Beberapa Olahan Makan Dari Ganja Yang Ada di Dunia

Sudah tak bisa dipungikiri bahwa ganja merupakan salah satu jenis narkoba, walau terbilang ringan namun daun yang tergolong sebagai zat psikotropika ini ternyata juga biasa dikonsumsi sehari hari. Ada yang dimanfaatkan sebagai rempah herbal pereda sakit ringan ataupun sebagai penyedap rasa masakan. Menyusul legalisasi ganja di beberapa negara, belakangan ini mulai bermunculan kuliner yang dipadu dengan ganja.

Ganja yang diolah sebagai makanan ini disebut edibles. Sekarang ini edibles tampil dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan kecil seperti permen, minuman, hingga makanan utama di restoran. Selama mematuhi regulasi yang berlaku, edibles ini bisa dikonsumsi dan dinikmati siapa saja tanpa kuatir terjerat hukum. Bahkan edibles telah menjadi daya tarik drug tourism bagi para wisatawan mancanegara.

Berikut ini adalah negara yang telah mengolah ganja sebagai makanan:

Kamboja – Happy Pizza

Di negara Kamboja memang ganja merupakan barang yang dilarang untuk diperjual belikan, namun lain halnya jika sudah di olah menjadi makanan. Bahkan daun ini justru menjadi daya tarik wisata kuliner bagi turis mancanegara. Salah satu kuliner ganja yang cukup populer bagi turis asing di Kamboja adalah happy herb pizza. Sesuai namanya, pizza ini diolah dengan rempah daun ganja yang bisa bikin siapa pun yang memakannya jadi happy alias bahagia.

Pizza dengan taburan topping daun ganja ini merupakan menu yang populer di kedai-kedai makanan Kamboja, terutama daerah ekspatriat di Phnom penh. Bahkan jika kamu datang ke Kamboja sepanjang jalan bisa ditemui kedai pizza atau pizzeria yang menyediakan menu happy herb pizza. Sebenarnya bukan hanya pizza saja yang disajikan dengan campuran daun ganja di kedai kedai ini. Biasanya mereka juga menawarkan minuman seperti banana milk shake atau jus mangga, semuanya dengan campuran ganja.

Colorado, Amerika Serikat – Bronis Ganja

Berbeda dengan Kamboja, di negara yang satu ini justru penggunaan ganja di legalkan. Keputusan penglegalan ganja di negara ini juga merupakan langkah yang sangat kontrovesial. Walaupun perdagangan ganja yang diperbolehkan hanya sebatas untuk keperluan medis dan rekreasional terbatas. Dan konsumsi ganja secara bersama-sama di tempat umum merupakan aktivitas yang dilarang. Para pengusaha di Colorado pun memanfaatkan undang-undang ini dengan menawarkan berbagai produk ganja, termasuk ganja kering untuk keperluan medis dan edibles.

Agar dapat menyiasati larangan konsumsi di depan publik, dibukalah klinik-klinik khusus yang memungkinkan pelanggan untuk mengonsumsi ganja secara pribadi. Dari sekian banyak klinik seperti ini, salah satu yang layak dikunjungi adalah Colorado Cannabis Facility. Di sini pelanggan bisa bersantai di ruangan nyaman ala spa sambil menikmati produk olahan ganja yang dipasok klinik dari berbagai vendor.

Bahkan ada aneka ganja dari mulai yang kering hingga minyak ganja dan tak ketinggalan edibles dalam berbagai varian. Mulai dari space cookies (sebutan untuk kukis dengan campuran ganja), kue-kue ala bakery, cokelat batangan, lollipop, hingga susu dalam kemasan yang mengandung ganja.

Los Angeles, Amerika Serikat – Podey Pizza

Los Angeles mungkin kalah besar untuk peredaran ganja dari pada Colorado, ganja untuk keperluan medis dan rekreasional terbatas juga bisa didapatkan di Los Angeles. Salah satu yang cukup populer belakangan ini adalah saus pizza dengan campuran ganja.

Sebuah kedai pizza yang berbasis di Los Angeles baru-baru ini telah meluncurkan edibles dalam bentuk saus pizza yang dikemas dalam botol selai dan dijajakan di toko-toko legal yang menjual ganja untuk keperluan medis di Los Angeles, San Francisco, Washington State dan Colorado.

India dan Nepal (saat Holi)

Jika di Indonesia ganja disebut barang haram dan penggunaannyapun bisa langsung telibat dengan hukum. Namun lain halnya jika di India, ganja dianggap sebagai rempah tradisional yang konsumsinya telah dimulai sejak berabad abad lalu. Bahkan nggak cuma jadi pengobatan herbal saja, ganja merupakan bagian penting dari tradisi pemujaan Dewa Siwa dalam agama Hindu. Menurut Wikipedia, ganja biasa diolah menjadi bhang, rempah kering yang terbuat dari ganja giling yang dibentuk bola-bola.

Bhang ini biasa dijajakan penduduk lokal di Varanasi dan Bengal, India serta Bangladesh. Konsumsi bhang mencapai puncaknya pada hari raya Holi. Saat perayaan hari Holi banyak sekali dijumpai penjual bhang di pinggir-pinggir jalan. Minuman ini disajikan dalam keadaan dingin. Warnanya kehijauan dan memiliki rasa yang dingin menyegarkan.

Amsterdam, Belanda – coffeeshop

Mungkin bagi negara yang melarang penggunaan ganja, maka akan mengambil langkah untuk memberantas barang haram tersebut dan menghukum pengedar dan penggunanya. Namun lain halnya dengan negara yang satu ini. Belanda adalah salah satu negara yang dikenal paling toleran terhadap peredaran ganja. Untuk mematikan langkah para mafia pengedar narkoba, negara ini justru mengambil langkah pencegahan dengan cara melegalkan ganja untuk konsumsi pribadi.

Walau menjadi negara yang melegalkan ganja, namun masih juga diatur dengan peraturan ketat, di Belanda menjamur kedai kedai yang memungkinkan pelanggan untuk menikmati ganja. Di Belanda kedai seperti ini disebut coffeeshop. Menurut Wikipedia sejumlah 105 dari 443 kota di Belanda memiliki minimal satu coffeeshop. Yang paling populer di antara turis mancanegara tentu saja coffeeshop di Amsterdam.