Hipotensi Ortostatik Ternyata Bisa Sebabkan Sempoyongan Secara Mendadak

Pernahkah anda mengalami pusing secara mendadak saat ingin bangun dari tidur atau saat ingin berdiri saat duduk? Sepertinya hal itu sering sekali terjadi bukan? Nah, jika anda pernah mengalami rasa pusing tiba-tiba saat ingin berdiri setelah duduk, mata berkunang-kunang dan badan sempoyongan serasa ingin jatuh, seharusnya anda patut untuk waspada karena kondisi tersebut bisa jadi menandakan ada masalah dengan kesehatan anda. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah benar kondisi ini berkaitan erat dengan kondisi tekanan darah dalam tubuh? Nah, jika hal seperti sering terjadi kepada anda, bisa jadi anda mengidap Hipotensi Ortotastik.

Hipotensi ortostatik adalah kondisi tekanan darah rendah yang terjadi ketika seseorang berdiri dari posisi duduk atau tidur yang juga biasa dikenal dengan nama hipotensi postural. Kondisi ini bisa mengakibatkan penderitanya mengalami pusing, kepala berputar, bahkan bisa sampai pingsan. Ketika terjadi hipotensi ortostatik bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Jika terjadi berulang kali dalam rentang waktu cukup lama, hipotensi ortostatik bisa jadi merupakan tanda dari gangguan medis yang lebih serius.

Hipotensi ortostatik ringan bisa mengganggu aktivitas penderitanya. Namun ada beberapa komplikasi lebih serius pada penderita hipotensi ortostatik yang berusia lanjut, seperti:

  • Terjatuh. Pingsan merupakan komplikasi yang biasa terjadi pada penderita hipotensi ortostatik.
  • Penyakit Kardiovaskular. Hipotensi ortostatik bisa menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung atau gangguan detak jantung.
  • Stroke. Menurunnya tekanan darah secara tiba-tiba ketika seseorang berdiri bisa menjadi faktor risiko stroke, karena kondisi ini bisa mengakibatkan kurangnya pasokan darah ke otak.

Kepala berkunang atau pusing setelah berdiri mendadak biasanya bukanlah suatu kondisi yang patut untuk dikhawatirkan, kata Christopher Gibbons, rekanan profesor neurologis di Harvard Medical School, dilansir dari Men’s Health. Namun nyatanya, sejumlah penelitian baru menunjukkan bahwa pusing setelah berdiri mendadak bisa menandakan isu kesehatan besar dan menempatkan beberapa orang pada risiko kematian dini.

Apa Penyebab Pusing Setelah Berdiri Mendadak?

Pusing setelah berdiri mendadak terjadi akibat anjloknya tekanan darah sementara. Gravitasi berperan penting dalam memengaruhi aliran darah, terutama setiap kali anda bangkit dari duduk atau berdiri mendadak. Biasanya ketika anda berdiri, gravitasi mengalirkan darah turun ke kaki dan menggenang di pembuluh darah bawah rata-rata sekitar 800 ml darah menggenang sementara di pembuluh darah kaki.

Ketika anda berdiri terlalu cepat, gaya gravitasi menarik paksa aliran darah langsung menuju kaki. Penggenangan darah tiba-tiba ini menurunkan tekanan darah dan jumlah darah yang dipompa ke otak. Sebagai upaya ganti rugi, otak memaksa sistem saraf anda untuk bekerja ekstra cepat guna mengembalikan tekanan darah seperti sedia kala dengan meningkatkan denyut jantung dan memperketat pembuluh darah anda. Sayangnya mekanisme ganti rugi ini kadang bisa tidak terjadi atau terhambat sehingga pasokan darah ke otak yang jauh dari kata cukup akan memicu timbulnya gejala.

Selain kepala berkunang dan rasa ingin pingsan, berdiri mendadak juga menyebabkan kebingungan, mual atau penglihatan kabur. Gejala terjadi beberapa detik hingga menit setelah terburu-buru beranjak bangkit (terutama setelah tiduran di tempat tidur atau duduk dalam waktu lama). Gejala ini seringnya memburuk ketika anda cepat-cepat bangkit setelah berolahraga, mengonsumsi alkohol dan/atau makan dalam porsi besar, mengalami dehidrasi ringan, gula darah rendah atau terlalu lama “dipanggang” sinar matahari, berendam air panas atau bersauna. Keluhan umumnya mereda dengan cepat jika anda kembali duduk atau berbaring.

Anda lebih mungkin untuk mengalami ini jika anda memang memiliki tekanan darah rendah, menggunakan obat tekanan darah yang mengendurkan pembuluh darah atau obat Parkinson. Pada beberapa orang, khususnya golongan orang tua, tekanan darah dapat menurun berlebihan ketika mereka duduk atau berdiri (kondisi ini disebut hipotensi ortostatik atau postural). Untuk orang dengan hipotensi ortostatik tertunda (DOH), berdiri selama lebih dari 3 menit menyebabkan tekanan darah turun dengan cepat, menyebabkan pusing dan pandangan kabur.

Beberapa orang yang lebih muda mungkin mengalami gejala yang sama setelah berdiri mendadak tapi tanpa penurunan tekanan darah. Sering kali, detak jantung mereka justru meningkat (tachycardia) lebih dari biasanya saat berdiri. Kondisi ini disebut postural orthostatic tachycardia syndrome (POTS). Alasan mengapa seseorang bisa merasa pusing setelah berdiri mendadak walaupun memiliki tekanan darah normal masih jadi misteri.

Tidak hanya itu saja yang bisa menyebabkan pusing ketika berdiri, beberapa penyebab lain di bawah ini juga bisa mengakibatkan anda menjadi pusing.

Kurang Minum

Jangan sepelekan porsi minum anda tiap hari. Tidak hanya menyebabkan dehidrasi, kurang minum bisa memicu timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan. Ada tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, gangguna pencernaan, kulit menjadi kusam dan kering, mudah lelah, juga sering pusing tiba-tiba. Lebih baik selalu ikuti anjuran kesehatan untuk selalu minum air putih minimal 8 gelas air sehari agar kesehatan tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Kurang Darah Atau Anemia

Penyebab pusing saat berdiri setelah duduk berikutnya adalah kurang darah atau anemia. Yaitu berkurangnya jumlah hemoglobin atau sel darah merah yang mengantar oksigen ke seluruh bagian tubuh. Penderita Anemia ditandai dengan berbagai macam keluhan seperti mudah lelah, sering merasa mual, dada terasa sesak, denyut jantung kurang teratur serta pusing kepala.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah makan makanan sehat yang banyak mengandung zat besi, folat, vitamin seperti sayur-sayuran, buah-buahan serta daging dan susu.

Haid Tidak Normal

Normalnya, siklus haid berlangsung antara 21 hingga 35 hari. Yang paling sering dialami oleh para gadis adalah 28 hari. Jika siklus haid terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, kemungkinan besar darah yang keluar adalah bukan darah haid. Keadaan ini memicu perasaan gelisah dan cemas. Selain itu juga dapat menimbulkan pusing kepala yang datang secara tiba-tiba.

Penyakit Gula Atau Diabetes

Cobalah periksa kadar gula anda. Apakah masih dalam keadaan stabil atau mengalami peningkatan. Selain menyebabkan rasa pusing saat berdiri setelah duduk, diabetes yang tidak terkontrol sangat berisiko menimbulkan komplikasi berbagai penyakit.

Aliran Darah Tidak Lancar

Salah satu gejala yang mudah anda rasakan adalah kesemutan. Biasanya terjadi saat anda duduk atau tidur dalam waktu agak lama tanpa berubah posisi. Hal ini disebabkan aliran darah dalam tubuh tidak mengalir dengan lancar. Bila tetap dipaksakan untuk berdiri saat kondisi belum kembali normal, anda akan merasakan pusing kepala dan bahkan sangat mungkin bisa membuat anda jatuh.

Faktor-faktor yang memengaruhi risiko terkena hipotensi ortostatik adalah:

  1. Usia. Seseorang yang berusia 65 tahun ke atas biasanya mudah mengalami hipotensi ortostatik.
  2. Tirah baring (bed rest). Seorang pasien yang harus tidur atau berbaring terlalu lama akibat sakit, bisa mengalami hipotensi ortostatik ketika mencoba berdiri.
  3. Obat-obatan. Pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipotensi ortostatik.
  4. Beberapa penyakit. Kondisi seperti gangguan katup jantung, serangan jantung, gagal jantung, serta gangguan sistem saraf membuat seseorang memiliki risiko lebih besar terkena hipotensi ortostatik.
  5. Kehamilan. Tekanan darah biasanya akan menurun pada kondisi hamil, sebab sistem sirkulasi sedang berkembang secara cepat.
  6. Konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko hipotensi ortostatik.
  7. Paparan panas. Orang yang terpapar panas bisa mengalami dehidrasi dan memicu hipotensi ortostatik saat mencoba berdiri.

Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyebab, penyakit atau kondisi berdasarkan gejala dan tanda klinis yang dialami oleh pasien. Tujuan dokter ketika mendiagnosis penderita hipotensi ortostatik adalah untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat untuk menyembuhkan pasien.

Tindakan pertama yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis penderita hipotensi ortostatik adalah memeriksa catatan medis pasien, mengevaluasi gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tindakan lain yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis hipotensi ortostatik adalah:

  1. Tes darah. Prosedur ini untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang kondisi kesehatan pasien antara lain apakah kadar gula darah rendah, apakah ada penurunan jumlah sel darah merah (anemia) .
  2. Memonitor tekanan darah. Dokter akan mengukur tekanan darah pasien dalam posisi duduk dan posisi berdiri, lalu membandingkan kedua hasilnya.
  3. Elektrokardiogram (ECG). Tes ini akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran detak jantung, struktur jantung, serta kondisi pasokan darah dan oksigen ke otot jantung pasien.
  4. Ekokardiogram. Tes ini akan menghasilkan pencitraan organ jantung pasien.
  5. Stress test. Prosedur ini dilakukan ketika pasien melakukan olahraga, seperti jalan pada treadmill, atau saat pasien diberikan obat agar membuat jantungnya bekerja lebih keras.
  6. Tes meja miring. Tes ini akan mengevaluasi bagaimana tubuh pasien bereaksi terhadap perubahan posisi.
  7. Manuver valsalva. Tes ini bertujuan untuk menguji fungsi sistem saraf otonom dengan menganalisa denyut jantung dan tekanan darah setelah pasien menjalani beberapa siklus deep breathing (mengambil napas yang dalam).

Adakah Pengobatan Yang Bisa Dilakukan?

Orang-orang dengan kondisi khusus yang membutuhkan bed rest dalam jangka waktu panjang harus mencoba duduk setiap hari dan berolahraga di tempat tidur bila memungkinkan.

Mereka yang hanya berbaring atau duduk sementara beraktivitas, harus bangkit berdiri dengan perlahan dan hati-hati. Secara umum, mencukupi asupan cairan tubuh, membatasi atau menghindari alkohol, dan berolahraga teratur jika memungkinkan, dapat banyak membantu menekan peluang risiko anda mengalami pusing setelah berdiri mendadak. Olahraga teratur dengan intensitas sederhana mampu meningkatkan kekuatan otot di dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi penggenangan darah di kaki.

Langkah pengobatan hipotensi ortostatik yang dipilih dokter bergantung dari penyebabnya. Untuk hipotensi ortostatik ringan, penderita hanya perlu langkah penanganan sederhana, yaitu segera duduk atau berbaring setelah merasakan hilang keseimbangan. Biasanya gejala hipotensi ortostatik akan hilang setelah penderita duduk atau berbaring.

Ada beberapa cara atau pengobatan lain yang bisa anda lakukan, yaitu:

  • Stocking kompresi. Alat ini akan membantu mengurangi darah yang berkumpul di kaki karena sulit kembali ke jantung, dengan begitu akan mengurangi munculnya gejala hipotensi ortostatik.
  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan bisa dikonsumsi untuk mengurangi hipotensi ortostatik.
  • Perubahan gaya hidup. Pasien akan dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi cairan, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, menghindari berjalan saat cuaca panas, meninggikan bagian kepala di tempat tidur serta berdiri dengan perlahan.

Perawatan Dan Obat-Obatan

Perawatan untuk hipotensi ortostatik tergantung pada penyebab yang mendasari. Dokter anda akan mencoba untuk mengatasi masalah kesehatan yang mendasari, dehidrasi atau gagal jantung, misalnya dari tekanan darah rendah itu sendiri. Untuk hipotensi ortostatik ringan, salah satu perawatan paling sederhana adalah dengan duduk atau berbaring segera setelah merasa pusing saat berdiri. Gejala dari hipotensi ortostatik biasanya menghilang.

Ketika tekanan darah rendah disebabkan oleh obat-obatan, pengobatan biasanya melibatkan mengubah dosis obat atau berhenti sepenuhnya. Perawatan hipotensi ortostatik termasuk:

Perubahan Gaya Hidup

Dokter anda mungkin menyarankan beberapa perubahan gaya hidup, termasuk minum cukup cairan, seperti air; minum sedikit alkohol; menghindari berjalan saat cuaca panas; meninggikan kepala tempat tidur anda dan berdiri perlahan. Dokter anda mungkin juga menyarankan program olahraga untuk memperkuat otot-otot kaki anda.

Jika anda tidak juga memiliki tekanan darah tinggi, dokter mungkin menyarankan meningkatkan jumlah garam dalam diet anda. Jika tekanan darah anda turun setelah makan, dokter dapat merekomendasikan makan seporsi kecil makanan rendah karbohidrat.

Ada banyak langkah sederhana yang bisa mengelola atau mencegah hipotensi ortostatik. Apa sajakah itu? Berikut di bawah ini adalah beberapa langkah-langkahnya:

  • Gunakan lebih banyak garam dalam diet anda. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya setelah mendiskusikannya dengan dokter anda. Terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah anda meningkat melampaui tingkat yang sehat, menciptakan risiko kesehatan baru.
  • Makan makanan kecil. Jika tekanan darah anda turun setelah makan, dokter dapat merekomendasikan makan porsi kecil makanan rendah karbohidrat.
  • Dapatkan banyak cairan. Menjaga terhidrasi membantu mencegah gejala tekanan darah rendah. Tapi hindari atau batasilah jumlah alkohol yang anda minum, karena alkohol dapat memperburuk hipotensi ortostatik.
  • Latihlah otot betis anda sebelum duduk. Juga, ketika bangun tidur, duduk di tepi tempat tidur anda selama satu menit sebelum berdiri. Berolahraga secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hipotensi ortostatik.
  • Hindari membungkukkan pinggang. Jika anda menjatuhkan sesuatu di lantai, jongkok dengan lutut anda untuk mengambilnya.
  • Gunakan stoking kompresi atau pengikat perut. Ini dapat membantu mengurangi gejala hipotensi ortostatik.

Stoking Kompresi

Stoking kompresi dan pakaian atau pengikat perut dapat membantu mengurangi pengumpulan darah di kaki dan mengurangi gejala hipotensi ortostatik.

Beberapa obat juga baik digunakan sendiri atau dikombinasikan, dapat digunakan untuk mengobati hipotensi ortostatik. Sebagai contoh, obat fludrocortisone sering digunakan untuk membantu meningkatkan jumlah cairan dalam darah anda, yang meningkatkan tekanan darah. Dokter sering menggunakan obat midodrine (ProAmatine) untuk meningkatkan tingkat tekanan darah. Ia bekerja dengan membatasi kemampuan pembuluh darah anda untuk memperluas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Droxidopa (Northera) dapat diresepkan untuk mengobati hipotensi ortostatik berhubungan dengan penyakit Parkinson, multiple system atrophy atau kegagalan otonom murni. Obat-obat lain, seperti pyridostigmine (Regonol, Mestinon), obat anti-inflamasi (NSAID), kafein dan epoetin (Epogen, Procrit), kadang-kadang digunakan juga baik sendiri atau dengan obat lain untuk orang-orang yang tidak merasakan kemajuan kondisi dengan perubahan gaya hidup atau obat lain.

Benarkah Pusing Mendadak Setelah Berdiri Bisa Mengakibatkan Stroke Dan Gagal Jantung?

Masalah lain bisa muncul ketika anda mengeluhkan pusing setelah berdiri mendadak lebih dari sekedar sesekali dan ketika gejala datang bahkan jika anda telah berdiri untuk waktu yang lama. Bentuk ringan dari hipotensi ortostatik umumnya hanya menjadi kerikil kecil mengganjal dalam hidup kebanyakan orang, namun bukannya tidak mungkin untuk timbul komplikasi yang lebih serius, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Komplikasi ini meliputi:

  • Cedera jatuh. Jatuh dalam kasus yang sangat jarang: kejang singkat sebagai hasil dari kehilangan kesadaran adalah komplikasi umum dari orang-orang yang memiliki hipotensi ortostatik
  • Stroke. Anjloknya tekanan darah ketika anda berganti posisi terlalu cepat dari duduk ke berdiri dapat menjadi faktor risiko untuk stroke karena pasokan darah yang minim ke otak
  • Gangguan jantung. Hipotensi ortostatik dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung dan sederet komplikasinya, seperti nyeri dada, masalah irama jantung, atau gagal jantung.

Orang dengan hipotensi ortostatik (HO) memiliki peluang 1,34 kali lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang tidak memiliki HO, dan risiko dapat meningkat lebih dari 1,5 kali jika anda juga memiliki tekanan darah tinggi sebagai kondisi yang mendasarinya. Peningkatan risiko ini akan lebih kuat pada orang usia 45-55 tahun dibandingkan dengan mereka yang berusia 56-64 tahun. Selain itu, karena banyak kondisi kesehatan utama, termasuk hipertensi, Parkinson, diabetes, dan penyakit jantung koroner berhubungan dengan masing-masing hipotensi ortostatik dan gagal jantung, faktor bersaing tersebut dapat menjadi akomodasi hubungan antar dua variabel kondisi ini.

Sesekali pusing setelah berdiri mendadak adalah normal. Mungkin anda hanya sedang menderita flu atau masuk angin dan sedikit dehidrasi. Mungkin pusing tersebut sebagai akibat dari bergelas-gelas alkohol sisa semalam (yang melebihi batas kemampuan anda). Tetapi jika anda terus menerus merasa pusing setelah bangkit terlalu cepat atau semakin parah saat anda semakin lama berdiri maka segera konsultasikan dengan dokter.