Bahaya, Beberapa Jenis Obat Psikotropika Ini Rawan Disalahgunakan

Baru-baru ini Indonesia diramaikan dengan berita penangkapan artis tanah air yang menyalahgunakan obat psikotropika. Secara umum memang obat psikotropika ini adalah obat yang ditujukan untuk orang yang memiliki masalah dalam hal kejiwaan. Psikotropika ini sendiripun memiliki cara kerja, dimana dapat mengubah tingkat kimiawi di otak untuk memengaruhi suasana hati dan perilaku.

Psikotropika adalah suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetif bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Akan tetapi penggunaan obat psikotropika sendiri tidaklah sama dengan obat yang ada di warung, dalam mengkonsumsi obat psikotropika sendiri harus ada indikasi dari dokter. Jika ketahuan mengkonsumsi obat-obatan psikotropika tanpa adanya indikasi dari dokter, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai penyalahgunaan dan akan dikenakan sanksi karena hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Dan berikut ini mimin telah merangkum beberapa obat psikotropika yang rentan untuk disalahgunakan, berikut rangkumannya:

Obat Antipsikotik

Obat antipsikotik merupakan obat yang ditujukan untuk sindrom psikosis. Dimana sindrom psikosis merupakan gejala berupa perilaku berat dalam kemampuan menilai realitas fungsi kehidupan sehari-hari. Anti psikotik merupakan salah satu obat golongan psikotropik. Obat psikotropik adalah obat yang mempengaruhi fungsi psikis, kelakuan atau pengalaman. Obat antipsikotik dapat juga disebut sebagai Neurolepti, major tranquillizers, ataractics, antipsychotics, drugs, neuroleptika. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi, delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada kisofrenia.

Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar bagi pasien. Antipsikotik pertama diperkenalkan tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efekitif untuk mengobati kisofrenia. Obat antipsikotik dipercaya dapat memblokir reseptor dopamin di otak yang dianggap terlalu aktif pada pasien psikosis yang menunjukkan gejala delusi dan halusinasi.

Namun obat antipsikotik dapat menyebabkan tremor, kejang otot dan kegelisahan. Efek samping lainnya adalah tardive dyskinesia, gerakan tak terkendali pada lidah, bibir, mulut, lengan dan kaki secara permanen. Antipsikotik juga dapat mempengaruhi metabolisme seseorang. Obat ini seringkali menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan dan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Obat Anti-ansietas

Obat anti-ansietas digunakan pada pasien yang memiliki kecemasan abnormal. Lima tipe gangguan kecemasan antara lain: gangguan obsesif-kompulsif (OCD), serangan panik yang berulang dan tak terduga (panic disorder), fobia sosial dan gangguan stres pasca trauma

Obat Antidepresan

Obat antidepresan dikonsumsi untuk mengobati gejala gangguan depresi mayor. Diperkirakan sekitar 7-8 persen populasi manusia mengidap depresi. Mayoritas antidepresan yang dapat ditemukan di pasaran termasuk golong SSRI yang secara spesifik menarget kadar seronin di otak.

Akan tetapi antidepresan bukan tanpa efek samping. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat memberikan peringatan paling keras bagi obat antidepresan golongan SSRI karena dapat meningkatkan risiko keinginan bunuh diri pada anak, remaja dan dewasa awal. Selain itu, efek samping lainnya dari antidepresan meliputi gangguan tidur, agitasi, perubahan nafsu makan dan disfungsi seksual.

Secara umum, obat antidepresan aman dikonsumsi jika mengikuti saran dan takaran yang diberikan oleh dokter atau psikiater. Semakin parah tingkat depresi, antidepresan akan semakin berdampak baik bagi kesembuhan.

Obat ADHD

ADHD (Attension Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh anak-anak. Gejala dari gangguan ini termasuk peningkatan aktivitas motorik yang cenderung berlebihan, emosi yang meluap, hingga kesulitan mengendalikan perilaku.

Untuk pengobatan ADHD, obat yang paling sering digunakan berjenis stimulan yang meningkatkan dopamin, zat terkait dengan kesenangan, gerakan dan perhatian. Efek samping dari penggunaan stimulan terkait dengan gangguan tidur dan penurunan nafsu makan.

Penstabil Suasana Hati

Umumnya orang yang memiliki gangguan penyakit seperti bipolar akan sangat membutuhkan obat penstabil suasana hati. Pada pasien bipolar, perubahan suasana hatinya terjadi begitu cepat. Di satu sisi sangat tinggi dan terkadang sangat rendah. Efek samping dari obat penstabil suasana hati meliputi pikiran untuk bunuh diri, gangguan pada tiroid serta penambahan berat badan.

Itulah beberapa obat jenis psikotropika yang rawan untuk disalahgunakan, so ini hanya sekedar informasi ya guys, bukan berarti kalian menjadi penasaran ingin mencobanya. Jika kalian mencobanya maka akan berurusan langsung dengan hukum lho!