Hypnic Jerk, Suatu Kondisi Yang Berikan Sensasi Terjatuh Saat Tidur

Sering merasa seperti terjatuh dari ketinggian atau naik sepeda, terpeleset dan terkejut saat tidur? Ya, keadaan seperti itu memang hampir sering kali dialami hampir setiap manusia. Nah, tahukah kalian kalau ternyata itu merupakan tanda bahwa kalian mengalami hypnic jerk. Hypnic jerk ini juga dikenal dengan beberapa istilah lain, yaitu night starts, sleep starts, hypnagogic jerk dan myoclonus atau myoclonic jerk.

Hypnic jerk atau myoclonus adalah kondisi di mana tubuh mengalami kedutan atau kejang singkat dan tiba-tiba, saat seseorang sedang jatuh kedalam tidur. Selain itu, penderita hypnic jerk juga dapat mengalami gejala seperti mendengar suara letusan kecil atau seperti melihat kilatan cahaya, sentakan atau kejang yang terjadi cepat, tidak beraturan, dan meliputi seluruh atau bagian tubuh tertentu. Hypnic jerk yang cukup parah bisa menimbulkan gangguan berjalan, bicara, atau makan. Namun apa yang sebenarnya yang terjadi ketika kalian merasakan hal ini? Yuk, mari kita pahami lebih lanjut.

Hypnic Jerk Berikan Sensasi Terjatuh Saat Tidur

Ini merupakan kedutan otot yang terjadi ketika kalian tertidur. Secara ilmiah fenomena ini disebut dengan hypnagogic state of consciousness atau menyentak kesadaran. Biasanya akan terjadi sentakan kuat yang akan mempengaruhi seluruh tubuh. Namun kaki dan tangan merupakan bagian tubuh yang paling terpengaruh. Hynic jerk biasanya disertai dengan perasaan bahwa kalian terjatuh, flash sensorik dan mimpi visual atau halusinasi.

Ketika mengalami hypnic jerk, biasanya kalian akan merasakan sensasi seperti akan terjatuh yang menyebabkan kalian terbangun dengan tiba-tiba. Perasaan lain yang biasa dialami adalah mimpi melompat atau berjalan, kemudian terjatuh. Sebenarnya, kedutan otot yang terjadi pada hypnic jerk ini tak hanya terjadi ketika kalian tidur, cegukan adalah salah satu kedutan otot yang sering kalian jumpai. Mengapa terjadi hypnic jerk? Ada dua teori yang menjelaskan penyebab terjadinya hypnic jerk, yaitu:

  • Relaksasi Otot

Teori ini menjelaskan bahwa hypnic jerk adalah bagian normal dari sistem saraf yang melambat saat tidur. Seperti napas dan detak jantung yang melambat, otot juga akan berelaksasi. Relaksasi otot inilah yang menyebabkan hypnic jerk.

  • Refleks Otak

Saat kalian tertidur, otak kadang jadi bingung dan berpikir bahwa kalian terjatuh. Oleh karena itu, otak akan mengirimkan sinyal ke lengan dan kaki agar pindah ke posisi tegak sehingga menimbulkan sensasi tersentak.

Perasaan lain yang biasa dialami adalah mimpi melompat atau berjalan kemudian terjatuh. Sebenarnya kedutan otot yang terjadi pada hypnic jerk ini tak hanya terjadi ketika kalian tidur, cegukan adalah salah satu kedutan otot yang sering kalian jumpai.

Apa Penyebabnya?

Jerk otot, secara teknis dikenal sebagai mioklonus, paling sering terjadi ketika seseorang sedang tidur dalam posisi yang tidak nyaman atau lelah. The American Academy of Sleep Medicine melaporkan bahwa hingga 70% dari orang mengalami mereka ketika tertidur. Sedikit penelitian telah dilakukan pada subjek, tetapi satu teori menyatakan bahwa itu mungkin hasil dari otot-otot santai.

Tubuh mengalami perubahan suhu dan pernapasan serta orang hanyut tertidur dan otak bisa salah menafsirkan ini sebagai tanda jatuh. Teori lain menunjukkan tubuh bereaksi terhadap tertidur banyak cara bahwa seseorang mungkin berkedut saat mati dan hypnic jerk adalah refleks yang digunakan untuk menjaga fungsi tubuh.

Ketika seseorang tidak memiliki cukup tidur atau sedang mencoba untuk tidak jatuh tertidur, kejang paksa mungkin lebih sering terjadi. Para ahli berteori bahwa kurang tidur, stres dan kelelahan dapat berkontribusi pada frekuensi gerakan-gerakan ini. Kafein juga dapat menjadi faktor karena itu membuat lebih sulit bagi seseorang untuk bersantai. Beberapa orang juga melaporkan bahwa minum alkohol membuat tidur lebih sering.

Bagaimana Cara Mengatasi Hypnic Jerk?

Untuk membuat kejang ini kecil kemungkinannya, profesional kesehatan merekomendasikan memastikan kamar tidur nyaman dan santai. Orang-orang harus menghindari minum kafein atau alkohol sebelum tidur dan menghindari aktivitas berat seperti olahraga. Jika kasur sudah tua atau kental yang baru dapat membuat perbedaan. A ” white noise “ mesin dapat digunakan untuk memblokir suara mengganggu atau keras yang dapat membuat jatuh tertidur lebih sulit.

Dalam beberapa kasus, kejang dapat mempengaruhi saraf pendengaran serta otot, dalam sebuah fenomena yang dikenal sebagai awal tidur pendengaran. Ketika ini terjadi orang tersebut mendengar snap sangat keras atau retak suara yang tampaknya datang dari pusat kepala karena ia bangun. Beberapa orang juga mengalami visual yang tidur dimulai, di mana cahaya menyilaukan terbangun tidur tetapi kasus ini sangat jarang terjadi.

Perlu kalian ingat bahwa hypnic jerk juga dapat terjadi pada seseorang yang sehat. Jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir jika kalian pernah mengalami ini. Sebisa mungkin, kurangi hal-hal yang bisa meningkatkan risiko mengalami hypnic jerk. Misalnya kurangi konsumsi kafein, atasi stres atau kegelisahaan kalian dan usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat pada malam hari.

Namun, jika kondisi ini semakin menganggu jam tidur kalian sehingga membuatnya menjadi sangat lelah, cobalah untuk mengonsultasikannya ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat yang dapat mengurangi gejala hypnic jerk. Adapun obat-obatan yang mungkin diberikan adalah valproic acid (Depakene), levetiracetam (Keppra), primidone (mysoline) dan clonazepam (Klonopin).

Operasi bisa membantu kondisi hypnic jerk memengaruhi bagian telinga dan wajah, serta yang disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, tumoratau luka pada otak. Terapi suntik botox dapat meredakan kontraksi otot pada gejala hypnic jerk yang hanya memengaruhi satu area tubuh.

Pakar kesehatan sendiri menyarankan kita untuk membuat kondisi tempat tidur senyaman mungkin untuk menghindari kondisi hypnic jerk ini. Selain itu, cobalah untuk menghindari konsumsi minuman berkafein atau alkohol sebelum tidur.