Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Alzheimer Dan Demensia

Penyakit Alzheimer berkembang ketika fungsi sel-sel otak berhenti dan akhirnya menyebabkan kematian. Penyakit Alzheimer adalah penyakit dimana kecerdasan intelektual dan kemampuan menurun secara drastis sehingga mempengaruhi aktivitas harian seorang manusia. Pada penyakit Alzheimer, kesehatan jaringan otak mengalami penurunan yang menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental seseorang.

Penyakit ini mempengaruhi cara kerja otak, seperti cara berpikir, mengingat dan menggunakan bahasa. Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada tahun 1906, dijelaskan bahwa penyakit tersebut adalah penyakit mental yang menyebabkan kehilangan memori, masalah bahasa dan perilaku tak terduga.

Perbedaan antara Demensia dan Alzheimer

Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Demensia bukan merupakan penyakit dan bukanlah sindrom. Pikun merupakan gejala umum demensia, orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu, mereka lambat laut akan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional yang tak terkendali. Ada banyak jenis atau penyebab demensia, namun yang paling umum terjadi adalah penyakit Alzheimer. Pada kenyataannya, Alzheimer menyebabkan 60-80% orang terkena Demensia.

Jenis-jenis Demensia

Demensia Lewy body

Ini adalah bentuk demensia dengan karakteristik Alzheimer dan penyakit Parkinson. Gejala Demensia ini menyerupai penyakit lain sehingga menantang untuk mendiagnosis dengan benar. Lewy Body adalah simpanan protein abnormal berbentuk mikroskopis dalam otak yang mengganggu fungsi otak dan menyebabkan perburukan fungsi otak secara. Efek dari Lewy Body adalah penurunan fungsi kognitif, mirip dengan penyakit Alzheimer atau penurunan fungsi kontrol motorik yang mirip dengan penyakit Parkinson. Lewy Body dinamai sesuai dengan nama penemunya yaitu Frederick Lewy yang pertama kali mengamati efek tersebut.

Frontotemporal dementia

Demensia frontotemporal (Frontotemporal dementia) menyangkut kerusakan yang berangsur-angsur pada bagian depan (frontal) dan temporal dari lobus (cuping) otak. Gejala-gejalanya sering muncul ketika orang berusia 50-an dan kadang-kadang lebih awal dari itu. Ada dua penampakan utama dari demensia frontotemporal, seperti frontal yang menyangkut gejala-gejala dalam kelakuan dan perubahan kepribadian dan temporal yang menyangkut gangguan pada kemampuan berbahasa.

Tetapi, dua hal itu sering bertumpang tindih. Karena bagian lobus frontal (cuping depan) dari otak menguasai kemampuan menilai dan tingkah laku, orang yang mendapat demensia frontotemporal sering sukar berkelakuan secara yang dapat diterima masyarakat. Mereka bisa kurang sopan, mengabaikan pekerjaan sehari-hari, tidak dapat mengendalikan keinginan atau mengulang-ulang, agresif, tidak dapat mengendalikan diri dan bertindak secara ceroboh.

Penyebab penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer disebabkan oleh penyusutan berlebihan yang terjadi oleh jaringan otak tertentu, ini terjadi ketika neuron berhenti berfungsi dan kehilangan koneksi dengan neuron lainnya sehingga akhirnya mengakibatkan kematian. Selain dari usia dan genetika, faktor-faktor lain yang mungkin mengakibatkan Alzheimer meliputi:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas

Langkah-langkah pencegahan

1. Makan ikan

Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 mampu mencegah Alzheimer dan Demensia. Untuk itu, lebih banyak konsumsi ikan seperti tuna, salmon, sarden atau konsumsi suplemen minyak ikan yang kaya omega-3.

2. Jangan stres

Stres bisa membuat otak bekerja keras. Sebuah penelitian di Swedia pada tahun 2010 menunjukkan bahwa wanita yang sering stres lebih berkemungkinan menderita Demensia ketika tua. Untuk itu, sebaiknya jangan mudah stres. Jika Anda mulai stres, segera periksakan diri ke dokter dan atasi stres Anda.

4. Hindari alkohol

Kebiasaan minum alkohol dan merokok bisa meningkatkan risiko Alzheimer hingga tujuh tahun ke depan. Berhenti merokok bisa melancarkan peredaran darah ke otak. Begitu juga dengan kebiasaan minum alkohol yang sebaiknya dikurangi.

5. Bersosialisasi

Demensia bisa dicegah dengan pergaulan yang aktif dan seringnya bersosialisasi dengan orang lain. Bersosialisasi dengan orang lain diketahui mampu meningkatkan koneksi otak sehingga tidak mudah terluka di kemudian hari. Jadi, jangan suka menyendiri. Berkumpullah dengan banyak orang untuk ngobrol atau sekedar bertukar kabar.

6. Hindari makanan cepat saji

Demensia juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Sebuah penelitian mengaitkan gula darah diabetes, tingginya kadar gula dan lemak pada darah dapat menyebabkan Alzheimer. Untuk mencegah Alzheimer, sebaiknya hindari makanan yang mengandung lemak dan kolesterol jahat. Penuhi kebutuhan gizi Anda dengan mengonsumsi sayuran serta buah-buahan.

7. Latihan mental

Tajamkan otak Anda dengan permainan yang bisa mengasah otak, seperti puzzle, catur dan lainnya. Aktivitas yang mengasah otak akan menguatkan koneksi antara sel saraf dalam otak. Hal ini akan membuat otak semakin kebal terhadap kerusakan. Setidaknya Anda harus sering membaca buku untuk membuat otak tetap aktif.

8. Menjaga kesehatan jantung

Menjaga jantung juga penting untuk menjaga kesehatan otak. Semua ini mengenai peredaran darah yang lancar. Otak menggunakan sekitar 20 persen oksigen pada darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Untuk itu, jangan lupa untuk berolahraga untuk menjaga jantung agar tetap sehat. Cukup melakukan olahraga setiap hari sekitar 20 menit untuk menjaga kebugaran tubuh.