Prolapsus Uteri, Gangguan Dasar Panggul Yang Menyebabkan Perubahan Posisi Rahim

Setiap wanita yang dilahirkan ke bumi ini pasti memiliki kelebihannya tersendiri. Contoh salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan adalah dengan dapat mengandung. Peranakan merupakan organ yang penting dan hanya dimiliki oleh setiap wanita. Dengan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan, peranakan merupakan tempat berkembangnya janin dan dikandung selama sembilan bulan. Nah, akan tetapi tidak semua wanita memiliki peranakan dengan posisi yang benar karena sebagiannya pasti ada yang memiliki posisi turun.

Dalam dunia medis, turun peranakan diistilahkan dengan prolaps uteri. Suatu keadaan dimana posisi rahim turun. Posisi rahim yang normal ada di atas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sementara pada prolaps uteri, posisi rahim turun ke dalam vagina.

Turun peranakan atau turun rahim merupakan keadaan dimana perut bagian bawah seperti mendayut dan vagina terasa akan menyembul keluar. Turun peranakan terjadi pada wanita dan segala usia, namun pada umumnya ganggun ini didalami oleh kaum wanita postmenopause yang telah melahirkan melalui vagina sebanyak satu kali atau lebih. Akan tetapi sekarang ini justru banyak wanita yang mengalami turun peranakan yang disebabkan oleh pemijatan dibagian perut. Nah, apakah pemijatan yang dilalukan dibagian perut ini benar-benar dapat membuat turun peranakan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Turun Peranakan Atau Prolaps Uteri?

Istilah ini pastinya sering kita dengar di tengah-tengah masyarakat, terutama kaum ibu. Pasalnya, sebagian besar wanita baik yang sudah pernah melahirkan atau belum pastinya pernah mengalami kondisi ini. Di dunia medis turun peranakan dikenal dengan istilah prolaps uteri yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun mendekati vagina.

Turun peranakan atau prolaps uteri adalah kondisi rahim yang bergerak keluar dari posisi normal, sehingga posisinya turun dan menonjol di dalam vagina. Biasanya rahim berada di atas vagina, ditahan oleh otot dan ligamen. Ketika turun peranakan, otot dan ligamen membentang dan menjadi lemah dalam menahan rahim dengan baik. Rahim jatuh perlahan dan bergerak keluar dari posisi normal, keluar ke dalam vagina. Kandung kemih (pembawa urin), uretra (saluran urin) dan kolorektal (otot tabung yang mengontrol usus) juga bisa ikut turun seperti rahim.

Pengobatannya akan tergantung pada tingkat penurunan. Turun peranakan yang tidak diobati dapat menyebabkan serviks borok dan meningkatkan risiko infeksi atau cedera pada organ panggul.

Pada posisi rahim yang normal tentunya rahim akan berada di atas vagina dan menggantung di dalam rongga panggul (pelvic). Sedangkan untuk posisi rahim turun (prolaps uteri) mendekati vagina. Untuk mengetahui berat atau tidaknya kasus turun peranakan, hal ini tergantung dari seberapa derajat turunnya rahim dari posisi yang semula.

Pada kondisi rahim turun, hal ini disebabkan oleh adanya kelemahan jaringan pada otot dasar panggul yang berfungsi dalam menyokong rahim. Kondisi rahim yang turun tentunya tidak terjadi dalam waktu yang cukup singkat, namun terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Untuk mengetahui apa saja penyebab wanita turun peranakan tentunya terdapat beberapa faktor yang mengindikasikan terjadinya turun peranakan. Beberapa faktor penyebab turunnya peranakan dapat diketahui pada beberapa poin selanjutnya.

Namun, ada juga yang mengatakan bahwa turunnya peranakan juga dapat disebabkan oleh kebiasaan wanita setelah melakukan pemijatan. Dalam hal ini pijat yang dilakukan oleh wanita tentu saja pijat pada perut. Pemijatan tersebut dikarenakan seorang wanita mengalami keluhan pada bagian tersebut dan salah satu solusi yang banyak diambil adalah pijat tersebut.

Terlebih untuk wanita yang tinggal di daerah pedesaan, maka pijat perut umum dilakukan. Namun lagi-lagi kepercayaan akan posisi kandungan yang turun masih saja diperdebatkan. Pijat perut dilakukan dengan memijat pada bagian perut secara pelan-pelan.

Secara sederhana, pijat dilakukan untuk meregangkan posisi otot-otot yang tegang dan juga untuk melancarkan aliran darah. Begitu juga pemijatan pada perut yang mengalami sakit atau gangguan. Memang menjadi sebuah kepercayaan jika dilakukan di desa-desa yang kental akan kebudayaan apalagi turun-temurun sehingga kepercayaan setelah melakukan pijat pada perut akan menyebabkan kandungan turun pun masih juga dianggap benar adanya.

Kepercayaan tersebut hampir dipercayai oleh segala usia dan kedudukan wanita. Pemijatan pada bagian perut terutama di bagian bawah menyebabkan kandungan turun. Tentu permasalahan tersebut harus dibuktikan akan kebenaran dengan ilmu medis. Dengan begitu kepercayaan yang selalu mengarah pada kesalahan dapat diketahui kebenaran secara pasti.

Penyebab Wanita Turun Peranakan

Pada umumnya, turun peranakan dapat disebabkan oleh melemahnya otot-otot panggul dalam menahan posisi rahim. Biasanya, kelemahan otot ini bisa dipengaruhi oleh faktor usia. Namun, tidak selamanya faktor usia menjadi satu-satunya penentu turunnya peranakan. Seiring bertambahnya usia seseorang, tentunya semakin besar pula risiko kesehatan yang dialami oleh wanita tersebut. Terlebih kondisi ini terjadi pada wanita yang akan ataupun sudah memasuki fase menopause. Dalam hal ini, proses penuaan alami juga dapat menyebabkan produksi hormon estrogen menjadi menurun. Hormon inilah yang memang berperan aktif dalam menjaga otot panggul tetap rileks dan juga kuat.

Selain faktor usia, turunnnya peranakan juga disebabkan oleh wanita yang sudah mengalami fase kehamilan dan juga melahirkan. Dapat diindikasikan bahwa semakin anda hamil, semakin besar pula risiko anda mengalami peranakan turun. Hal ini tentunya disebabkan oleh adanya kerusakan otot dan juga jaringan panggul dari masa kehamilan hingga masa persalinan. Dalam beberapa kasus melahirkan bayi dengan berat badan yang besar, proses persalinan yang lama serta mengejan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko peranakan yang turun.

Dalam beberapa kasus penyebab wanita turun peranakan dapat disebabkan oleh beberap hal yang mesti anda ketahui. Dengan begitu anda dapat menghindari dan juga mencegah hal tersebut untuk tidak terjadi. Berikut ini beberapa penyebab wanita turun peranakan, diantaranya:

  • Batuk yang kronis
  • Adanya tumor di bagian perut yang kemudian menekan rahim hingga turun mendekati vagina
  • Sembelit kronis
  • Pernah mengalami riwayat operasi panggul sebelumnya
  • Mengalami berat badan berlebih atau obesitas
  • Sering melakukan aktivitas yang cukup berat sehingga memberikan tekanan pada otot panggul yang dapat meningkatkan risiko turunnya peranakan
  • Adanya berbagai kondisi yang dapat meningkatkan tekanan di area perut seperti penumpukan cairan di perut dan juga tumor pada area panggul
  • Wanita yang telah melahirkan banyak anak dalam beberapa kali persalinan
  • Faktor genetik
  • Wanita yang mengalami menopause dimana terjadinya penurunan kadar estrogen sehingga hal ini dapat mempengaruhi jaringan kolagen
  • Kebiasaan merokok
  • Adanya tumor yang terjadi pada kandungan
  • Adanya beban terus menerus atau serinng mengejan
  • Pernah mengalami riwayat persalinan dengan menggunakan alat forcep atau vakum sehingga adanya kerusakan pada jalan lahir
  • Wanita usia lanjut yang dapat menyebabkan kolagen menjadi berkurang sehingga terjadinya kelemahan pada jaringan penyangga panggul

Gejala dan Tandanya

Bagaimanapun juga, kondisi peranakan yang turun dapat ditandai dengan munculnya berbagai gejala. Hal ini bukan tanpa sebab melainkan adanya ganngguan di dalam rahim anda. Pada beberapa kasus yang tergolong masih ringan pada umumnya tidak akan menimbulkan keluhan ataupun gejala.

Akan tetapi, pada beberapa kasus dengan riwayat turunnya peranakan dapat ditandai dengan gejala-gejala seperti pada berikut ini:

  • Pendarahan yang terjadi pada vagina
  • Adanya nyeri pada area panggul
  • Sulit ketika buang air kecil
  • Adanya kesulitan dalam menggerakkan perut
  • Merasa tidak nyaman ketika berjalan ataupun bergerak
  • Terkadang merasa duduk di atas bola
  • Rasa nyeri dan juga perih saat berhubungan seksual
  • Adanya sesuatu yang seperti keluar dari dalam vagina

Tentunya, jika anda mengalami gejala seperti yang telah kami sebutkan di atas. Segera temui dokter dan juga tenaga medis lainnya untuk mendapatkan perawatan yang cukup intensif. Jika tidak diperhatikan dengan benar, maka kondisi apapun tentunya dapat mengganggu fungsi kandung kemih, fungsi usus dan juga seksual anda.

Cara Mengatasi Peranakan Turun

Kondisi peranakan turun ini sangatlah mengganggu dengan gejala yang ditimbulkannya dan apabila terlambat ditangani bisa menyebabkan ibu kehilangan rahim selamanya karena harus diangkat. Untuk itu penting sekali untuk para ibu melakukan diagnosis lebih awal untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat sebelum semuanya terlanjur.

Pengobatan yang diberikan umumnya juga disesuaikan dengan berat ringan tingkatan penyakitnya. Selain itu yang perlu ibu ketahui, pengobatan secara oral umumnya tidak ada, kecuali obat tersebut untuk mengurangi gejala rasa sakit di bawah perut atau belakang bawah panggul dengan pemberian obat pengurang rasa nyeri. Namun obat ini tidak akan diberikan dalam jangka panjang mengingat dampaknya pada fungsi ginjal.

Selama masih dianggap ringan dan tidak mengganggu, penurunan posisi rahim cukup ditangani sebatas observasi dan pemantauan saja dan juga disertai dengan tindakan pencegahan serta terapi penguatan otot-otot panggul kembali, salah satunya dengan senam Kegel.

Senam Kegel dapat membantu mencegah terjadinya turun peranakan (Prolaps Uteri) atau membuat Prolaps Uteri yang ringan tidak menjadi semakin parah. Senam Kegel ini juga dapat dilakukan ketika ibu sedang hamil atau setelah melahirkan untuk mencegah inkotinensia urin, serta mencegah rahim turun dan juga menguatkan otot vagina. Selain itu, senam Kegel, bersamaan dengan terapi dan konseling seks, dapat membantu mengatasi masalah wanita yang mengalami kesulitan orgasme.

Namun selain dari itu, selanjutnya dicari juga penyebab kenapa rahim tersebut bisa turun? Bila turunnya rahim disebabkan adanya penyakit seperti batuk lama atau bahkan tumor kandungan, tentu penyebab ini yang akan ditangani terlebih dahulu.

Sedangkan untuk operasi, biasanya dilakukan bila penurunan rahim dianggap mengganggu. Bila ibu masih diharapkan bereproduksi (masih ingin hamil), prosedur pembedahan pada perut dilakukan untuk menarik rahim ke posisi semula di atas vagina dengan mengikatkan Ligamentum Rotundum ke dinding perut, atau bisa juga dengan melakukan tindakan Ventro Fiksasi Uterus, yaitu dengan cara memendekkan ligamentum rotundum tersebut.

Namun, adakalanya dilakukan tindakan amputasi serviks bila terjadi Elongatio Serviks, tergantung situasi dan keadaan pasien itu sendiri. Atau bila ibu sudah melewati usia reproduktif atau tidak ingin hamil lagi, maka prosedur yang akan dilakukan adalah pengangkatan rahim (Abdominal Histerektomi) dan disertai pengencangan otot vagina depan dan belakang.

Seandainya pasien menolak dioperasi karena merasa keluhannya tidak berat, Dokter akan memberikan solusi berupa pemasangan Pessarium (seperti cincin) dari ebonite, porcelain atau karet di vagina, agar rahim tak semakin turun. Tindakan yang sama berlaku bagi pasien usia lanjut dan berisiko terhadap pembiusan. Namun Pessarium juga hanya bersifat sementara saja untuk menahan Uterus kembali di tempatnya . Bila Pessarium diangkat (di ambil) maka rahim tersebut akan turun kembali.

Beberapa prosedur pengobatan tentunya dapat anda jalani dengan mudah dan juga sesuai dengan cara-cara sebagai berikut:

Penurunan berat badan

Penurunan berat badan di sini tentunya dapat anda lakukan dengan cara berolahraga dan juga melakukan aktivitas yang cukup menguras keringat seperti olahraga kardio dan juga aktivitas lainnya. Jika anda sudah melakukan kedua aktivitas tersebut tentunya memang sangat penting bagi anda dimana anda dapat menurunkan berat badan sesuai dengan cara yang benar.

Terapi pengganti esterogen

Dalam hal ini terapi pengganti esterogen yakni suatu terapi ataupun pengobatan tertentu dimana seorang wanita mengonsumsi vitamin dan juga kalsium untuk meningkatkan kadar hormon esterogen di dalam tubuh. Terapi ini tentunya bertujuan untuk menambah kadar hormon esterogen yang ada di dalam tubuh wanita untuk memperkuat jaringan pada bagian vagina.

Penggunaan pessarium

Untuk memperkuat otot di daerah panggul tentunya anda dapat menggunakan pessarium yaitu sebuah alat yang digunakan untuk mendorong rahim kedalam serta dapat menjaganya menjadi lebih stabil lagi.

Lalu bagaimana cara mencegah peranakan turun agar tidak terjadi di kemudian hari? Cara yang paling mudah untuk mencegah turun peranakan adalah dengan memperkuat otot panggul. Lakukanlah senam Kegel setiap hari untuk melatih kekuatan otot panggul seperti yang telah dijelaskan diatas untuk melakukan tindakan pencegahan yang paling banyak direkomendasikan. Selain itu, untuk wanita yang sudah memasuki masa menopause dapat juga diberikan hormon estrogen tambahan untuk membantu mengembalikan kekuatan jaringan otot di daerah panggul dan vagina, tentu saja dengan pengawasan dokter.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah turun peranakan:

  • Gunakan teknik mengangkat yang benar. Selalu gunakan kaki bukan otot punggung anda, untuk mengangkat, bila perlu lutut ditekuk. Pakailah dukungan penahan ketika melakukan kegiatan mengangkat berat.
  • Turunkan berat badan bila ibu kelebihan berat badan (mengalami Obesitas).
    Hindari sembelit dengan banyak mengkonsumsi makanan kaya serat, banyak minum dan segera ke kamar kecil bila “kebelet” ingin buang air.
  • Berhentilah merokok bila ibu adalah wanita perokok. Oksigenasi buruk akibat merokok dapat menyebabkan kerusakan otot dan kelemahan.

Tingkatan Keparahan Dalam Turun Peranakan

Turun peranakan juga memiliki beberapa tingkatan yang tentunya memiliki perbedaan yang mendasar dalam setiap tingkatan tersebut. Untuk tingkatan yang pertama, turun peranakan masih tergolong masih ringan yaitu posisi rahim yang turun akan tetapi masih tetap berada di atas vagina. Tingkatan kedua yaitu posisi rahim yang tampak di lubang vagina dan juga posisi rahim yang turun. Untuk tingkatan ketiga tentunya rahim yang turun sehingga dapat menyembul dari lubang vagina. Sedangkan, tingkatan keempat dimana rahim dapat keluar dengan seutuhnya serta dapat menggantung di bagian luar vagina. Dalam tingkatan turun peranakan ini tentunya anda harus mulai mewaspadai karena jika dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi anda.

Pada beberapa kasus turunnya peranakan mungkin tidak akan menimbulkan efek dan juga dampak yang terlalu signifikan bahkan tidak kelihatan sama sekali secara fisik. Terkecuali pada beberapa kasus yang sudah mengalami turun peranakan pada tingkat ke tiga dan juga keempat. Untuk tingkatan ke tiga dan juga keempat, secara fisik akan tampak rahim yang sudah mulai keluar dari vagina tidak jarang yang menimbulkan rasa sakit.

Berbagai keluhan rasa sakit dan juga perih seperti terasa pegal-pegal pada panggul belakang atau rasa sakit yang ditarik-tarik dan juga beberapa keluhan rasa sakit yang berada di perut bagian bawah juga memang sering dirasakan. Pada kondisi ini rahim yang mulai turun ke bawah sampai menggantung keluar vagina tentu akan terasa mengganjal dan juga tidak akan merasa nyaman ketika dibawa berjalan. Terlebih lagi adanya gesekan yang timbul sehingga menyebabkan luka.

Ada beberapa kasus yang sering kita jumpai terlepas turunnya rahim yang disertai dengan turunnya usus besar ke arah rahim dan juga turunnya kandung kemih. Akibat yang ditimbulkan dari turunnya peranakan yaitu buang air kecil yang menjadi terhambat dan tidak merasa kencing dengan tuntas sehingga penetrasi oleh pasangan pun menjadi tidak nyaman pula.

Kasus turunnya rahim tentunya jarang dialami oleh wanita dengan usia yang produktif. Dalam hal ini turunnya rahim tidak dapat berakibat apa-apa selama dalam batasan tertentu. Jika Anda merasa turun rahim, namun masih tergolong ringan, maka Anda masih bisa mengandung. Satu hal yang perlu diperhatikan di sini ialah turunnya rahim yang tidak ada kaitannya dengan perut ibu yang tampak menggantung ketika berbadan dua atau sering disebut dengan perut gantung. Tentunya, ini menjadi dua hal yang cukup berbeda diman perut gantung bukan dikarenakan adanya penurunan rahim. melainkan adanya kelemahan otot-otot yang ada di sekitar perut.

Nah, untuk itu alangkah baiknya jika anda selalu rajin berkonsultasi kepada dokter spesialis dan juga tenaga medis lainnya untuk mengetahui seberapa parah kondisi turunnya peranakan yang terjadi pada anda.