Dianggap Sebagai Tanda Datangnya Menstruasi, Nyeri Payudara Juga Bisa Gambarkan Kehamilan

Seperti yang kita ketahui bahwa siklus haid memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang wanita. Dari sejak dimulainya masa pubertas sampai dengan dimulainya masa menopause, seorang wanita pasti akan secara rutin mengalami siklus haid setiap bulan.

Namun bagi sebagian wanita, siklus haid ini harus dihadapi dengan sedikit ‘siksaan’ pada organ tubuh tertentu termasuk salah satunya adalah payudara. Tidak sedikit wanita yang mengalami rasa nyeri pada payudara menjelang datangnya menstruasi atau haid. Bahkan beberapa di antaranya sering merasakan rasa nyeri seperti ditusuk jarum. Payudara menjadi besar, bengkak dan terasa berat.

Sebenarnya normal nggak sih jika payudara terasa nyeri menjelang menstruasi? Meskipun tidak semua wanita yang mengalami keluhan pada payudara saat haid, keluhan ini tidak bisa dianggap remeh lho. Mengapa tidak bisa dianggap remeh? Sebab sekali seorang wanita mengalami keluhan pada payudara saat haid maka keluhan ini akan terus terjadi setiap siklus haid. Saking hebatnya nyeri dan membengkaknya payudara, sebagian wanita harus terpaksa mengurangi aktivitas yang dilakukan sehari hari.

Jadi, tak heran jika masih banyak wanita yang mempertanyakan apakah hal ini normal atau tidak. Sebenarnya payudara yang sakit memang merupakan salah satu gejala sindrom pra-menstruasi (PMS) di samping gejala lain seperti nyeri pada perut bagian bawah, mood memburuk dan rasa lelah yang berlebihan.

Apa Penyebab Payudara Bengkak dan Nyeri?

Dalam dunia medis, nyeri payudara yang dialami seorang wanita saat haid disebut dengan istilah siklus mastalgia. Menurut para ahli, kondisi ini sangat berhubungan dengan fluktuasi hormonal yang terjadi pada saat haid.

Meskipun sampai saat ini penyebab pasti nyerinya payudara saat haid masih belum diketahui, namun diduga kuat hal tersebut terjadi karena fluktuasi hormonal yang terjadi saat haid khusunya peningkatan kadar estrogen dan progesteron seminggu sebelum haid.

Pada siklus menstruasi, hormon di tubuh akan meningkat dan berkurang. Peningkatan level hormon terjadi sebelum sampai sesudah masa menstruasi. Estrogen memiliki peran penting dalam kasus ini, sehingga menyebabkan saluran payudara membesar. Selain itu produksi progesteron juga membuat kelenjar susu membengkak. Karena kedua hal ini, akhirnya anda mengalami rasa nyeri pada payudara.

Estrogen dan progesteron biasanya mengalami peningkatan pada hari ke 14 sampai 28, jika siklus anda sepanjang 28 hari. Estrogen akan meningkat pada pertengahan siklus, sedangkan progesteron meningkat selama seminggu sebelum masa menstruasi.

Peningkatan kadar estrogen menyebabkan payudara membesar dan membengkak sedangkan peningkatan kadar progesteron menyebabkan saluran penyimpanan susu pada payudara mengalami pembesaran. Kombinasi dari kedua hal ini menyebabkan payudara membesar dan nyeri. Fluktuasi hormonal ini juga menyebabkan munculnya jaringan fibrokistik pada payudara yang menambah rasa nyeri pada payudara Jaringan fibrokistik ini termasuk ke dalam tumor jinak yang akan teraba seperti benjolan lunak pada payudara beberapa hari sebelum siklus haid datang.

Nyeri dan membengkaknya payudara juga dialami oleh seorang wanita saat hamil muda. Kondisi ini disebabkan oleh mekanisme yang sama seperti yang terjadi saat siklus haid, cuma bedanya, saat hamil muda, kadar estrogen dan progesteron akan terus mengalami peningkatan sehingga membengkak dan nyerinya payudara akan dirasakan lebih lama.

Bengkak dan nyeri pada payudara adalah gejala utama dari premenstrual. Rasa nyeri tersebut memang tak nyaman, anda juga akan merasakan jaringan payudara menjadi padat dan kasar. Namun, tidak semua perempuan mengalami rasa sakit pada payudara menjelang menstruasi. Contohnya seperti perubahan level hormon menjelang menstruasi yang akan mengalami penurunan pada perempuan yang mendekati masa menopause.

Berikut di bawah ini adalah beberapa hal lain yang menyebabkan payudara terasa nyeri pada saat PMS, menstruasi atau bahkan setelah menstruasi.

Terjadi Pada Semua Wanita

Payudara yang terasa keras dan nyeri sebelum menstruasi dialami oleh hampir semua wanita. Selain karena sindrom pra-menstruasi, hal ini juga diakibatkan oleh hormon dalam tubuh. Untuk itu tak perlu merasa stres dan cemas ketika payudara terasa nyeri saat menstruasi. Jangan panik ketika payudara terasa sakit, kecuali jika rasa sakitnya sangat parah dan tak bisa ditoleransi lagi.

Obesitas

Obesitas dan gaya hidup yang tak sehat adalah salah satu alasan rasa nyeri pada payudara. Ini sebenarnya bukan masalah serius dan rasa sakit pada payudara disebabkan oleh berat badan yang berlebihan. Karena itu, jika anda mengalami rasa sakit pada payudara sebelum menstruasi dan mengalami kelebihan berat badan, itu adalah normal. Untuk mengatasinya, coba turunkan berat badan dan konsumsi makanan yang sehat. Minum banyak air juga bisa membantu jika rasa nyeri pada payudara disebabkan oleh obesitas.

Masa pertumbuhan

Payudara yang terasa sakit juga dialami oleh banyak remaja perempuan. Hal ini tak hanya pada saat menstruasi tetapi bisa juga terjadi di keseharian. Payudara yang terasa sakit dan nyeri pada remaja wanita bisa menunjukkan adanya pertumbuhan karena jaringan payudara masih tumbuh di usia mereka. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Rasa sakit pada payudara di usia remaja bisa disebabkan oleh pertumbuhan payudara itu sendiri.

Efek samping

Rasa sakit pada payudara juga bisa disebabkan oleh efek samping pil KB. Wanita yang sudah menikah dan minum pil KB biasanya akan mengalami rasa sakit pada payudara mereka. Hal ini karena pil KB meningkatkan produksi hormon pada tubuh. Jika anda mengonsumsi pil KB secara teratur dan merasa payudara nyeri, itu adalah hal yang wajar. Hal ini lebih mungkin terjadi jika anda mengonsumsi pil KB secara teratur, namun kemudian berhenti secara tiba-tiba.

Cara Atasi Nyeri Pada Payudara Saat PMS

Sebagian besar perempuan merasakan payudara menjadi lebih sensitif, dan cenderung nyeri ketika bergerak, atau tersentuh pada masa pra-menstruasi. Selain itu, jika diteliti akan teraba benjolan-benjolan yang cenderung menimbulkan kecemasan.

Sebenarnya hal ini sangat wajar terjadi menjelang dan selama menstruasi. Kondisi ini merupakan reaksi payudara pada fluktuasi hormon reproduksi menjelang menstruasi. Mestinya segera setelah menstruasi berlalu, sensitivitas, nyeri dan benjolan-benjolan ini akan menghilang seiring stabilnya hormon reproduksi.

Tetapi bukan berarti kita pasrah dan hanya menunggu menstruasi berlalu, alias tidak bisa melakukan apapun untuk mengatasi kondisi tidak nyaman ini. Jika merasa terganggu, sebaiknya anda dapat melakukan cara-cara berikut ini, untuk dapat mengatasinya:

  • Mengenakan support bra yang sesuai dapat mengurangi jaringan payudara anda bergoyang-goyang selama masa menstruasi anda.
  • Memberikan kompresan panas atau dingin juga dapat membantu tetapi jangan diaplikasikan langsung pada kulit payudara anda. Kompresan tersebut bisa dibungkus lagi dengan handuk atau kain yang halus. Sebaiknya lakukan pengompresan hanya sekitar 20 menit saja.
  • Pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau aspirin bisa anda konsumsi ketika rasa nyeri muncul, keduanya tidak mengandung kafein.
  • Meminum banyak air putih dan hindari minuman kafein. Kafein akan meningkatkan hormon kortisol sehingga akan mengacaukan hormon-hormon lain yang sedang meningkat. Usahakan anda juga mengurangi konsumsi garam, sebab garam akan memicu retensi air.
  • Makan-makanan sehat seperti yang tinggi serat, rendah lemak yang bisa ditemukan pada buah-buahan dan kacang-kacangan. Sebaiknya anda mulai mengurangi konsumsi daging, sebab mengurangi makan daging baik juga untuk kesehatan jantung, tulang, membantu penurunan berat badan serta kesehatan payudara.
  • Kurangi stres juga membantu menjaga keseimbangan hormon, sebab stres akan meningkatkan produksi hormon kortisol. Anda bisa mengurangi stres dengan cara rajin berolahraga atau mencoba meditasi ringan. Bahkan ramuan aromaterapi juga dipercaya bisa menghilangkan stres. Mengurangi stres juga mencegah nyeri berlebihan pada payudara anda.

Benarkah Nyeri Payudara Juga Merupakan Tanda Kehamilan?

Rupanya masa PMS nggak selamanya menjadi gejala menstruasi, lho. Sakit fisik nyeri payudara yang dialami seperti PMS juga bisa menjadi gejala hamil muda. PMS atau Premenstrual Syndrome atau sindrom pra menstruasi adalah hal yang sering dialami oleh semua wanita yang sudah menstruasi. Sindrom ini memang menyebabkan beberapa gejala yang datang ketika mendekati siklus menstruasi. Kemudian setelah mengalami PMS maka menstruasi akan terjadi selama 1 sampai 2 minggu kemudian.

Tapi gejala PMS yang mirip dengan gejala kehamilan terkadang juga disalahartikan. Banyak sekali wanita yang menanti kehamilan ternyata hanya mengalami PMS, begitupun wanita yang tidak menduga jika telah hamil.

Payudara membengkak dan terasa nyeri adalah tanda PMS jika jaringan payudara terasa padat, terutama di sisi terluar. Anda juga mungkin mengalami sensasi payudara yang terasa penuh, sesak, disertai oleh rasa nyeri dan berat. Keluhan juga hanya muncul tepat sebelum menstruasi anda dan berhenti di hari pertama menstruasi atau selama periode haid anda.

Selama awal kehamilan, payudara anda mungkin terasa sakit, sensitif atau keras saat disentuh. Kedua payudara juga mungkin terasa lebih padat dan lebih berat. Pembengkakan ini biasanya akan terjadi satu hingga dua minggu setelah anda mengalami pembuahan, dan dapat berlangsung cukup lama akibat lonjakan tingkat progesteron dalam tubuh untuk mendukung kehamilan. Beberapa wanita memiliki nyeri payudara yang berlangsung sepanjang masa kehamilan mereka.

Pendarahan ringan terkadang adalah salah satu tanda awal kehamilan, tetapi wanita sering menduga jenis bercak darah ringan ini sebagai pertanda menstruasi biasa. Bercak-bercak darah yang terjadi di awal kehamilan ini disebut perdarahan implantasi.

Pendarahan implantasi dimulai sekitar seminggu sebelum menstruasi. Dengan demikian, bercak darah yang anda lihat segera setelah ovulasi kemungkinan menunjukkan suksesnya pembuahan. Anda mungkin melihat hanya 1-2 tetes darah di panty liner anda yang hampir tidak pernah berwarna merah darah menyala.

Biasanya perdarahan implantasi berwarna merah muda atau kekuningan, hampir kecoklatan, dengan hanya sedikit saja bercak darah. Hal ini terjadi tidak pada setiap wanita dan durasi hanya terbatas untuk beberapa jam, 1-2 hari dalam kasus langka yang merupakan alasan utama mengapa pendarahan implantasi sering dianggap sebagai awal periode haid. Pendarahan implantasi tidak terjadi lebih selama 5 atau 7 hari, itu tidak normal.

Anda tidak akan memiliki perdarahan selama PMS. Dan ketika anda menstruasi benar tiba, aliran darahnya akan terasa lebih berat dan berlangsung sampai seminggu. Warna darah menstruasi bervariasi dari merah darah cerah hingga cokelat gelap bahkan merah tua kehitaman, bertekstur kadang cair kadang kental, kadang juga dilengkapi dengan gumpalan darah.

Meskipun hampir terlihat sama, akan tetapi akan ada selalu perbedaan pada saat haid ataupun hamil. Jadi, sebaiknya buat kalian para wanita harus lebih berhati-hati lagi jika gejala tersebut muncul.