5 Kebiasaan yang Dapat Memperparah Kecemasan (Anxiety)

Di saat-saat yang tepat, seperti ketika sebelum deadline atau ujian, kecemasan bisa menjadi emosi yang positif dan memotivasi anda melakukan hal-hal yang dirasa belum cukup dilakukan. Tetapi lain ceritanya jika kekhawatiran tersebut tidak dapat terkontrol dengan baik. Kecemasan yang tidak terkendali justru malah akan mengambil alih pikiran anda dan mempengaruhi emosi serta perilaku anda sehari-hari.

Kabar baiknya, anda masih bisa mengendalikan diri anda dari kecemasan tersebut dengan cara memperbaiki 5 kebiasaan yang dapat menyebabkan anda selalu merasa khawatir dan cemas akan sesuatu. Tetapi, jika kecemasan anda tidak kunjung mereda, pastikan anda segera menghubungi dokter sebelum berkembang menjadi stres dan depresi yang parah.

Terlalu Memikirkan Setiap Hal Kecil

Ruminasi, merupakan pola kognitif dimana anda lebih memikirkan situasi tertentu secara terus menerus, alih-alih mencoba untuk melakukan sesuatu dan mengatasinya. Kebiasaan tersebut merupakan ciri dari kecemasan. Menurut Donna Pincus, PhD, seorang profesor di departemen ilmu psikologi dan otak di Boston University menjelaskan terdapat banyak bukti kuat bahwa ruminasi dapat menyebabkan anda mengarah ke suasana hati yangburuk seperti depresi dan kecemasan.

Daripada memikirkan masalah anda secara terus-menerus, lebih baik anda coba untuk mencari cara apakah ada hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau tidak? Mengambil tindakan dapat membuat otak anda lebih kreatif, jika dibandingkan dengan memikirkannya terus menerus yang justru malah akan merugikan kesehatan mental anda.

Terus Memeriksa Pesan Masuk Ke Ponsel Anda

Mendapatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa menjadi masalah hampir semua orang, dan itu menjadi lebih sulit ketika anda memiliki handphone atau telepon pintar. Faktanya, mencoba untuk terus menerus memeriksa pesan masuk dari seseorang bisa memberikan rasa cemas terhadap diri anda. Ketika anda mengirimkan pesan kepada seseorang dan seseorang tersebut tidak kunjung membalas pesan anda, maka akan terjadi gejolak emosi di dalam diri anda.

Mengecek Sosial Media Dari Waktu ke Waktu

Bermain facebook atau facebook-an memang bisa menjadi menyenangkan, namun terkadang bisa merugikan kesehatan mental anda. Sosial media seperti facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Terlalu banyak mengeceknya dari waktu ke waktu membuat anda tidak memiliki waktu untuk diri anda sendiri, sehingga membuat anda jauh dari ketenangan baik fisik maupun batin. Terlalu banyak mengecek sosial media juga membuat waktu anda menjadi tidak produktif dan akan memunculkan rasa bersalah tanpa anda sadari, sehingga dapat meningkatkan rasa kecemasan secara tidak langsung.

Terlalu Sering Melewatkan Waktu Olahraga

Mendapatkan tidur yang cukup, olahraga yang teratur, dan mengkonsumsi makanan sehat tidak hanya dapat memberikan kesehatan terhadap fisik anda, tetapi juga memberikan efek positif terhadap kesehatan mental anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur berkualitas dapat meningkatkan suasana hati dan mengatur emosi menjadi lebih baik. Berolahraga juga dapat melepaskan hormon perasaan baik yang disebut serotonin dan dopamin dimana dapat membantu anda mencegah dari perasaan cemas.

Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Sendirian

Sosialisasi yang positif bisa menjadi dukungan yang kuat terhadap kesehatan mental, sementara isolasi merupakan akar penyebab dan hal yang dapat memperburuk keadaan bagi mereka yang tengah menderita kecemasan. Jika anda merupakan seseorang yang memiliki banyak pekerjaan dan jarang bertemu dengan teman, pacar, atau keluarga anda, maka kemungkinan besar anda akan menderita gejala dari kecemasan tersebut.

Cobalah untuk menghubungi kembali orang-orang terdekat anda. Semakin anda keluar dari situasi penyendiri, maka hasilnya akan semakin baik. Anda tidak perlu mengorbankan waktu istirahat anda di malam hari, cobalah untuk melakukan hal-hal yang lebih sederhana seperti berkumpul bersama teman setelah bekerja atau mencoba bergabung dengan komunitas yang sehobi dengan anda.