Harnaam Kaur, Model Wanita Yang Memiliki Janggut dan Kumis

Mungkin umumnya yang memiliki janggut dan kumis hanyalah seorang pria saja, akan tetapi ternyata ada lho wanita yang memiliki janggut, bahkan tumbuh lebat layaknya seorang pria sejati. Peristiwa ini terjadi akibat gangguan sindrom ovarium polikistik.

Mungkin masih banyak yang asing ketika mendengar Gangguan sindrom ovarium polikistik, akan tetapi ternyata hal ini juga sering terjadi pada seorang wanita lho. Di artikel kali ini mimin bakalan ngebahas kisah seorang wanita dengan jangggut dan kumis yang tumbuh lebat pada wajahnya, kira-kira gimana jadinya ya? Nah sebelum kita membahasnya ada baiknya jika kita mengetahui apa saja yang dapat membuat wanita bisa memiliki janggut dan kumis? Berikut pemaparannya:

Apa yang Membuat Wanita Memiliki Janggut dan Kumis?

1. Pengaruh Hormon

Faktor pertama yang dapat memicu hirsutisme adalah terlalu tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh seorang wanita. Mungkin Anda mengenal hormon androgen sebagai jenis hormon yang ada pada pria. Namun, ternyata wanita juga memiliki hormon androgen di dalam tubuhnya walaupun dalam jumlah kecil.

Perlu diketahui bahwa hormon androgen di produksi di testis dan ginjal pada pria dan di kedua indung telur serta kelenjar adrenal pada wanita. Apa sih kegunaan hormon ini bagi wanita? Usut punya usut, hormon androgen berfungsi sebagai katalisator pembentukan hormon estrogen yang berkhasiat untuk mencegah pengeroposan tulang, memacu peredaran darah, serta menyeimbangkan perasaan.

Normalnya, perbandingan antara jumlah hormon androgen pada wanita dan pria adalah 1:10. Jadi, jika pria umumnya memproduksi 6-8 mg hormon androgen per hari, maka wanita hanya akan menghasilkan 0,5 mg per hari. Namun, pada beberapa kasus, jumlah hormon androgen pada wanita dapat meningkat dan melebihi batas normal, salah satu penyebabnya adalah penggunaan obat-obatan yang tinggi akan kandungan steroid. Inilah yang kemudian menyebabkan seorang wanita menderita hirsutisme.

2. Gangguan Kesehatan

Selanjutnya, hirsutisme juga dapat dipicu oleh 2 jenis penyakit, yaitu Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH).

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakstabilan dan ketidakseimbangan hormon pada wanita akibat ovarium yang memproduksi hormon androgen secara berlebih. Selain memicu kondisi hirsutisme, PCOS yang bersifat genetik (umunya berasal dari pihak ibu) juga dapat menyebabkan timbulnya gejala kesehatan lain, seperti kulit yang menjadi berminyak dan berjerawat, depresi, susah untuk hamil, rambut kepala yang rontok dan menipis, bertambahnya berat badan hingga sulit menstruasi.

Selain PCOS, penyakit lainnya yang dapat memicu hirsutisme adalah Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH). Penyakit ini disebabkan oleh terganggunya fungsi kelenjar adrenal di indung telur yang menyebabkan adanya perubahan hormon tubuh. Banyak pihak percaya bahwa CAH merupakan penyakit turunan PCOS. Artinya, jika Anda terbukti menderita PCOS dan tidak segera menanganinya, maka kemungkinan besar Anda juga akan terkena CAH.

Gimana, sudah tahukan? Nah sekarang kita simak sama-sama kisah dari wanita yang memiliki janggut dan kumis ini yuk!

Harnaam Kaur wanita 25 tahun warga Slough, Inggris ini adalah seorang wanita yang memiliki janggut dan kumis layaknya lelaki sungguhan. Ia telah didiagnosis bahwa mengidap polycystic ovaries, yaitu kondisi yang membuat hormon estrogen dan progesteron di tubuhnya menjadi tidak seimbang.

Ia juga mengaku bahwa awal mula tumbuhnya janggut dan kumisnya tersebut pada saat ia memasuki pubertas. Mengetahui ada yang lain dari dirinya, Harnaam Kaur pun menempuh berbagai upaya agar menghilangkan bulu-bulu tersebut dari wajahnya, termasuk dengan dicukur atau dengan mengoles krim penghilang bulu wajah.

Namun usaha yang dilakukannya tidak berbuah manis, justru malah janggut dan kumisnya tumbuh semakin lebat dan panjang, makin banyak dan makin hitam. Yang membuatnya sedih adalah gara-gara bulu ini ia sering diganggu dan di bully oleh teman-temannya. Karena usaha semua upaya yang ia lakukan tak membuahkan hasil, akhirnya Kaur memutuskan untuk membiarkan bulu ini tumbuh di pipi dan di atas bibirnya. Sehingga kini ia telah menjadi perempuan dengan janggut dan kumis.

“Jika memang ada bulu di wajah saya, biarlah bulu-bulu ini ada di sana. Saya akan mengubah energi negatif menjadi energi positif,” kata Kaur dalam wawancara dengan BBC Three.

Akibat dari keputusannya untuk membiarkan janggut dan kumisnya begitu saja, alhasil membuat kegemparan dan kehebohan di tengah masyarakat.

Keputusan Paling Sulit

“Ini adalah keputusan paling berat yang pernah saya ambil. Saya tahu, saya berbeda dengan gadis-gadis lain … (tapi) saya juga muak dan capek terus-menerus di bully. (Makanya) saya ingin menghadapi ini semua. Saya ingin mengubah konsep kecantikan yang berkembang di masyarakat,” kata Kaur.

Ia menuturkan ada banyak orang yang menderita akibat kondisi tubuh yang dianggap tidak normal di masyarakat.

“Saya ingin mengangkat kesadaran, membantu orang-orang yang menjadi korban (akibat kondisi fisik yang mereka alami). Saya belajar (kondisi fisik) bisa membuat saya kuat, ulet dan cantik. Jika Anda dirisak, Anda sulit untuk menyadari bahwa Anda adalah kuat dan cantik.”

Kini Kaur memiliki banyak followers di akun instagram resminya yang bernama “harnaamkaur“, bahkan kini ia tak minder dan bahkan tak malu lagi untuk mendokumentasikan kegiatan dan foto-fotonya dengan cambang dan kumis, ia memiliki pengikut lebih dari 80.000, yang membuatnya layak disebut sebagai bintang di platform media sosial ini. Di akun ini ia menyebut dirinya sebagai model dan aktivis anti perisakan.

Kita dapat mengambil pelajaran dari Kaur, bahwa kita harus mencintai diri sendiri dan menerima keadaan diri kita, sehingga orang lain juga dapat mencintai dan menerima diri kita ?