Folikulitis, Kelainan Jamur Pada Kulit Yang Sering Dianggap Mirip Dengan Jerawat

Pernahkah anda merasakan ada benjolan kecil di pori-pori rambut yang tumbuh tanpa sengaja? Rasa-rasanya banyak dari kita yang pernah mengalaminya bukan? Nah, jika biasanya anda menyebutnya sebagai jerawat yang timbul di rambut, pernyataan tersebut tidaklah benar! Benjolan yang terdapat folikel rambut tersebut adalah Folikulitis. Ini merupakan radang penyakit kulit yang terjadi di folikel rambut, yaitu lubang kecil pada kulit tempat rambut tumbuh. Itulah yang alasan kenapa penyakit ini tidak akan muncul pada telapak tangan atau telapak kaki.

Penyakit kulit folikulitis biasanya akan menyebabkan terjadinya ruam pada kulit, bentol bersisi nanah dan terasa gatal. Tapi bukan hanya gatal saja, penyakit ini juga akan membuat kulit terasa panas, perih dan terasa terbakar. Meski penyakit ini dikategorikan tidak berbahaya, tetap saja anda harus mengatasinya karena penyakit kulit folikulitis ini bisa menyebar ke seluruh tubuh yang terdapat rambut halus nya.

Nah, untuk mengetahui bagaimana cara menangani sekaligus cara mencegah terjadi Folikulitis, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi kulit di mana folikel rambut meradang. Kondisi ini terjadi pada bagian tubuh yang memiliki rambut, seperti dagu, lengan, punggung, dan kaki. Folikulitis dapat terlihat seperti benjolan-benjolan merah atau jerawat. Namun kondisi dapat berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Folikulitis tidaklah berbahaya, namun meninggalkan sensasi gatal, nyeri dan membuat anda tidak nyaman. Kasus yang parah dapat menyebabkan kerontokan dan bekas luka. Folikulitis adalah penyakit kulit yang umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa, namun jarang terjadi pada anak berusia 2 tahun ke bawah. Folikulitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja gejalanya? Pada folikel rambut yang mengalami peradangan akan muncul benjolan- benjolan kecil seperti jerawat yang berisi nanah dan memiliki titik kuning pada bagian tengah dan benjolan tersebut terkadang pecah kemudian mengering dan membentuk koreng. berikut beberapa gejala lain yang mungkin di rasakan oleh pengidap folikulitis :

  • Lepuhan berisi nanah yang nantinya akan pecah dan ditutupi dengan lapisan keras
  • Peradangan dan kemerahan dalam kulit
  • Kulit gatal atau terbakar
  • Rasa nyeri pada kulit
  • Benjolan besar yang membengkak

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas, namun bila anda memilki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segeralah temui dokter dan konsultasikan.

Siapa dan bagian tubuh apa saja yang bisa terkena folikulitis? Pitirosporum folikulitis atau Malasezia folikulitis sering terkena pada usia dewasa muda ataupun paruh baya, paling sering terjadi pada mereka yang berusia 13-45 tahun baik laki-laki maupun perempuan.

Kondisi ini biasanya terbentuk pada bagian atas dada dan punggung, kadang-kadang dapat mempengaruhi daerah lain termasuk wajah, leher, lengan atas dan wajah. Jamur ini biasanya ditemukan pada kulit dan tidak menimbulkan masalah. Namun, bila dibiarkan jamur ini tumbuh tidak terkendali, kondisi seperti Pityrosporum folliculitis dapat berkembang. Karena tampaknya mirip dengan jerawat, kadang-kadang tidak dirawat dengan benar. Masyarakat yang tinggal di iklim hangat dan lembab memiliki insiden yang lebih tinggi mengalami Pityrosporum folliculitis.

Faktor eksternal

  • Jamur penyebab pityrosporum folliculitis atau malasezia folikulitis cenderung tumbuh terlalu cepat di tempat yang panas, lembab dan lingkungan yang berkeringat.
  • Pemakaian pakaian yang ketat sehingga menyebabkan timbul keringat
  • Tabir surya dan pelembab berminyak dapat menutup jalan folikel.

Faktor host atau individu

  • Kulit berminyak (diprovokasi oleh pengaruh hormonal)
  • Kegemukan
  • Kehamilan
  • Stres atau kelelahan

Penyakit sistemik

  • Diabetes mellitus
  • Defisiensi imun

Jenis-jenis Penyakit Folikulitis

Penyakit Folikulitis terbagi menjadi 2 jenis yakni penyakit infeksi rambut ringan dan infeksi rambut yang sudah memasuki fase parah. Infeksi rambut ringan ini meliputi stafilokokus folliculitis. Hal ini ditandai dengan kulit putih yang gatal, kemudian benjolan yang berisi nanah yang dapat terjadi dimana saja di tubuh anda. pada seorang pria, penyakit ini sering disebut dengan gatal tukang cukur. Hal ini dikarenakan penyakit ini tumbuh di daerah jenggot pria sehingga di daerah tersebut akan terjadi infeksi. Bakteri s. Sureus dapat hidup di kulit ketika kulit anda mengalami luka. Luka yang anda dapatkan akibat dari bercukur, menggaruk ataupun dari cedera pada daerah kulit.

Selanjutnya masih dengan Folikulitis ringan. Terdapat pseudomonas folikulitis. Bakteri pseudimas ini terjadi dan berkembang dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk pada bak mandi rumah anda. Meskipun anda menggunakan air panas sekalipun, bakteri ini tetap dapat berkembang.

Kondisi tersebut ditandai dengan benjolan atau ruam merah dan terasa gatal yang selanjutnya berkembang menjadi lepuhan yang berisi nanah dan terasa panas. Infeksi folikel rambut yang tergolong ringan berikutnya adalah pseudofofolliculitis barbae. Kondisi ini adalah sebuah kondisi dimana terjadi suatu peradangan yang terjadi di daerah folikel jenggot. Biasanya penyakit ini terjadi karena saat anda mencukur rambut anda terjadi peradangan dan menyebabkan bekas luka pada area wajah dan leher.

Selanjutnya adalah Folikulitis parah. Penyakit infeksi folikel rambut dapat dikategorikan ke dalam penyakit yang parah apabila anda mengalami sycosis barbae. Kondisi dimana jenggot atau kumis seorang pria telah terjadi peradangan di seluruh folikel rambut.

Pustula kecil ini awalnya hanya muncul di dagu, bibir atas, dan juga rahang selanjutnya akan merata ke seluruh bagian jenggot anda jika and terus melakukan aktivitas mencukur anda. Dan tentu saja ini akan meninggalkan jaringan parut pada area janggut anda. Selanjutnya adalah eosiofilik folliculitis. Kondisi ini adalah kondisi dimana orang yang mengalami HIV akan memiliki sebuah bercak luka yang berisi nanah dan meradang.

Pada bagian wajah dan pada bagian lengan belakang dan tulang lengan bagian atas. Luka yang menyebar biasanya menimbulkan gatal dan juga daerah bekas yang berwarna gelap. Folikulitis parah selanjutnya yakni pityrosporum folliculitis. Penyakit ini adalah suatu penyakit dimana anda akan sering mengalami gatal dan juga menyakitkan.

Seiring berjalannya waktu akan membaik dengan sendirinya, namun untuk yang sudah parah anda mungkin perlu mendapatkan perawatan medis khusus untuk menyembuhkan penyakit infeksi ini.

Bentuk dari folikulitis meliputi:

  1. Folikulitis bakteri. Jenis yang umum ini ditandai dengan gatal, kulit putih, benjolan berisi nanah. Ketika folikulitis bakteri mempengaruhi daerah jenggot pria, hal itu disebut gatal tukang cukur. Hal ini terjadi ketika folikel rambut terinfeksi dengan bakteri, biasanya Staphylococcus aureus (Staph). Bakteri Staph hidup di kulit sepanjang waktu. Tapi mereka umumnya menyebabkan masalah hanya ketika mereka memasuki tubuh melalui goresan atau luka lainnya.
  2. Folikulitis bak mandi air panas (pseudomonas folikulitis). Tipe ini disebabkan oleh bakteri pseudomonas. Kamu dapat terkena bakteri ini di banyak tempat, termasuk bak air panas dan kolam hangat di mana klorin dan tingkat pH tidak diatur dengan baik. Kamu dapat mengembangkan ruam merah, bulat, benjolan gatal sejak satu sampai empat hari setelah terpapar. Hal ini kemudian dapat berkembang menjadi lepuh berisi nanah kecil (pustula). Ruam ini cenderung lebih buruk di daerah di mana baju renangmu terkena air yang terkontaminasi terhadap kulit atau di mana kulit seperti bagian belakang paha yang mengalami kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi.
  3. Gatal tukang cukur atau barber’s itch (Pseudofolliculitis barbae). Jenis ini adalah peradangan yang disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam. Hal ini terutama mempengaruhi laki-laki berkulit hitam yang mencukur dan paling terlihat pada wajah dan leher. Orang yang melakukan bikini waxing mungkin akan menyebarkan rasa gatal di daerah selangkangan. Kondisi ini dapat meninggalkan bekas luka gelap yang menonjol (keloid).
  4. Folikulitis pitirosporum. Tipe ini terutama sering terjadi pada remaja dan orang dewasa. Ini disebabkan oleh infeksi jamur dan menghasilkan pustula kronis, merah dan gatal di punggung dan dada dan kadang-kadang di leher, bahu, lengan atas dan wajah.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebuah folikel mengacu pada lapisan kulit atau rongga tempat rambut muncul pada permukaan kulit. Istilah folikulitis digunakan untuk menggambarkan kondisi rambut yang terkena radang. Berdasarkan organisme penyebabnya, yang menjadi penyebab.

Folikulitis dapat dicirikan sebagai berikut :

Folikulitis Bakterial

Folikulitis bakterial terjadi ketika bakteri memasuki tubuh lewat luka, goresan, sayatan bedah atau berkembang biak pada kulit dekat folikel rambut. Bakteri dapat terperangkap di sana dan infeksi dapat menyebar dari folikel rambut ke bagian lain dari tubuh. Folikulitis bakterial bisa dangkal atau mendalam. Folikulitis dangkal, yang disebut juga impetigo, terdiri dari bintil berisi nanah yang terangkat dari kulit. Bintil itu sering dikelilingi oleh lingkaran kemerahan.

Folikulitis dalam terjadi ketika infeksi menyerang lebih dalam dan melibatkan lebih banyak folikel untuk menghasilkan furunkel dan karbuncle. Ini lebih serius daripada folikulitis dan dapat menyebabkan kerusakan permanen dan menimbulkan luka yang membekas pada kulit. Folikulitis bakterial biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Staphylococcus aureus adalah penyebab folikulitis bakterial terbanyak. Ini juga menyebabkan sikosis, yaitu infeksi kronis yang melibatkan seluruh folikel rambut. Selain itu spesies streptococcus, pseudomonas, proteus dan bakteri coliform juga menjadi penyebab folikulitis bakterial.

Folikulitis bak panas adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh patogen Pseudomonas aeruginosa. Penyakit ini sering disebabkan karena kondisi yang tidak sehat di spa. Patogen yang teridentifikasi dalam folikulitis gram-negatif termasuk Klebsiella, Enterobacter, dan spesies Proteus. Jenis folikulitis ini kadang-kadang menyerang orang yang menerima perawatan antibiotik untuk jerawat dalam jangka panjang. Beberapa infeksi folikel dangkal secara spontan bisa sembuh sendiri. Namun, infeksi bakteri seperti impetigo, furunkel, karbunkel dan folikulitis bak panas tidak dapat sembuh sendiri secara spontan dan umumnya membutuhkan terapi resep. Semua infeksi ini biasanya didiagnosis melalui presentasi klinis, setelah faktor-faktor yang mempengaruhinya diidentifikasi dan disingkirkan.

Folikulitis Jamur

Seperti namanya folikulitis jamur ini disebabkan karena infeksi jamur. Infeksi jamur dangkal ditemukan di lapisan atas kulit, infeksi jamur dalam menyerang lapisan kulit yang lebih dalam. Infeksi dari folikel rambut juga dapat menyebar ke dalam darah atau organ dalam.

Jamur Dermatophytic, jamur Pityrosporum dan folikulitis ragi kandida adalah penyebab utama folikulitis jamur. Folikulitis dermatophytic paling sering disebabkan oleh spesies zoofilik, yaitu spesies jamur yang menunjukkan daya tarik atau persamaan dengan hewan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil folikuler di sekitar plak eritematosa berwarna merah yang mengeras. Penetrasi jamur yang dalam menyebabkan peradangan yang tinggi dan menentukan besarnya kerontokan rambut yang terjadi akibat infeksi.

Tinea capitis atau kurap kepala adalah bentuk terpenting dari folikulitis dermatophytic pediatrik. Gambaran klinis tinea capitis bervariasi tergantung pada spesies yang menyebabkan infeksi. Biasanya, ada alopecia parsial dengan jumlah peradangan yang bervariasi. Pada varian non-inflamasi, yang diamati adalah luka asimetris pada rambut yang patah sepanjang 1 sampai 3 mm. Radang ringan dengan pengelupasan kerak bisa diamati dengan pemeriksaan hati-hati.

Reaksi peradangan yang paling parah disebut kerion dan menghasilkan banyak bintil bertebaran yang menyakitkan. Luka ini dapat menyebabkan kerontokan rambut yang parah dan meninggalkan bekas luka ketika penyakit ini berada di stadium lanjut. Diagnosis tinea capitis dihasilkan dengan mengidentifikasi organisme pada rambut yang terinfeksi di bawah mikroskop. Diagnosis sering dikonfirmasi oleh budaya.

Tinea Barbae adalah infeksi dermatophytic dangkal yang terbatas pada area wajah dan leher yang biasa ditumbuhi jenggot dan secara eksklusif terjadi pada pria remaja yang lebih tua dan orang dewasa. Presentasi klinis tinea barbae yang termasuk folikulitis dalam, radang papula merah dan pustula dengan eksudasi, menjadi kerak dan membuat rambut rontok. Dua spesies utama yang menyebabkan infeksi adalah T. mentagrophytes dan T. verrucosum. Folikulitis Pityrosporum disebabkan oleh ragi Pityrosporum yang menghasilkan letupan yang rasanya gatal. Lukanya berbentuk bintil folikuler berwarna kemerahan dan biasanya berada di punggung bagian atas, bahu dan dada. Folikulitis Candida disebabkan oleh spesies Candida, jamur yang tersebar di mana-mana dan paling sering mempengaruhi manusia.

Folikulitis Virus

Folikulitis virus melibatkan berbagai infeksi virus pada folikel rambut. Infeksi karena virus herpes sederhana (HSV) sering berubah menjadi luka berbintil atau borok, dan akhirnya menjadi kerak. Infeksi yang disebabkan oleh kontagiosum moluskum mengindikasikan sebuah imunitas tertahan yang bermanifestasi sebagai papula berwarna keputihan dan gatal yang berada di daerah jenggot. Ada juga beberapa laporan tentang folikulitis yang disebabkan oleh infeksi herpes zoster.

Folikulitis Parasit

Parasit yang menyebabkan folikulitis biasanya adalah patogen kecil yang bersembunyi di dalam folikel rambut untuk tinggal atau bertelur di sana. Kutu rambut seperti demodex folliculorum dan demodex brevis adalah penghuni alami pada folikel pilo-sebaceous manusia.

Inflamasi ini bisa menyerang semua orang dari segala usia. Meski demikian, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko folikulitis pada sebagian orang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Pernah mengalami kerusakan kulit, misalnya karena luka.
  • Rentan terhadap infeksi, misalnya karena mengidap sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat HIV.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Berendam dalam air yang tidak bersih.

Mencukur rambut atau kumis atau jenggot, berjerawat, sedang mengonsumsi obat antibiotik jangka panjang, menggunakan salep steroid, dan sering memakai baju atau celana yang sifatnya memerangkap keringat dan panas; hal-hal ini bukan saja menyebabkan kerusakan folikel rambut tapi juga meningkatkan risiko terjadinya folikulitis.

Langkah Pengobatan dan Pencengahan Folikulitis

Metode pengobatan untuk folikulitis ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Folikulitis yang termasuk ringan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 1 minggu hingga 10 hari sehingga jarang yang membutuhkan penanganan khusus. Anda bisa mengoleskan krim pelembap dengan kandungan antibakteri. Ada juga beberapa cara sederhana lain yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu pemulihan dan mencegah inflamasi yang bertambah parah, seperti membersihkan kulit yang mengalami infeksi dengan sabun antibakteri, jangan mengenakan pakaian yang ketat dan hindari bercukur pada kulit yang terinfeksi. Kompres air hangat juga akan bermanfaat.

Folikulitis ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Jika peradangan bertambah parah atau tidak kunjung sembuh, maka anda sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter demi mendapatkan pengobatan yang sesuai, seperti terapi penggunaan antibiotik topikal/oral dan obat anti-jamur. Jika penyakit ini terlanjur parah dan tidak dapat diterapi dengan obat-obatan, maka beberapa prosedur khusus, seperti operasi kecil, terapi sinar dan laser akan dianjurkan demi menghilangkan folikel rambut.

Dalam pencegahan folikulitis, menjaga kebersihan kulit merupakan langkah utama. Kasus folikulitis ringan biasanya merespon perawatan rumah dengan baik. Pendekatan perawatan diri di bawah ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan, mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi menyebar:

  • Menerapkan lap lembab atau kompres hangat beberapa kali sehari untuk meringankan ketidaknyamanan dan membantu mengeringkan nanah. Lembabkan kompres dengan larutan air asin (1 sendok teh garam dalam 2 gelas air).
  • Mengaplikasikan lotion penyejuk seperti oatmeallotionatau krim hidrokortison untuk mengurangi rasa gatal di kulit.
  • Mencuci kulit yang terinfeksi dengan lembut dua kali sehari dengan sabun anti bakteri. Gunakan kain lap dan handuk bersih setiap waktu.
  • Gunakan air sabun hangat untuk mencuci barang-barang tersebut dan cuci pakaian yang telah menyentuh daerah yang terkena.
  • Gunakan pisau cukur elektrik dan bilas area yang dicukur dengan air hangat kemudian beri pelembab.

Nah, karena risiko kambuhnya kembali penyakit ini tergolong besar, maka anda sangat disarankan untuk melakukan beberapa langkah pencegahan di atas secara berkala. Semoga saja penjelasan di atas bisa sangat berguna bagi anda yang sedang mengalami folikulitis maupun anda yang tidak mengalaminya. Terima kasih.