Hamil Di Usia 35 Tahun Ke Atas, Begini Resikonya

Tidak semua pasangan beruntung untuk langsung dikaruniai oleh momongan sesaat setelah melangsungkan pernikahan. Ada beberapa pasangan yang baru merasakan kehamilan pada saat usia-usia yang justru merupakan saat dimana seorang wanita akan mendekati masa penurunan kesuburan, yaitu usia diatas 35 tahun.

Ya, saat ini merupakan salah satu fenomena yang menarik, dimana banyak terjadi seorang wanita yang berusia diatas 35 tahun saat ini mengalami proses kehamilan. Dari segi medis dan juga kedokteran hal ini tergolong wajar, karena selama seorang wanita belum mencapai masa menopause, maka kehamilan mungkin saja masih dapat terjadi.

Wanita yang usianya sudah menginjak angka 35 atau mungkin lebih, cenderung akan sangat beresiko jika mereka hamil pertama di usia tersebut, karena tingkat kesuburan mereka mulai menurun secara bertahap dimulai pada usia 30, kemudian di usia lebih dari 35 dan berhenti pada usia 40. Bahkan jika mereka melakukan perawatan kesuburan seperti fertilisasi in vitro, perempuan memiliki kesulitan untuk hamil saat usia mereka semakin menua.

Wanita juga memiliki lebih banyak masalah saat hamil ketika umur mereka sudah semakin tua: Tingkat resiko keguguran dan kehamilan ektopik akan meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia.

Pada tahun 1970 di Amerika Serikat usia rata-rata untuk ibu hamil pertama kali sekitar 21 tahun, pada tahun 2008 usia rata-rata meningkat menjadi 25 tahun. Kemudian di tahun 2008, ketika jumlah dan tingkat kelahiran turun pada semua kelompok usia lainnya, tingkat kehamilan untuk wanita berusia 40-an meningkat sekitar 3 persen (sampai tingkat tertinggi sejak 1967), dan tingkat untuk wanita berusia 45 dan di atas meningkat 4 persen .

Faktor Kesuburan Saat Hamil Diatas Usia 35 Tahun

Namun demikian, kondisi fisik dan juga kondisi rahim serta kualitas dari sel telur yang dimiliki oleh wanita pada usia diatas 35 tahun, jelas berbeda dibandingkan dengan kualitas fisik dan juga sel telur yang dimiliki oleh wanita pada usia 25 tahun. Biasanya, ada banyak hal yang dapat mempengaruhi, mengapa seorang wanita masih hamil pada usia 35 tahun. Biasanya hal ini berkaitan antara kedua pasangan yang memang belum dikaruniai anak, atau memang memiliki niat yang kuat untuk memiliki anak lagi, pada usia 35 tahunan.

Hamil diatas usia 35 tahun pada dasarnya memiliki beberapa resiko. Apa saja resiko dari hamil diatas usia 35 tahun? Berikut ini adalah beberapa resiko hamil diatas usia 35 tahun:

Diabetes Gestational

Resiko lainnya dari kehamilan diatas usia 35 tahun adalah sang ibu dapat mengalami kemungkinan munculnya gejala diabetes gestational. Kondisi kehamilan ini dapat menyebabkan kurang terkontrolnya produksi insulin di dalam tubuh. Apabila dikombinasikan dengan asupan gizi yang tidak teratur, akan menyebabkan gula darah dari sang ibu dapat mengalami kenaikan. Karena itu, asupan gizi dan juga makanan pada ibu hamil diatas usia 35 tahun harus benar-benar diperhatikan, agar tidak terjadi kemungkinan mengalami munculnya gejala diabetes.

Bayi mengalami cacat dan kelainan kromosom

Umumnya sel telur yang dimiliki oleh wanita pada usia diatas 35 tahun sudah mengalami penurunan. Karena itu, salah satu efek dan juga resiko kehamilan diatas usia 35 tahun adalah bayi yang lahir bisa saja mengalami kecacatan dan juga kelainan kromosom. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kondisi sel telur yang mungkin sudah kurang baik, apabila dibandingkan dengan wanita yang berada pada rentang usia 25 tahunan.

Hal ini memang bukanlah suatu hal yang pasti, namun demikian, kondisi munculnya cacat dan juga kelainan kromosom memiliki resiko yang lebih tinggi apabila seorang wanita hamil pada usia diatas 35 tahun.

Berat badan bayi kurang

Tak hanya itu saja, resiko lainnya yang dapat muncul ketika hamil diatas usia 35 tahun adalah kemungkinan bayi yang lahir dengan berat badan kurang alias dibawah normal. Hal ini juga merupakan dampak dari penyebab bayi prematur. Dampak langsung dari bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah atau kurang ini adalah kemungkinan bayi akan lemah dan juga kurang daya tahan tubuhnya, sehingga kemungkinan besar ia akan mudah terserang dan juga mengalami berbagai macam penyakit.

Untuk menjaga kesehatannya, maka bayi yang lahir dengan berat badan rendah serta kurang, harus selalu diperhatikan asupan gizi ibu hamil dan juga makanannya. Agar berat badannya bisa normal kembali pada fase kehidupan selanjutnya.

Bayi lahir pada kondisi prematur

Ketika ibu hamil diatas usia 35 tahun, hal yang akan terjadi adalah kelahiran bayi yang prematur. Kelahiran prematur merupakan suatu kondisi dimana seorang bayi yang lahir sebelum waktunya, yaitu dibawah atau sebelum pas 37 minggu. Bayi yang lahir secara premature akan mengalami banyak masalah dan juga ganguan, terutama gangguan kesehatan dan juga perkembangannya pada fase kehidupan berikutnya.

Bayi yang lahir secara prematur, pada umumnya akan memiliki daya tahan tubuh yang cenderung lebih lemah. Hal ini akan menyebabkan bayi yang lahir secara prematur akan mudah terserang penyakit dan juga mudah merasa lelah. Selain itu, bayi yang lahir prematur juga akan mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif. Kondisi ini akan membuatnya kecenderungan akan tertinggal secara kognitif dari teman-teman sebayanya.

Bahkan bayi yang lahir prematur juga dapat beresiko tak dapat hidup dalam jangka waktu yang lama,  akan tetapi para ilmuan dari Center for Fetal Diagnisis and Treatment di Children’s Hospital of Philadelphia telah mempublikasikan penelitian terbaru mereka. Mereka telah menciptakan sebuah Rahim plastik alat penyelamat bagi bayi prematur. Jadi ibu kalian tak perlu khawatir lagi.

Meningkatnya kemungkinan keguguran

Yang paling di takuti oleh ibu yang hamil di usia tua adalah rentanya kondisi bayi dan dapat meningkatkan resiko mengalami keguguran pada janin. Hal ini disebabkan karena sel telur yang dihasilkan kemungkinan sudah menurun kualitasnya, sehingga hal ini dapat menyebabkan janin tidak dapat berkembang secara sempurna. Kondisi ini pada akhirnya dapat menimbulkan keguguran, dimana sang janin akan mengalami kematian di dalam rahim, dan juga sang ibu akan mengalami pendarahan (flek bercak darah)

Jika kamu ibu yang sedang mengandung anak pertama di usia kamu yang tak lagi muda, kamu jangan khawatir berlebihan karena ada juga kok yang hamil di atas 35 tahun tapi bayinya sehat-sehat aja. Nah beberapa hal ini dapat kamu coba agar kondisi janin kamu akan tetap sehat. Berikut caranya:

  • Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan
  • Konsumsi vitamin untuk ibu hamil
  • Jaga berat badan agar tetap normal:
  1. Menerapkan pola makan sehat berimbang. Pilih sayuran dan buah segar,kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Konsumsi juga makanan sumber kalsium dan asam folat untuk perkembangan bayi. Sebagai panduan, Anda dapat membaca selengkapnya tentang makanan sehat untuk ibu hamil.
  2. Berolahraga secara teratur. Berolahraga teratur atau bergerak aktif tiap hari dapat meredakan stres dan menguatkan tubuh ibu hamil. Tanyakan mengenai kesehatan dan jenis olahraga yang akan dilakukan kepada dokter jika Anda mengidap kondisi tertentu, seperti diabetes.
  • Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin
  • Deteksi kelainan kromosom pada bayi

Nah, itulah tadi beberapa resiko yang akan di alami bagi ibu hamil di usia 30 tahun keatas. So ibu, kalian gak usah khawatir kalian tetap bisa menjaga kesehatn janin kalian, apabila kalian tetap terapkan pola hidup yang sehat.