Mari Ketahui Lebih Jauh Tentang Ganglion, Jenis Kista Yang Sering Muncul Pada Persendian

Banyak orang yang menganggap bahwa timbulnya benjolan pada tangan dan kaki merupakan gejala tumor, padahal tidak semuanya begitu. Bisa jadi yang sering anda rasakan itu merupakan ciri dari kista ganglion. Yah, gak heran kalau anda tidak tahu apa itu kista tersebut karena kista ganglion pada umumnya memang belum banyak diketahui oleh mayarakat. Mungkin pada beberapa orang, istilah ganglion masih terdengar asing di telinga. Sehingga tak sedikit orang awam mengira bahwasannya penyakit ganglion adalah penyakit yang mematikan seperti halnya dengan tumor ganas maupun kanker. Hal tersebut memang di karenakan tanda-tanda kemunculan ganglion sendiri yang di tandai dengan munculnya benjolan pada tubuh

Lalu, apakah ganglion berbahaya dan mematikan? Bagaimana kita bisa mengetahui tanda dan gejala ganglion itu sendiri? Anda tak perlu khawatir, karena ganglion sendiri di kategorikan sebagai tumor jinak yang tidak bersifat mematikan. Untuk Lebih jelasnya lagi, mari simak lebih dalam tentang kista ganglion berikut ini.

Definisi Kista Ganglion

Ganglion adalah tumor atau pembengkakan non-kanker di atas sendi atau selubung penutup tendon(jaringan yang menghubungkan otot ke tulang). Ganglion paling umum ditemukan di bagian atas pergelangan tangan, sisi telapak pergelangan tangan, pangkal jari di sisi telapak dan bagian atas sendi ujung jari.

Kista ganglion sering terasa seperti benjolan halus di bawah kulit dan penampilannya menyerupai balon air bertangkai. Benjolan kista berisi cairan bertekstur seperti gel kental lengket, tidak berwarna namun jernih. Ukuran benjolan bisa berkisar sekecil kacang polong hingga sebesar bola golf. Tergantung pada ukurannya, kista mungkin terasa padat atau kenyal.

Ganglion adalah tumor jinak, tidak berbahaya dan tidak akan menyebar ke daerah lain. Jika ganglion tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, benjolan dapat dibiarkan sendiri dan dapat kempis tanpa pengobatan, meski prosesnya bisa bertahun-tahun. Kista dapat terasa menyakitkan jika posisinya menekan saraf di dekatnya. Kadang wilayah di sekitar kista bisa merasa mati rasa. Gerakan persendian dan kekuatan genggaman di tangan yang memiliki kista juga dapat terpengaruh.

Kista ganglion ini juga merupakan sebuah jaringan lunak yang sering terjadi pada tangan dan pergelangan tangan, tepatnya dibagian dorsal 75% dan bagian voral 25%. Pada bagian dorsal biasanya bisa muncul dimana saja antara ekstensor ibu jari lateral dan mendial. Jika pada bagian vorral biasanya muncul pada bawah lipatan pergelangan tangan voral dan paling sering timbul dari sendi atau sendi radiocarpal scaphotrapezial.

Menurut hasil suatu penelitian bahwa sekitar70% Penyebab kista honglion muncul pada bagian belakang tangan dan telapak tangan. Untuk penjelasan lebih detail tentang tempat biasa kista ganglion muncul akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Bagian belakang tepi sendi jari. Biasanya kista ini muncul dibawah kuku dan menyebabkan kuku menjadi berlekuk dan diikuti dengan infeksi sendi walaupun infeksi sendi ini tidak terjadi telalu sering. Biasanya terjadi karena arthritis.
  2. Pergelangan tangan. Biasanya kista hongliong berasal dari salah satu pergelangan tangan dan biasanya terjadi karena cedera pergelangan tangan. Kista yang muncul di pergelangan tangan ini biasa terdapat pada bagian telapak tangan, punggung tangan dan kadang pada daerah ibu jari.
  3. Telapak tangan pada dasar jari-jari. Kista ini berasal dari saluran yang menjaga tendon dan biasanya terjadi akibatirasi pada tendon-tendonitis.
  4. Kista ganglion ini mempunyai bentuk seperti jelly, keras dan besar. Pada umumnya kista itu berdiri sendir namun ada saat kalanya kista memiliki hubungan dengan jaringan sendiri dan jaringan kecil lain yang ada didalamnya.

Setiap orang tidak memiliki waktu khusus untuk terserang penyakit kista hongliong ini, penyakit kista gangliong bisa terjadi pada siapa saja. Kista ganglion 3 kali lebih sering terjadi pada wanita dibanding yang terjadi pada pria. Umur pada pria yang lebih rawan untuk terkena kista gangliong adalah antara 20 sampai 40 tahun dan bisa terjadi infeksi juga pada anak yang berusia dibawah 10 tahun.

Agar anda bisa membedakan mana ciri-ciri ganglion dan mana gejala kondisi laionnya, pertama-tama anda perlu mengetahui tanda-tanda ganglion yang meliputi lokasi, bentuk dan nyeri.

  1. Lokasi. Kista ganglion pada umumnya sering kali di jumpai di daerah tendon dan persendian tangan. Adapun lokasi lain yang umumnya juga di jumpai adalah di pergelangan kaki, dan punggung kaki. Meski terbilang cukup jarang, ganglion juga bisa muncul di persendian-persendian lainnya pada tubuh.
  2. Bentuk dan ukuran. Karakteristik maupun bentuk kista ganklion ini sendiri adalah bulat atau lonjong dengan ukuran diametes kurang dari 2.5 cm. Pada beberapa ganglion tidak teraba akibat ukurannya yang terlalu kecil. Namun apabila sendi yang di gunakan terus menerus terlebih dengan gerakan yang berulang, maka ukuran kista ganglion akan semakin bertambah besar.
  3. Nyeri. Pada umumnya penyakit ganglion sendiri tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun apabila benjolan semakin membesar dan menekan persarafan di sekitarnya, gejala seperti nyeri, rasa tergelitik, mati rasa bahkan hingga kelemahan otot pun dapat terjadi.

Faktor Yang Mendorong Terjadinya Resiko Kista Ganglion Dalam Tubuh

Kista ganglion merupakan penyakit yang sama seperti penyakit pada umumnya maksud disini ialah kista ganglion tidak akan muncul atau terjadi jika tidak disertai oleh penyebab, walaupun menurut beberapa ahli belum ada kepastian secara jelas penyebab apakah yang sangat mempengaruhi atau sebagai faktor utama dari kemunculan kista gamglion.

Namun pandangan ini tidak hanya berhenti disini saja, terdapat pandangan salah satu teori yang menyebutkan bahwa kista ganglion terjadi akibat adanya suatu trauma yang mengakibatkan jaringan-jaringan dibawah kulit sehingga terdapat kerusakan jaringan dibawah kulit. Kerusakan jaringan inilah yang akhirnya membentuk beberapa kista-kista kecil yang akhirnya lama kelamaan menjadi sebuah tonjolan atau benjolan besar.

Terdapat beberapa faktor juga yang bisa mendorong atau meningkatkan adanya resiko kista ganglion dalam tubuh seseorang seperti :

1. Berjenis kelamin wanita

Pada dasarnya tubuh wanitalah yang memiliki resiko lebih besar untuk terkena sebuah penyakit seperti kista atau tumor. Begitu pula yang terjadi dalam kista ganglion, kista ganglion ini juga sangat rawan untuk teridap oleh wanita, apalagi jika wanita yang berusia 20 sampai 40an.

2. Memiliki riwayat cidera sendi dan tendon

Pada cidera sendi menangakibatkan berkembangnya penyakit kista ganglion ini. Penyebab umum yang sering terjadi sehingga meningkatnya resiko ganglion untuk berkembang ialah:

  • Patah tulang
  • Keseleo
  • Radang sendi pergelangan tangan
  • Trauma dan benturan
  • Pembengkakan yang terjadi pada punggug tangan atau pergelangan tangan
  • Peradangan pada selubung tendon

Kebocoran pada pembungkus cairan sendi. Cairan ini memiliki fungsi sebagai cairan untuk melumasi sendi sehingga tidak terjadi kerusakan pada tulang rawanpada saat gerakan atau gesekan. Cairan yang bocor ini membentuk sebuah kapsul yang mendesak kulit sehingga menimbulkan sebua benjolan pada permukaan kulit.

Diagnosis Kista Ganglion

Setelah mengetahui hal-hal tersebut tentukitadapat mengidentifikasi apakah kita mengidap penyakit kista ganglion atau tidak namun untuk lebih jelasnya kita harus melkukan diagnosis yang biasa dilakukan oleh dokter. Biasanya dokter akan mengdiaknosis dengan melakukan penekanan lembut pada benjolan yang terdapat ditangan atau dikaki sang penderita, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada penderita.

Dokter biasanya akan melakukan Aspirasi atau yang biasa dikenal dengan penarikan cairan. Penarikan cairan ini dilakukan dengan menggunakan jarum dimana jarum tersebut digunakan untuk melihat warna, tingkat kejernihan serta tingkat kekentalan cairan yang ada dibenjolan tersebut. Setelah melakukan pendeteksian tingakatan pada isi yang ada dibenjolan tersebut dokter biasanya akan melakukan USG pada penderita. USG ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pembuluh darah yang ikut terlibat atau tidak. Namun dokter bisa juga melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Melakukan aspirasi (penarikan cairan) pada kista dengan menggunakan jarum, untuk kemudian dilihat warna, kejernihan dan kekentalan cairan.
  • Apabila ukuran benjolan terlalu besar atau sampai melibatkan pembuluh darah, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter bedah.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat yang paling baik untuk mendiagnosa suatu ganglion. Hanya saja, biayanya terlalu mahal dan seringkali tidak dibutuhkan untuk kondisi kista ganglion yang sederhana.

Pengobatan dan Pencegahan Yang Dapat Dilakukan

Karena kista ganglion bukan merupakan kanker dan tidak menimbulkan ancaman medis yang signifikan, maka pengobatan tidak selalu diperlukan. Jika tidak ada gejala, dokter biasanya hanya menasihati pasien untuk waspada dan memantau kondisi mereka sendiri. Pasien perlu kembali ke dokter apabila terjadi perubahan yang tidak biasa. Sendi yang terkena kista dapat diimobilisasi dengan menggunakan penjepit agar sendi tersebut dapat diistirahatkan hingga sembuh. Setelah pembengkakan akibat kista telah mereda, pasien mulai dapat melakukan latihan spesifik yang dapat membantu memperkuat dan memperbaiki rentang gerak sendi.

Jika pasien terus mengalami rasa sakit atau jika rasa sakitnya kambuh meski telah menggunakan belat atau penjepit, maka dokter sering menyarankan untuk dilakukan aspirasi. Pada tindakan tersebut, isi kista dikeringkan dengan menggunakan jarum. Meskipun memberikan efek yang cepat karena dapat mengurangi ukuran benjolan tersebut secara signifikan, namun aspirasi jarum memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Hal itu dapat terjadi karena aspirasi tidak menghilangkan sambungan ke selubung sendi atau tendon. Hal ini memungkinkan kista ganglion yang lain untuk tumbuh kembali.

Sebagian besar kista ganglion tidak akan menimbulkan gejala sehingga tidak memerlukan penanganan apapun. Namun jika gangglion kista di tubuh Anda sampai menimbulkan rasa sakit hingga mengganggu aktivitas, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk dilakukan tindakan berikut:

Imobilisasi

Ukuran kista ganglion dapat membesar dengan aktivitas berulang di daerah yang sakit. Maka, tindakan imobilisasi menggunakan bidai dapat dijadikan salah satu pilihan terapi. Namun penggunaan bidai dalam jangka panjang juga tidak disarankan karena akan menyebabkan kelemahan otot. Oleh karenanya konsultasikan kepada dokter mengenai durasi penggunaan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Aspirasi

Aspirasi atau penarikan cairan ini dapat digunakan sebagai penegak diagnosis sekaligus untuk terapi. Dokter akan menggunakan jarum untuk menarik cairan di dalam kista ganglion hingga ukuran kista mengecil atau bahkan hilang.

Operasi

Operasi diindikasikan apabila benjolan menimbulkan rasa nyeri, tergelitik, mati rasa, atau mengganggu aktivitas sehari-hari (terutama bila benjolan terjadi di tangan yang dominan). Ada dua jenis operasi yang dapat dilakukan, yakni:

  • Pembedahan terbuka. Pada jenis operasi ini, dokter bedah akan melakukan sayatan sepanjang kurang lebih 5 cm di lokasi sendi atau tendon yang terdapat kista ganglion.
  • Pembedahan artroskopi. Pada operasi ini, dokter bedah akan membuat sayatan dengan ukuran yang lebih kecil. Kemudian kamera kecil yang disebut artroskop akan dimasukkan ke dalam sayatan untuk melihat lokasi persis dari kista. Dokter bedah selanjutnya akan memasukkan suatu alat pada sayatan tersebut untuk mengangkat kista ganglion.

Berikut ini merupakan upaya pencegahan agar kita bisa terhindar dari kista ganglion karena kista ganglion merupakan penyakit yang masih belum terlalu jelas dalam penyebabnya.

  1. Menjaga hidup sehat. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa kista ganglion merupakan jenis penyakit yang belum diketahui secara jelas penyebabnya sehingga dalam sehari-hari kita harus menerapkan hidup sehat.
  2. Menghindari makanan junkfood. Makanan junkfoot merupakan makanan yang tidak sehat karena tidak melewati proses pematangan makanan yang baik. Sehingga jika kita mengkonsumsi makanan junkfoot akan membawa efek buruk seperti berbagai penyakit.
  3. Tidak membawa beban berat. Membawa beban berat bisa memacu tumbuhnya kista ganglion apalagi jika terdapat seseorang yang sebelumnya sudah terkena penyakit kista ganglion.
  4. Sering-sering untuk memeriksakan diri. Memeriksakan ke dokter beberapa bulan sekali akan membantu kita dalam melakukan sebuah pencegahan penyakit khususnya kista ganglion karena jika terdapat gejala-gejala yang sedikit mencurigakan akan mudah dan cepat untuk ditangani.

Demikianlah penjelasan mengenai kista ganglion, semoga kita sama-sama dapat menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit kista ganglion ini. Terima Kasih.