Kenapa Bisa Terkena Varises? Ini Jawabannya

Varises, tentunya kita semua sudah tak asing lagi dengan nama penyakit yang satu ini. Terutama untuk kaum wanita, penyakit ini lebih sering menghampiri para wanita. Kenapa bisa begitu ya? Berikut ulasan mengenai varises.

Apa Itu Varises?

Varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain. Kata varises berasal dari bahasa latin yang berarti memutar, “varix”.

Pada umumnya Varises bukan merupakan kondisi yang terbilang serius, namun pada beberapa kasus dapat menjadi penanda dari masalah kesehatan yang lebih serius seperti terhambatnya vena yang lebih dalam, pada kondisi yang dinamakan trombosis vena dalam. Kondisi ini umum terjadi, setidaknya dialami oleh 3 dari 10 orang dewasa. Varises cenderung lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Penyebab Varises Dan Faktor Terjadinya Varises

Sebelum kita belajar memahami penyebab dari varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu Untuk dapat mekanisme terjadinya varises:

Varises terjadi karena dinding pembuluh darah masih menjadi lemah pada beberapa bagian. Kemudian bagian ini melebar dan menjadi lebih menonjol. Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik.

Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Kemudian darah mengumpul dan membuatnya menojol.

Sampai saat ini belum di ketahui pasti apa penyebab terjadinya gangguan vena ini. Ternyata beberapa orang cenderung berpeluang mengalami Varises tanpa penyebab yang jelas dan spesifik. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami Varises. Beberapa faktor risiko ini antara lain :

  1. Jenis kelamin: perempuan berpotensi lebih tinggi mengalami Varises dibandingkan dengan laki-laki, alasan di balik kejadian ini dikaitkan dengan hormon yang dimiliki perempuan.
  2. Genetik: risiko mengalami Varises diduga diturunkan secara herediter.
  3. Usia: penuaan dapat menyebabkan penurunan elastisitas vena
  4. Berat badan: kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada vena yang membuat katup pada vena akan bekerja lebih berat dan membuatnya rawan untuk mengalami kebocoran.
  5. Pekerjaan: beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu yang bekerja dengan durasi berdiri yang lama lebih berpeluang untuk mengalami Varises.
  6. Kehamilan: kehamilan membuat tubuh meningkatkan produksi darah untuk menunjang pertumbuhan janin, peristiwa ini meningkatkan aliran darah serta menyebabkan perubahan hormonal yang membuat wanita hamil lebih berisiko mengalami Varises (gejala akan mengalami peningkatan yang signifikan setelah melahirkan) Pada beberapa kasus, perkembangan Varises dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti terdapatnya tumor di pelvis, riwayat terdapatnya bekuan darah atau stroke, atau gangguan pada pembuluh darah.
  7. Kurang bergerak
    Gaya hidup modern ini yang segala sesuatu yang serba canggih terkadang membuat seseorang malas untuk melakukan gerakan tubuh. Bahkan sekarang-sekarang ini hampir semua aktivitas manusia dibantu dengan alat-alat atau mesin. Semua itu tidak salah, akan tetapi luangkan lah sedikit waktu untuk menggerakkan tubuh atau olahraga ringan agar pembuluh darah terpacu untuk memompa darah lebih maksimal.
  8. Memakai sepatu high heels
    Memakai sepatu high heels yang terlalu tinggi bisa menjadikan gerak otot tumit yang memiliki peran untuk membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal, sehingga bisa menyebabkan timbulnya varises.

Gejala dan Ciri-Ciri Varises

Seperti telah di bicarakan sebelumnya, hal ini merupakan pembengkakan dan membesarnya pembuluh darah, memiliki ciri-ciri biasanya terlihat biru atau ungu tua paling sering terjadi pada kaki. Terkadang terlihat menggerombol, berbonjol-bonjol dan terlihat berkelok-kelok.

Selain tidak sedap dipandang, varises umumnya terasa sakit dan menyebabkan sensasi kelelahan pada kaki. Namun, banyak orang, bahkan beberapa dengan varises yang sangat besar, tidak mengalami rasa sakit. Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai hangat setelah seseorang telah mengenakan kaus kaki atau stocking.

Karena gatal dapat merangsang seseorang untuk terus menggaruk sehingga dapat menyebabkan kemerahan atau ruam, yang sering salah dikaitkan dengan kulit kering. Rasa sakit kadang-kadang lebih buruk ketika varises semakin berkembang. Hanya sebagian kecil orang dengan varises memiliki komplikasi, seperti dermatitis, peradangan pembuluh darah vena (flebitis), atau perdarahan.

Kemudian ketika terjadi Dermatitis tentunya akan mengakibatkan perubahan pada kulit yang menjadi merah, menebal, gatal-gatal atau kecoklatan. Keseringan menggaruk dapat menyebabkan pendarahan atau pengembangan ulkus (borok) yang menyakitkan dan membuat tidak sembuh-sembuh. Ulkus juga bisa berdarah. Flebitis dapat terjadi secara spontan atau akibat cedera.

Pencegahan Varises

Mungkin bagi kalian yang belum mengalami varises tentunya, alangkah baiknya jika kalian mengetahui sedikit tentang pencegahannya (karena mencegah lebih baik dari pada mengobati) dan berikut ini adalah cara pencgahan varises.

Walaupun hanya sedikit, setidaknya kita harus mengetahui solusi efektif dalam mencegah varises. Namun, terdapat beberapa catatan yang sangat bermanfaat untuk meredakan gejala Varises yang anda alami. Hal terpenting adalah Anda dianjurkan untuk menghindari berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama.

Hal ini merupakan segala sesuatu yang sangat penting. Anda bisa melakukannya dengan beristirahat secara teratur dan di malam hari Anda dapat sedikit meninggikan posisi kaki untuk meringankan tekanan pada kaki. Pola hidup aktif dengan olahraga yang cukup juga secara signifikan mengurangi perkembangan Varises.