan menurun dan tinja hitam.

Penanganan penyakit tukak lambung ini hampir sama seperti penyakit maag. Akan tetapi untuk beberapa kasus tukak lambung dengan komplikasi, penderita memerlukan terapi khusus bahkan sampai operasi. Operasi tukak lambung disebut dengan vagotomy. Operasi ini dilakukan agar luka pada dinding lambung tidak semakin parah.

Itulah penjelasan penyakit tukak lambung, jika gejala yang ditimbulkan semakin parah, maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Agar tidak menderita tukak lambung, mulai sekarang jagalah kesehatan lambung dengan makan teratur, kurangi asupan yang dapat mengiritasi lambung, kelola stres dengan baik.