Kenapa Nama Badai Itu Cantik? Ini Dia Jawabannya

Beberapa minggu ini wilayah Benua Amerika sedang diterpa berbagai bencana yang cukup memporak-porandakan wilayah tersebut. Bencana badai yang terjadi di Benua Amerika kian silih berganti seperti tiada henti. Awalnya wilayah Texas telah diporak-porandakan topan Harvey, badai ini merupakan yang terburuk dalam 12 tahun terakhir di kawasan tersebut. Kemudian berlanjut ke wilayah Karibia dan Florida yang dihantam oleh topan Irma. Tak cuma sampai disitu saja, beberapa waktu lalu badai topan Jose dan Topan Katia pun ikut meluluh lantahkan wilayah tersebut.

Dari beberapa badai tersebut, memang topan Katia lah yang paling ringan diantara topan-topan lainnya. Topan yang satu ini ternyata masuk kedalam katagori 1 yang terlemah dari 5 kategori kecepatan angin topan. Hal tersebut berdasarkan Pusat Topan Nasional (NHC) yang berbasis di Miami, Florida.

Seakan diberikan hukuman dari Tuhan, bencana yang menimpa di Benua ini tidak ada habisnya dan bahkan menelan sejumlah korban. Seperti pada saat terjadi badai Harvey yang melululantahkan Texas yang menelan korban sedikitnya 70 orang dan kerugian yang ditaksir sekitar 180 miliar dolar AS. Bahkan usai di terpa badai, sejumlah warga Texas terjebak banjir besar yang disebabkan oleh badai tersebut.

Namun jika kita perhatiakan lebih lanjut, coba deh lihat nama-nama badai tersebut. Bagus-bagus bukan? Ibarat kata “wanita beparas cantik, namun belum tentu perilakunya secantik wajahnya”. Sama halnya dengan nama badai, badai memiliki nama yang bagus namun dibalik namanya badai mampu menghancurkan dan bahkan mampu menelan korban yang banyak.

Sejarah Pembuatan Nama Badai

Sandy, Katrina, Emili, Ike, Rita dan Irma. Hmm kira-kira siapa ya mereka? Apa itu nama-nama finalis ratu kecantikan? Eitss jangan salah dulu, ternyata nama-nama cantik tersebut adalah nama-nama badai lho. Pasti kalian penasaran kenapa nama badai bisa cantik-cantik banget? Nah, ternyata nama-nama cantik ini diberi bukan sembarangan lho.

Pasalnya sebelum dinamai dengan sebutan yang cantik-cantik seperti ini, ternyata ahli cuaca dari Australia Clement Wragge merasa perlu untuk menamai setiap badai yang terjadi di bumi ini karena pemberian nama pada badai dapat berguna untuk membedakan badai berdasarkan wilayahnya. Tak hanya itu saja, nama-nama itu juga dijadikan sebagai tanda, lho. Dari nama-nama yang bagus-bagus tersebut, ternyata memiliki artinya masing-masing, seperti waktu melintas, lokasi lintasan dan juga karakter yang berbeda-beda.

Pernah Dinamai Dengan Nama Mitologi dan Tokoh Politik

Namun jauh sebelum dikenal dengan nama-nama yang cantik. Ternyata badai pernah diberi nama dengan menggunakan menggunakan mitologi (legenda) Yunani. Akan tetapi hal tersebut terkesan ribet dan sulit untuk disebut. Pada akhirnya ia mencoba untuk memberikan nama dari tokoh-tokoh politik terkenal. Namun sayangnya nama tersebut sulit untuk diingat.

Sempat Dinamai Dengan Nama Santa Perempuan

Namun menurut buku yang ditulis oleh seorang letnan yang berubah haluan menjadi seorang ilmuan cuaca, yakni Hurricane, Ivan R Tannehill, beliau mengatakan bahwa penamaan badai ini banyak terinspirasi oleh nama-nama Santa perempuan dalam agama Katolik yang diambil berdasarkan tanggal lahir santa yang berdekatan dengan kejadian badai tersebut.

Sempat Juga Dinamai Dengan Menggunakan Titik Kordinat

Tak hanya itu saja, sejarah penamaan badai juga pernah mendapat usul dari pihak Amerika Serikat yang mengusulkan untuk menggunakan titik kordinat dalam menentukan nama badai, tapi tetap saja gagal, pasalnya hal itu juga terlalu rumit dan sistem radio cukup membingungkan yang lebih banyak menyebabkan kesalahan.

Akhirnya Menggunakan Nama Wanita

Dari banyaknya usulan atas nama-nama badai tersebut, sampailah pada tahun 1953 dimana para peramal cuaca mulai menggunakan nama-nama perempuan dan kemudian sistem penamaan ini diadopsi oleh Natioan Hurricane Center untuk memberi nama-nama badai di wilayah Atlantik. Sistem pemberian nama ini kemudian disempurnakan pada tahun 1979. Namun tak hanya menggunakan nama perempuan saja, nama laki-laki juga digunakan untuk penamaan badai ini.

Bukan sembarangan nama yang digunakan. Penamaan tersebut harus dengan sistem alfabetik. Nama yang berawalan huruf Q,U,X,Y dan Z tidak digunakan. Jadi tiap tahun ada 21 jatah nama, namun apabila ada badai yang terjadi melebihi jumlah nama yang tersedia, maka selanjutnya akan didasarkan pada aksara Yunani; Alpha, Beta dan seterusnya. Contohnya saja nama badi pada tahun 2012: Alberto, Beryl, Chantal, Ernesto, Sandy (terparah), Joyce dan lain sebagainya.

Masa Berlaku Nama Badai

Tidak bersifat selamanya, nama badai yang cantik-cantik ini ternyata tidak selamanya bisa dipakai. Setiap nama memiliki masa berlakunya. Setiap 6 tahun sekali nama-nama tersebut akan dirotasi, bagi nama badai yang paling banyak memakan korban akan diabaikan dan diganti nama-nama baru. Pemilihan nama juga berdasarkan pemungutan suara yang dilakukan oleh WMO, duh udah kayak pemilu aja ya!

Usulan nama-nama badai yang baru juga harus sesuai dengan visi awal pemberian nama badai, seperti :

  • Bisa membantu mengidentifikasi setiap siklon dengan mudah.
  • Bisa membantu masyarakat sepenuhnya sadar atas perkembangan badai.
  • Mempermudah media lokal atau internasional untuk fokus terhadap satu siklon.
  • Tidak membingungkan masyarakat.
  • Mudah diingat.
  • Kemampuan untuk menjangkau masyarakat luat lebih cepat.

Badai Terbesar Sepanjang Sejarah:

Memang badai diberikan nama yang cantik, namun dampak yang diberikannya tak secantik namanya, seperti beberapa bencana alam terparah yang terjadi akibat badai.

Badai Mitch (1998)

Bisa dibilang badai ini adalah badai yang terparah sepanjang sejarah, pasalnya badai ini memiliki kecepatan mencapai 285 km/jam. Badai ini terdeteksi mulai tanggal 22 Oktober 1998. Badai ini dapat dikatakan sebagai badai paling mengerikan dan terdahsyat sepanjang sejarah manusia. Kecepatan terpanya diperkirakan mencapai 285 km/jam. Badai ini terdeteksi mulai tanggal 22 Oktober 1998. Mitch bergerak cepat dan meluluhlantakkan Nikaragua, Honduras, El Salvador dan Guatemala secara langsung. Menelan sedikitnya 19.325 jiwa melayang dan kerugian ditaksir mencapai USD 6,2 miliar.

Badai Galveston (1900)

Badai ini menyebabkan kematian bagi 8.000 hingga 12.000 manusia. Kecepatan angin mencapai 131-155 mil per jam. Badai ini juga termasuk kedalam badai paling mematikan yang ke 2 sepanjang sejarah AS.

Badai Katrina (2005)

Badai ini terjadi pada 29 Agustus 2005, badai ini melanda wilayah Karibia dan Florida, AS. Topan awalnya berkategori tiga dengan kekuatan angin 125 mph (201 km/jam) saat melanda pantai teluk AS. Tapi kemudian berubah jadi kategori lima saat masuk ke daratan. Topan ini menaikkan air pasang laut antara 7,6 hingga 8,5 meter. Setelah mereda, lebih dari 1.800 orang meninggal dan menyebabkan kerugian USD125 miliar.

Badai Sandy (2012)

Badai ini adalah siklon tropis yang menerjang sebagian Karibia, AS, Mid Atlantik dan Timur Laut pada akhir Oktober 2012. Badai yang memiliki kekuatan angin sejauh 1,100 mile (1,800 km). Di AS, badai Sandy menerjang 24 negara bagian dengan korban tewas 13 orang. Perkiraan awal menyatakan kerusakan mencapai USD20 miliar hingga USD25 miliar.

Nah, jadi kalian yang bertanya-tanya selama ini, kenapa sih nama badai itu cantik-cantik? Sekarang udah jawabanyakan? Tuh dari nama badai kita bisa belajar bahwa yang cantik nggak selalu baik, hehe.