Rahim Plastik, Alat Penyelamat Bagi Bayi Prematur

Menurut The World Health Organisation (WHO), menyatakan bahwa bayi prematur yang lahir sebelum usia 37 minggu hampir tidak memiliki kesempatan buat bertahan hidup. Menurut dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat satu juta bayi prematur yang meninggal. Permasalahan umumnya adalah mereka tidak mampu bertumbuh kembang.

Peluang bayi prematur bertahan hidup tergantung pada tingkat prematuritas

Kasus bayi prematur termuda yang tercatat mampu bertahan hidup adalah di usia kehamilan 21 minggu 6 hari, sehingga banyak media menyebutnya sebagai suatu ‘keajaiban’.

Kemampuan bayi prematur yang dapat bertahan hidup meningkat ketika kehamilan dan terus berkembang. Bahkan tambahan seminggu di dalam rahim pun bisa membuat perbedaan besar. Namun pada umumnya, bayi prematur yang lahir mendekati usia 37 minggu akan lebih baik dari pada bayi prematur yang lahir sebelum 28 minggu.

Peluang bertahan hidup untuk bayi prematur tergantung pada tingkat prematuritas dan berat lahir bayi. Kehamilan dikatakan cukup bulan jika sudah mencapai antara 37-42 minggu.

Dua pertiga bayi yang lahir kedunia pada usia kehamilan 24 minggu yang dirawat di NICU umumnya akan mampu bertahan. Sebanyak 98 persen bayi yang lahir di usia kehamilan 30 minggu juga akan bertahan hidup.

Persentase harapan hidup bayi prematur berdasarkan usia kehamilan

Berikut ini adalah harapan hidup seorang bayi prematur:
Usia kehamilan 23 minggu memiliki harapan hidup 17%
Usia kehamilan 24 minggu memiliki harapan hidup 39%
Usia kehamilan 25 minggu memiliki harapan hidup 50%
Usia kehamilan 26 minggu memiliki harapan hidup 80%
Usia kehamilan 27 minggu memiliki harapan hidup 90%
Usia kehamilan 28-31 minggu memiliki harapan hidup 90-95%
Usia kehamilan 32-33 minggu memiliki harapan hidup 95%
Usia kehamilan 34+ minggu memiliki harapan hidup hampir sama peluangnya dengan bayi cukup bulan

Namun, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang telah menciptakan “Rahim Plastik”, yang dapat membantu menjaga kelangsungan hidup seorang bayi yang lehir secara prematur. Wahh kayak apa ya?

Beberapa waktu yang lalu, para ilmuan dari Center for Fetal Diagnisis and Treatment di Children’s Hospital of Philadelphia mempublikasikan penelitian terbaru mereka. Mereka telah menciptakan sebuah Rahim plastik untuk menolong bayi-bayi yang terlahir secara prematur. Gimana caranya rahim plastik bisa bantu bayi?

Seperti Rahim


Kantong plastik yang Dibuat menyerupain rahim ibu pada umumnya, memang kelihatannya seperti kantong plastik es. Tapi ternyata rahim buatan ini dibuat dari polythene. Yang di dalamnya terdapat cairan yang mengandung amniotic fluid. Kemudian cariran ini akan ditelan dan jadi pendukung si bayi prematur tersebut selama berada di dalam “rahim” ini.

Kemudian cairan akan dikeluarkan secara bergantian dengan yang baru setiap harinya. Nah sistem ini dapat meniru apa saja yang terjadi di dalam rahim dengan semirip mungkin. Dr. Alan Flake yang menjadi pemimpin penelitian ini bilang, “Kami membuat sistem semirip mungkin dengan keadaan di rahim dan juga dapat menggantikan fungsi plasenta.” Menurut info dari CNN, sebanyak satu dari 10 kelahiran di seluruh dunia adalah lahir secara prematur.

Dicoba Domba


Partridge menguji keefektifan rahim buatannya? Mereka melakukan studi pada embrio domba yang usianya setara dengan embrio manusia berumur 23 minggu.Embrio dimasukkan dalam kantung berisi amnion. Bagi umbilical cord-nya dihubungkan dengan mesin udara lewat selang yang berfungsi mirip plasenta.

Rahim buatan itu juga dihubungkan dengan kantung berisi nutrisi, mirip cairan infus. Lantas, kantung disimpan di lingkungan yang steril dan suhu optimal. Pengamatan menunjukkan, embrio tampak menikmati lingkungan plastik itu. Matanya terbuka dan bulu pun tumbuh normal.

Setelah menginjak 28 hari di dalam rahim buatan, embrio dilepaskan. Sejumlah embrio dibunuh dengan sengaja agar ilmuwan bisa mengamati perkembangan organnya. Sejumlah embrio lain dibiarkan hidup dan diberi makan lewat botol, sama seperti halnya bayi manusia yang diberi susu formula.

“Mereka tumbuh normal. Paru-parunya berkembang sempurna. Otaknya juga. Embrio berkembang normal dalam setiap aspek,” kata Alan Flake.

Meski sukses dilakukan pada seekor domba, bukan berarti prosedur ini langsung bisa dipakai untuk manusia. Tim masih perlu melakukan eksperimen lain untuk memastikannya.

Salah satu tantangannya adalah sterilitas. Jika tak steril, rahim buatan beserta isinya malah bisa membahayakan embrio.

Tantangan lain adalah menemukan formula cairan amnion yang tepat bagi manusia serta hormon pertumbuhan yang dibutuhkan. “Ini justru akan butuh banyak riset pra-klinis dan perawatan ini tak akan tersaji di klinik terdekat,” kata Colin Duncan dari University of Edinburgh.

Resiko

Dari penemuan ini ada resiko yang paling jelas kelihatan adalah masalah kesterilan temat. Walaupun biobag ini udah pasti dibersihkan dan diterilkan tapi resiko itu pasti tetap ada ya guys.  Selain itu juga belum tentu orang tua si bayi merasa nyaman dengan kondisi bayi yang hidup di dalam “rahim” buatan ini. Dikutip dari CNN, Collin Duncan professor of reproductive medicine and science dari the University of Edinburgh bilang, praktek ini gak bakal terlaksana sampai setidaknya dalam 20 tahun yang akan  mendatang.

Wuih, penemuan ini memang benar-benar luar biasa. Apa benar teknologi yang  satu ini bakal bisa bantu masalah kematian pada bayi yang lahir dengan cara  prematur ?