Lonomia Obliqua, Ulat Badut Yang Lebih Berbahaya Dari Ular Berbisa

Selama yang kita ketahui, ulat bulu merupakan hewan yang tidak begitu membahayakan bagi banyak orang. Selain karena bentuk tubuhnya yang kecil, hewan mungil ini juga tidak memiliki faktor mematikan yang dapat membahayakan manusia. Tapi ternyata tidak semua jenis ulat bulu itu aman dan tidak membahayakan karena nyatanya ada satu spesies mereka yang ternyata memiliki racun yang jauh lebih berhaya dari ular berbisa. Ia adalah Lonomia Obliqua, yang memiliki nama lain “ulat badut”.

Lonomia Obliqua adalah salah satu jenis ulat bulu yang banyak ditemukan di daerah Brazil dan dikenal karena telah menyebabkan ratusan orang terluka bahkan sampai meninggal. Hewan yang juga dikenal dengan nama badut malas ini ternyata memiliki duri beracun yang pantang disentuh.

Untungnya, ulat yang satu ini tidak hidup di Indonesia. Ulat ini dikenal sebagai spesies ulat yang biasa hidup di kawasan Amerika Selatan. Ulat ini pun banyak ditemui di negara-negara seperti Brazil, Argentina, Paraguay ataupun Uruguay. Khususnya di negara Brasilia, Lonomia obliqua ini menjadi ulat yang banyak merenggut nyawa.

Deskripsi Lonomia Obliqua

Lonomia obliqua, nama ini juga digunakan untuk berbagai ngengat Saturniid lainnya. Lonomia adalah spesies ngengat Saturniid dari Amerika Selatan. Ulat ini terkenal karena bentuk larva, daripada ngengat dewasa terutama karena mekanisme pertahanan ulat, bulunya yang dapat menyuntikkan racun, berpotensi mematikan terutama di Brazil selatan. Racunnya juga menjadi subjek dari berbagai penelitian medis.

Banyak kasus kematian yang terjadi akibat ulat ini. Terutama terjadi di kota-kota seperti Sao Paolo, Rio de Janeiro, serta Minas Gerais. Sempat pula menjadi wabah epidemik yang meresahkan masyarakat di Kota Rio Grande do Sul. Terlebih para korban yang jatuh sakit dan meninggal waktu itu mempunyai ciri-ciri yang sama. Korban-korban tersebut mengalami pendarahan pada bagian sekujur tubuhnya. Bahkan pendarahan bisa timbul di bagian otak. Pada beberapa kasus, bisa menimbulkan kematian. Para korban pun mengaku kalau mereka hanya menyentuh dedaunan saat mencoba untuk membuka jalur atau saat mengumpulkan tumbuhan. Usut punya usut, para dokter pun akhirnya menyimpulkan kalau penyakit itu disebabkan oleh ulat Lonomia obliqua.

Panjang ulat ini sekitar 4,5-5,5 cm (sekitar 2 in) dengan warna latar belakang mulai dari hijau sampai cokelat. Mereka memiliki deretan tuberkel yang dimahkotai dengan uliran duri yang mudah dilepas dengan ukuran yang berbeda. Jadi tidak heran kalau banyak yang meremehkan ulat tersebut.

Bentuk kepompong dari ulat ini terkesan menyerupai gentong dan dapat ditemukan pada batang tanaman atau daun tertentu. Dan ketika sudah berubah menjadi kupu-kupu, warnanya juga cokelat dan nampak kurang menarik. Kupu-kupu Lonomia Obliqua biasanya akan melipat sebagian sayapnya saat beristirahat dan akan nampak seperti daun. Itulah yang membuat banyak orang kurang mewaspadai kupu-kupu Lonomia Obliqua karena memang bentuknya yang remeh dan menipu.

Badut malas ini biasanya ditemukan di batang pohon tertentu serta semak berkayu. Mereka sering ditemukan berkelompok dalam jumlah yang besar pada batang maupun cabang di siang hari. Sementara malam harinya mereka akan dengan aktif mencari makanan daun-daun di sekitar. Lonomia Obliqua memang dikenal sangat aktif pada malam hari di pohon tertentu.

Bila kita tidak waspada, sangat sulit sekali mengidentifikasi spesies ini di siang hari karena warna tubuhnya memang menyerupai batang serta dahan pohon. Selain itu, seperti yang tadi sudah dijelaskan bahwa permukaan tubuh Lonomia Obliqua dilindungi oleh kulit berduri dan bercabang. Duri-duri ini juga sangat kuat, tajam dan memiliki rongga.

Badut Malas Yang Menyimpan Racun Berbahaya

Lonomia Obliqua disebut-sebut sebagai ulat yang paling berbahaya di dunia karena racunnya. Racun dengan dosis paling rendah yang mampu dikeluarkan oleh ulat ini ternyata setara atau bahkan melebihi racun-racun lain di dunia dengan dosis tertinggi sekalipun. Dosis racun dari Lonomia Obliqua juga disebut 1000 kali lebih kuat dari gigitan seekor ular.

Dalam sekitar 29 kasus yang pernah diteliti di Brazil Utara antara tahun 1978-1982 tingkat kematian akibat serangan Lonomia Obliqua mencapai lebih dari 38%. Sementara dari sekitar 60 kasus yang diamati di Brazil Selatan antara 1989-1991, ada sekitar 4 orang meninggal karena duri badut malas. Racun yang dikeluarkan oleh duri ulat ini sebenarnya termasuk senyawa anti penggumpalan darah atau antikoagulan yang memiliki dampak besar.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Toxicon, Lonomia obliqua memiliki racun yang unik yang menyebabkan koagulasi intravaskular dan koagulopati konsumtif, yang dapat menyebabkan sindrom hemorrhagic. Studi mengungkapkan bahwa di dasar setiap tulang belakang adalah karung di mana racun disimpan. Sebagai batang dan jarum menembus korban, racun akan mengalir melalui jarum berongga dan ke luka tusukan.

Ia juga menemukan bahwa racun di kulit ulat yang diadakan ampuh agen anti-pembekuan. Ini agen anti-pembekuan akan melampirkan ke protein lain untuk sel-sel tubuh dan mengakibatkan kebocoran seperti darah tidak dapat membeku. Pendarahan internal ini akan mengisi jaringan sekitarnya dengan“darah memar”.

Pendarahan internal ini menyebar melalui organ internal dan akhirnya menyebabkan kompresi dan kematian otak. Akun ini untuk minimal 500 kematian akibat kontak dengan L. obliqua ulat. Racun hanya berlaku dalam jumlah yang cukup besar, dalam rangka untuk mengalami efek ekstrim yang disebabkan oleh racun, korban mungkin akan perlu tersengat setidaknya 20 sampai 100 kali karena setiap sengatan hanya menyuntikkan jumlah menit racun.

Genus Lonomia mencakup 26 spesies yang ditemukan di Benua Amerika. Namun hanya Lonomia obliqua dan Lonomia Achelous telah menyebabkan reaksi yang parah, yang menyebabkan sindrom hemorrhagic. Sejak tahun 1989 jumlah kecelakaan manusia yang disebabkan oleh ulat ini telah meningkat di wilayah selatan Brazil. Sebagian besar korban adalah laki-laki (63%), banyak adalah antara 0 dan 19 tahun (45%) dan lesi sangat umum pada tangan (38%). Tingkat kematian yang dilaporkan adalah 2,5%. Sebuah Antiserum diproduksi oleh Butantan Institute di São Paulo, Brazil. Secara efektif membalikkan gangguan koagulasi disebabkan oleh Lonomia obliqua racun, dan pasien yang diobati dengan antiserum ini cepat pulih.

Kandungan racun pada badut malas jika terus menjalar di dalam tubuh juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut atau acute kidney injury serta pendarahan otak berujung kematian. Hal itu terjadi karena dosis racun tadi memiliki efek langsung berupa mual, muntah, keringat keluar berlebihan dan sulit bernafas akibat jatuhnya tekanan darah dengan drastis.

Deretan Ulat Bulu Mematikan Lainnya

Meskipun kecil dan terlihat tidak berdaya, tetapi mereka menyimpan rahasia yang berbahaya pada rambut-rambut halus dan duri di sekujur tubuh mereka. Duri dan rambut di tubuh mereka memiliki racun yang sangat berbahaya, yang jika di sentuh manusia, dapat mengakibatkan gatal-gatal di seluruh tubuh bahkan kematian.

Nah, ulat bulu mana sajakah yang masuk ke dalam kategori ulat bulu berbahaya? Berikut ini dia jenisnya.

Cinnabar Moth Caterpillar

Tergolong ulat yang rakus tetapi jika dia kehabisan bahan makanan maka yang terjadi adalah saling kanibalisme antara sesama ulat. Untuk mempertahankan hidup ulat ini dibekali senjata racun yang cukup mematikan bagi mangsanya. Kalau tersentuh manusia maka racun tersebut membuat kita gatal dan ruam sekujur tubuh.

Puss Caterpillar

Ulat paling beracun di Amerika Utara adalah Slug Caterpillar Puss atau Woolly. Jangan tertipu oleh penampilan bola berbuluyang kapas karena akan melepaskan asam pada apa pun yang menyentuh dan sarat dengan duri beracun di seluruh tubuhnya. Gejala dari sengatan bisa bertahan beberapa hari dan termasuk sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat di pohonjeruk, elm dan ek.

Hickory Tussock Caterpillar

Racun dari ulat bulu jenis ini berlangsung ketika terjadi kontak dengan rambut atau duri dan menyebabkan ruamkulit atau hipersensitivitas. Hickory Tussock umumnya terlihat dari bulanJuni sampai September dan dapat ditemukan di Kanada bagian selatan atau Amerika Utara.

Spinny Oak Slug Caterpillar

Ulat ini warnanya indah dan memiliki panjang kurang satuinch. Racun yang dikeluarkan oleh duri dapat menyebabkan reaksi yang parah. Ulat ini suka makan kurma, willow, abu, oak, hackberry dan kastanye bersama dengan pohon-pohon lain dan tanaman berkayu yang lebih kecil. Spesies ini dapat ditemukan di hutan dari selatan Quebec untuk Maine dan selatan melalui Missouri, Texas dan Florida.

Monarch Caterpillar

Penampilannya lucu, berwarna kuning bergaris hitam dan putih. Jika ulat ini sudah menetas, tidak terlihat secara kasat mata karena ukurannya begitu kecil. Ulat ini tumbuh sangat cepat, ia memiliki panjang rata-rata 2 inch (sekitar 5 cm). Jika sudah menjadi kupu-kupu, Monarch Caterpillar sangat cantik dan indah.

Gypsy Moth Caterpillar

Ciri khas dari jenis ulat ini adalah memiliki bulu yang banyak di kepalanya, dan uniknya di badan ulat tersebut hanya sedikit ditumbuhi rambut. Rambut tersebut dapat menyebabkan nyeri dan dermatitis bagi orang yang bersentuhan. Mereka sangat menyukai beberapa jenis daun yaitu mapple, pohon elm dan ek. Ulat ini bisa juga menyebabkan pohon menjadi mati.

Stinging Rose Caterpillar

Panjangnya kurang dari satu inci. Spesies ini memiliki bulu-bulu berduri dengan kelenjar racun. Bila menyentuh bulu berduri tersebut, maka racunnya langsung masuk tubuh dan menyebabkan ruam kulit serta reaksi hipersensitif. Ulat ini dapat ditemukan pada tanaman berkayu seperti dogwood, maple, oak, cherry, apel, poplar dan hickory.

Io Moth Caterpillar

Dua jenis racun yang dilepaskan dari punggung ulat jenis ini mengakibatkan rasa terbakar dan peradangan. Mereka memakan banyak pohon dan semak-semak termasuk willow, mapel,elm, oak, holly, aspen, belalang, ceri, pir dan sassafras. Spesies ini dapatditemukan di alam terbuka, padang rumput hutan dan ladang jagung dari Februari hingga September.

Mengerikan ternyata saat tahu bahwa hewan yang selama ini keberadaannya kita remehkan dapat memberikan efek sangat mematikan. Parahnya lagi biasanya hewan-hewan kecil ini tidak dapat dengan mudah diidentifikasi jika kita berada di hutan maupun tempat sejenis lain. Yang pasti kita harus lebih berhati-hati di mana pun berada karena sesuatu yang kecil pun ternyata memiliki bahaya yang besar.